Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Tidak Ada Tiba-Tiba

Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group
10/4/2019 05:30
Tidak Ada Tiba-Tiba
Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

SETIAP mendengar pidato Wakil Presiden Jusuf Kalla, selalu ada optimisme yang kita dapatkan. Saat berbicara dalam peringatan ulang tahun Rakyat Merdeka dan Warta Ekonomi pada Senin (8/4) malam, Wapres mengajak kita untuk tidak takut dan khawatir menghadapi masa depan.

Kunci yang harus kita pegang ialah bagaimana bisa menguasai teknologi, khususnya artificial intelligence dan biotechnology. Apalagi, menurut Wapres, zamannya sudah berbeda dengan saat dirinya masih aktif menjadi pengusaha. Kedua, bagaimana mempersiapkan orang-orang untuk bisa menjalankan teknologi itu.

Mempersiapkan orang itulah yang sering kali kita lupakan. Seakan-akan semua terjadi dengan sendirinya. Kita menjanjikan lapangan kerja yang otomatis akan tersedia. Padahal, tanpa keterampilan yang memadai, tidak mungkin orang akan bisa melompat untuk bisa menjalankan teknologi yang baru.

Tahun ini pemerintah baru mulai sungguh-sungguh memperhatikan soal vokasi. Bukan hanya anggaran lebih dari Rp490 triliun yang disediakan, pemerintah juga memberikan double deduction pajak kepada pihak swasta yang mau melakukan vokasi sendiri.

Pemerintah menyadari era industri 4.0 tidak bisa dihindari. Kita harus masuk ke era baru di saat sebagian pekerjaan akan ditangani dengan otomasi. Tenaga kerja yang ada harus diberi keterampilan tambahan agar bisa berpindah ke profesi barunya kelak.

Kalau ada pemimpin yang menjanjikan lapangan kerja tanpa menyiapkan penambahan keterampilan, sebenarnya ia sedang memberi angin surga. Mustahil kita akan bisa masuk ke era industri 4.0 dan menjadi bangsa pemenang kalau keterampilan angkatan kerja tidak kita tingkatkan.

Beda pemimpin dengan warga biasa dilihat dari pikiran strategisnya. Kalau pikiran strategisnya tidak masuk akal, pasti pemikirannya tidak pernah akan bisa menjadi kenyataan. Kalaupun dipaksakan untuk jalan, pasti akan terhenti di tengah jalan.

Ambil contoh program entrepreneurship yang dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Warung OK OCE. Ide yang ditawarkan luar biasa karena mencoba memberdayakan masyarakat untuk bisa menjadi pedagang. Akan tetapi, mengapa banyak yang kemudian gulung tikar? Itu karena para pengelolanya tidak cukup dibekali masalah inventori, cara pengadaan barang, efisiensi, dan persaingan dengan warung yang sudah mapan.

Cara yang berbeda diterapkan beberapa kepala daerah di Jawa Tengah. Mereka memulai dengan satu warung. Bahkan pejabat daerah itu mendatangi pemilik korporasi besar seperti Indomaret atau Alfamart. Mereka menyadari dalam pasar bebas tidak mungkin pendatang baru akan bisa menang, apalagi dengan modal yang terbatas.

Dengan prinsip if you can’t beat them, join them, warung serbaada di Jawa Tengah itu bisa bertahan. Apalagi untuk membedakan dengan toko-toko milik korporasi besar, mereka menjual produk khas dari daerah itu yang diminati masyarakat setempat.

Jusuf Kalla menjelaskan modal yang dimiliki bangsa ini untuk bisa maju sangatlah besar. Sekarang tinggal bagaimana kita meningkatkan produktivitas, mendorong ekspor, menguasai ilmu dan teknologi, serta menguasai perdagangan.

Apabila kita ingin menjadi bangsa pemenang, kita harus juga mampu membangun sinergi, terutama sinergi di antara tiga pilar, yaitu pemerintah, ahli teknologi, dan dunia usaha.

Sinergi itu harus ditingkatkan karena akan menciptakan efisiensi dan akhirnya daya saing.

Modal yang kita miliki untuk bisa maju semakin besar dengan infrastruktur yang sudah tersedia. Empat tahun ini pemerintah gencar membangun berbagai infrastruktur. Memang infrastruktur itu bukan tujuan, melainkan alat yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menjalankan kegiatan yang produktif.

Dengan modal yang baik itu, kita tinggal menjaga dan merawatnya. Kalau kita mampu menciptakan keamanan dan ketertiban, orang akan semakin berbondong menanamkan modal di Indonesia. Dengan investasi itulah kita kemudian berharap semakin terbuka lebar lapangan pekerjaan untuk masyarakat kita.

Untuk itulah berulang kali kita sampaikan, pemilihan umum yang sedang kita jalani jangan sambil merusak rumah besar yang kita miliki. Silakan terus bersaing untuk menarik suara masyarakat. Namun, jangan sampai kemudian kita putuskan rasa persaudaraan, apalagi sampai ingin mengoyak persatuan yang sudah 74 tahun kita bangun bersama-sama.

 



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.