Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Tarif MRT

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
20/3/2019 05:30
Tarif MRT
()

KITA acungi jempol cara yang dijalankan Direksi Moda Raya Terpadu (MRT) untuk memperkenalkan transportasi massal terbaru kepada masyarakat. Kita menangkap antusiasme yang luar biasa dari masyarakat untuk menggunakan MRT. Bahkan, terbangun rasa bangga bahwa kini Jakarta sejajar dengan kota metropolitan dunia lainnya.

Rencananya, Presiden Joko Widodo akan meresmikan MRT pada 24 Maret yang akan datang. Skenario yang pesimistis akan ada 65 ribu penumpang MRT setiap harinya. Namun, dengan antusiasme seperti sekarang bisa jadi jumlah penumpangnya akan bisa meningkat menjadi 130 ribu per hari.

Masyarakat yang peduli akan waktu pasti akan memilih transportasi massal. Hanya dibutuhkan waktu 30 menit untuk bepergian dari Lebak Bulus sampai Bundaran Hotel Indonesia. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, bisa jadi dibutuhkan waktu 1,5 jam untuk mencapai tempat itu.

Yang sekarang perlu dipertimbangkan ialah keterjangkauan harga tiket untuk masyarakat. Dari masukan yang diberikan masyarakat, mereka berharap harga tiket MRT tidak lebih dari Rp10 ribu.

Di banyak negara, pemerintah kota memang sangat mempertimbangkan keterjangkauan harga tiket untuk masyarakat. Pemerintah Singapura sejak 2010 hingga 2015 mengalokasi anggaran S$14 miliar untuk membangun transportasi massal, mulai bus hingga MRT. 

Bahkan untuk ekstensi jalur transportasi massal, mulai 2016 hingga 2021 dialokasikan lagi anggaran infrastruktur tambahan sebesar S$26 miliar.

Memang mahal biaya yang diperlukan untuk membangun jaringan transportasi massal yang bisa menjangkau seluruh wilayah di Singapura. Namun, tidak ada pilihan lain karena Singapura akan macet total apabila hanya mengandalkan kendaraan pribadi.

Apa tawaran yang dilakukan agar masyarakat mau menggunakan infrastruktur transportasi massal yang dibangun mahal itu? Pertama, proses kepemilikan kendaraan pribadi di Singapura dibuat lebih sulit. Kedua, harga tiket transportasi massal mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Pemerintah Singapura setiap tahun mengalokasikan S$4 miliar atau sekitar Rp40 triliun untuk infrastruktur dan subsidi agar harga tiket transportasi massal terjangkau untuk masyarakat. Apakah itu menjadi beban? Sebuah kebijakan publik tidak bisa dilihat dengan pendekatan untung atau rugi. Ukuran kebijakan publik itu ialah kemanfaatan.

Transportasi publik di Singapura memberikan manfaat yang besar karena menghindari kemacetan total. Ini juga berarti mencegah terjadinya kerugian karena terbakarnya bahan bakar minyak secara cuma-cuma. Akibat lebih lanjut ialah kualitas udara yang bisa lebih baik.

Kualitas udara ini berpengaruh terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Bukan hanya masyarakat lebih nyaman karena menghirup udara yang lebih bersih, melainkan juga kesehatan masyarakat pun menjadi lebih baik. Potensi terjadinya hujan asam bisa dikurangi.

Cara berpikir seperti itulah yang seharusnya dipergunakan juga bagi para pejabat DKI Jakarta dan juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Subsidi sekitar Rp513 miliar untuk MRT bukanlah biaya yang terlalu mahal jika dibandingkan dengan berkurangnya kemacetan dan kualitas udara Jakarta yang lebih baik.

Sudah terlalu lama Jakarta mengandalkan kendaraan pribadi untuk mobilitas warganya. Padahal, jumlah penduduk semakin lama semakin banyak, sehingga kebutuhan kendaraan pribadi otomatis meningkat pesat. 

Berulang kali kita sampaikan, perekonomian kawasan Jabodetabek sangat besar. Dengan produk domestik bruto yang mencapai US$250 miliar,  itu sama besarnya dengan PDB negara Cile, bahkan lebih besar daripada PDB negara Vietnam. 

Pendapatan per kapita warga Jakarta yang sekarang sudah di atas US$17 ribu, membuat pertumbuhan kendaraan bermotor baik itu roda empat maupun roda dua itu eksponensial. Dengan pertumbuhan panjang jalan yang terbatas, Jakarta akan mengalami kemacetan total apabila pemerintahnya tidak membangun transportasi massal.

Tugas utama dari pemerintah ialah menyediakan barang publik. Pembangunan infrastruktur yang bisa menopang mobilitas warga di dalamnya menjadi sebuah keharusan. Dalam teori ekonomi yang harus diterapkan dalam menyediakan barang publik ialah least cost, mana yang biayanya termurah, tetapi manfaatnya paling maksimal.

Jakarta sudah memiliki kereta komuter, trans-Jakarta, dan tidak lama lagi MRT serta light rail train. Semua itu merupakan modal untuk semakin memperlancar mobilitas warga dan meningkatkan efisiensi. Keuntungannya tidak harus dipetik dari bisnis transportasi massalnya, tetapi dari perekonomian yang bisa berputar lebih cepat untuk menyejahterakan warga Jakarta.
 



Berita Lainnya
  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.