Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Kegigihan Ibu-Ibu

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
28/3/2019 05:30
Kegigihan Ibu-Ibu
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

ADA dua berita yang menarik perhatian saya dalam kampanye pilpres pekan ini. Yang pertama berita seorang mahasiswi, yang kedua berita ibu-ibu.

Mahasiswi itu diberitakan menawarkan diri untuk menjadi istri kedua cawapres Sandiaga Uno. Hal itu disampaikannya dalam kampanye di Sleman, Yogyakarta.

Nama perempuan itu Vincentia Tiffani. Sekarang beredar pengakuan bahwa dia hanya bercanda. Dia bilang untuk menghidupkan acara dia dimintai tolong panitia untuk bertanya bagaimana kalau dia menjadi istri kedua Sandiaga.

Berita yang kedua, ibu-ibu mengunjungi dari pintu ke pintu sejumlah tempat di Tanah Minangkabau. Kata mereka, Minangkabau negeri yang kaya dengan peradaban budaya. Kampung halaman tokoh-tokoh bangsa, antara lain proklamator Bung Hatta, Agus Salim, dan Buya HAMKA.

Ibu-ibu itu meyakini masyarakat Sumatra Barat tidak akan terpengaruh dengan berita bohong yang terus disebarluaskan sebab masyarakat Sumatra Barat merupakan masyarakat rasional. Kaum perempuan itu bergabung dalam Komunitas Srikandi Indonesia (KSI) yang mengampanyekan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Gerakan mereka dipimpin Ketua Umum KSI Yanti Rukmana dan Pembina KSI Niniek Darmanto.

Mereka ialah emak-emak yang mendatangi warga dengan pesan rasional. Minangkabau memang tempat kelahiran banyak elite bangsa ini. Selain yang telah disebutkan, dari sana berasal Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia pertama.

Dalam melahirkan orang-orang pintar Minangkabau, perlu disebut Kotagadang, yang sangat khas. Pada awal 1900-an, misalnya, inilah tempat kelahiran para pekerja birokrasi Belanda, seperti jaksa, pegawai pajak, yang meliputi daerah tugas Sumatra, Kalimantan, dan beberapa orang di Batavia. Di masa awal kemerdekaan, bahkan Bukit Tinggi pernah menjadi ibu kota Pemerintah Darurat Republik Indonesia ketika Yogya diserbu Belanda.

Saya sangat setuju betapa aneh bila orang Minangkabau percaya berita bohong. Menurut Sensus Penduduk 2010, hanya 2,30% penduduk berumur 7-15 tahun yang tidak/belum pernah sekolah. 

Menurut data Unicef, pada 2015 angka partisipasi dalam pembelajaran PAUD yang terorganisasi di kalangan anak usia 6 tahun mencapai 95%, dan sebagian besar di antaranya masuk sekolah dasar lebih cepat. 

Hampir separuh penduduk berumur 18 tahun bersekolah di sekolah lanjutan atas dan perguruan tinggi. Dari pepatah petitih Minangkabau pun tampaklah betapa kritis orang Minang. Mereka tidak hanya piawai berpepatah petitih sebagai ekspresi lisan, tapi juga lewat tulisan. Selama masa Balai Pustaka, 9 dari 15 pengarang terkemuka pada generasi 1920-1930-an itu ialah orang Minang.

Berita bohong tentang Jokowi itu tidak boleh dibiarkan, lalu diterima warga sebagai kebenaran. Ibu-ibu itu dengan gigih menemui warga untuk meluruskan yang bohong dan berupaya meyakinkan orang Minangkabau yang rasional itu agar melihat dan menerima dengan objektif siapa Jokowi dan apa kinerja pemerintah di bawah kepemimpinannya.

Saya tidak ingin menghakimi mahasiswi yang menawarkan dirinya menjadi istri kedua itu. Saya hanya menyesali dia tidak kritis. Kecaman justru lebih patut ditujukan ke panitia kampanye yang berpikir sensasional untuk menghidupkan acara dengan bertanya kepada Sandiaga apakah bersedia menjadikan si mahasiswi istri kedua.

Kampanye pilpres bukan ajang bercanda. Kampanye pilpres bukan ajang bermain-main. Kampanye pilpres ajang untuk meyakinkan rakyat yang punya hak pilih agar memilih pasangan capres-cawapres yang terbaik. Bangsa ini bukan sedang mencari pemimpin yang ingin punya atau bersedia punya istri kedua.

Masa kampanye pilpres masih sampai 13 April 2019. Kiranya tidak terulang lagi kampanye cara majal ada perempuan menawarkan diri menjadi istri kedua.

Kita ingin kampanye pilpres merupakan pendidikan politik, menyampaikan pesan yang rasional sehingga terpilih presiden yang terbaik yang telah terbukti hasil kerja dan pengabdiannya.
 



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.