Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Contoh dari Atas

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
11/3/2019 05:30
Contoh dari Atas
(Dok. MI)

KIRANYA perlu pengakuan yang jujur bahwa tidak mudah mengubah kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi beralih menjadi pengguna transportasi publik. Kenapa? Salah satu jawabnya karena naik mobil pribadi memberikan kenikmatan tersendiri.

Itulah kenikmatan yang tidak sehat baik bagi diri sendiri maupun lingkungan yang tercemarkan emisi gas buang. Namun, tidak banyak kota di dunia yang berani meniru Kota Copenhagen, Denmark, misalnya. Kota itu menjadi salah satu kota tersehat di dunia karena warganya memilih bersepeda.

Sebuah survei di 23 kota di 15 negara yang dilakukan Conduent pada 2017 menyimpulkan transportasi publik di masa depan ialah kombinasi apa yang mungkin (what's possible) dan apa yang dibutuhkan (what's needed). Orang sering tidak tahu moda transportasi publik apa yang lebih baik. Ketika mereka membayangkan masa depan, masa depan itu dibatasi pengalamannya dan persepsinya sekarang.

Karena itu, terbuka peluang dan optimisme bahwa publik dapat dididik untuk beralih dari menyetir mobil sendiri bila tersedia multimoda transportasi publik yang memberi keluwesan pilihan bagi dirinya. 'Bagi dirinya' pernyataan yang penting, karena keputusan memilih transportasi bukan pilihan yang rasional. Sebanyak 54% memilih menyetir mobil sendiri karena nikmat.

Contohnya, orang mungkin memilih naik mobil pribadi atau bus dari rumahnya ke stasiun kereta api terdekat, untuk kemudian naik kereta api ke tempat tujuan (kerja). Bahkan, lebih elok lagi bila tersedia pula alternatif warga bisa dengan nyaman dan aman naik sepeda dari rumah ke stasiun terdekat, untuk kemudian berkereta api ke tempat tujuan.

Akan tetapi, solusi yang sehat itu hanya mungkin dilakukan di kota yang udaranya bersih. Hal itu masih sangat jauh untuk dapat diterapkan di Jakarta. Kenapa? Laporan Greenpeace terakhir Jakarta dan Hanoi merupakan dua kota terpolusi di Asia Tenggara. Salah satu penyebabnya ialah meningkatnya jumlah mobil pribadi yang menyesaki Kota Jakarta dengan gas buangannya yang empat kali lipat di atas batas aman tahunan menurut standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Perubahan kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi beralih menjadi pengguna transportasi publik ialah proses yang panjang. Perubahan itu bahkan memerlukan keteladanan yang menunjukkan empati kepada suasana kebatinan publik.

Saya pikir itulah yang dilakukan Presiden Jokowi ketika dia naik KRL commuter line untuk pulang ke Istana Bogor pada Rabu (6/3). Presiden didampingi Komandan Paspampres, Mayjen Maruli Simanjuntak, bersesakan dalam gerbong yang penuh dengan masyarakat yang pulang kerja. Dalam penuh sesak itu Jokowi sempat menanggapi sejumlah masukan pengguna KRL.

Itu bukan pertama kali Jokowi naik kereta api. Hampir setahun lalu, Sabtu (7/4/2018), Presiden berkereta api dari Bogor ke Sukabumi, Jawa Barat, untuk melakukan kunjungan kerja. Presiden disambut hujan dan rakyat yang gembira.

Semua itu bukti Jokowi berkereta api bukan pencitraan menjelang pilpres. Presiden menjadikan dirinya sebagai role model kepublikan yang langka.

Rakyat perlu contoh dari atas. Jokowi kembali menunjukkan dirinya bukan pemimpin penghasil teks, banyak omong, melainkan pemimpin yang menaklukkan konteks. Inilah pemimpin yang mengilhami kepercayaan karena melakukan berbagai hal yang benar, demi kemaslahatan publik, kemaslahatan rakyat banyak.

Saya pikir contoh dari atas yang ditunjukkan Jokowi itu perlu ditiru lebih luas oleh pejabat publik lainnya. Publik perlu lebih banyak contoh tokoh publik yang 'berani' kehilangan kenikmatan naik mobil pribadi.

Kiranya hasilnya ialah publik bukan hanya dapat menikmati akhir pekan sebagai car free day, melainkan juga beberapa hari kerja sebagai car free days sehingga kemacetan dan polusi banyak berkurang.



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.