Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Who am I?

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
11/4/2019 05:30
Who am I?
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

PERTANYAAN itu kiranya sangat penting untuk seorang calon presiden. Penting karena apa yang bisa rakyat harapkan dari seorang presiden yang tidak kenal dirinya sendiri?

'Siapakah saya', pertanyaan klasik yang telah diajukan para filsuf dari masa silam dalam urusan 'kenalilah dirimu'. Hingga abad ke-21, pertanyaan itu tetap aktual.

Dalam perjalanan hidup orang yang dewasa dan matang sampai pada penemuan diri sendiri yang dibahasakan sebagai 'menjadi diri sendiri'. Inilah diri yang autentik dan sehat.

Diri yang autentik dan sehat itu ialah diri yang utuh di dalam ataupun ke luar. Dalam bahasa negasi, bukan pribadi yang pecah, terbelah. Bukan pula pribadi ganda.

Seorang pemimpin ialah orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri. Kiranya itu berlaku untuk pemimpin di level apa pun, terlebih di level bangsa dan negara yang disebut presiden, yaitu kepala pemerintahan dan kepala negara.

Orang yang telah selesai dengan dirinya antara lain diekspresikan dengan 'memberi', bukan 'meminta', terlebih 'mengambil'. Dalam perspektif 'nation', puncaknya ialah memberi harta dan nyawa demi bangsa dan negara. Dalam perspektif universal, memberi harta dan nyawa demi kemanusiaan.

Pemimpin 'nation' yang hebat biasanya juga pemimpin dalam kemanusiaan yang universal. Inilah pemimpin negara yang tidak hanya mengurus rakyatnya dengan sepenuh hati dan pikirannya, tetapi juga peduli dengan rakyat negara lain yang tertimpa musibah. Dia cinta ciptaan-Nya. Karena itu, dapat dipastikan dalam rekam jejaknya tidak ada riwayat menculik, melanggar hak asasi manusia.

Sebaliknya, belum tentu seorang pemimpin dalam kemanusiaan universal merupakan pemimpin negara. Mother Teresa, contohnya.

Kedirian seorang pemimpin ukuran yang pokok. Ketika seorang calon presiden menggebrak-gebrak podium saat berpidato kampanye di lapangan terbuka, maaf, sebetulnya dan senyatanya tidakkah itu pertanda dia belum selesai dengan dirinya sendiri? Yang kita cari seorang negarawan, bukan pemberang.

Ketika seorang calon presiden berkampanye, lalu meluncurlah kata-kata kasar seperti 'endasmu', tidakkah itu ekspresi bahwa ada yang galau yang belum selesai di dalam diri?

Bila dalam pengumuman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata anggota DPR dari partai yang dipimpin seorang calon presiden paling rendah tingkat kepatuhannya dalam melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara, bisakah publik berharap bila dia jadi presiden dia akan taat asas?

Semua itu pertanyaan tentang diri seorang capres. Yang terluput kiranya dari diri itu ialah pertanyaan mendasar 'who am i' (siapakah saya). Ketika menuliskan semua pertanyaan itu, sejujurnya saya pun menggugat diri ini, siapa saya sehingga layak menghakimi? Hak yang punya suara untuk menyoal.

Suka atau tidak suka, diri seorang pemimpin publik, terlebih calon presiden perlu dibedah atau dihakimi secara transparan. Bukankah pemilu penghakiman rakyat?

 



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.