Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Sertifikasi Lahan

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
09/2/2019 05:30
Sertifikasi Lahan
()

SEJAK akhir 1980-an ahli ekonomi asal Peru, Hernando de Soto, mengingatkan ketimpangan ekonomi akibat globalisasi. Segelintir elite yang paham soal hukum mampu melegalkan aset yang dimiliki sehingga bisa memberi nilai ekonomi yang tinggi. Sementara itu, miliaran penduduk dunia yang lain hanya bisa ‘membiarkan’ asetnya menjadi tidak bernilai.

Aset yang dimaksud oleh De Soto ialah properti termasuk lahan. Nilai aset yang ‘mati’ di seluruh dunia karena tidak ditopang data administrasi yang kuat mencapai US$10 triliun atau sekitar Rp140 ribu triliun. Sebuah nilai yang sangat fantastis!

Oleh karena itu, antara 1988 hingga 1995, Institut Kebebasan dan Demokrasi yang dipimpin De Soto membantu pemerintah Peru melakukan reformasi. Sekitar 1,2 juta rakyat dan 380 ribu perusahaan mendapatkan sertifikasi atas aset yang dimilikinya. Dengan itu, perekonomian Peru yang berada di ‘ruang gelap’ mampu dibawa masuk ekonomi formal.

Apa lalu manfaatnya bagi masyarakat? Mereka bisa lebih tenang dan leluasa untuk mengelola aset yang dimiliki. Mereka bisa pergi ke bank untuk mendapatkan pinjaman. Sementara itu, bagi pemerintah, perekonomian nasional bisa lebih akurat dihitung dan bahkan bisa ditarik pajaknya secara lebih adil.

Pemikiran De Soto seperti itulah yang sekarang dilaksanakan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. Upaya pemerintah melakukan sertifikasi tanah milik masyarakat ditujukan agar administrasi kepemilikan lahan menjadi jelas dan aset masyarakat bisa dioptimalkan.

Sekitar 5 juta sertifikasi tanah yang ditargetkan memang bukan perkara mudah. Banyak tanah yang dimiliki masyarakat tidak jelas asal-usulnya. Akibatnya, terjadi tumpang-tindih kepemilikan dan akhirnya menjadi sengketa.

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dijalankan pemerintah bukan dimaksudkan untuk menyelesaikan sengketa yang ada. Namun, bagi mereka yang tidak lagi menghadapi konflik tanah, pemerintah langsung memberikan sertifikat agar tidak menimbulkan sengketa baru.

Begitu banyak sengketa tanah yang ada sekarang ini baik antaranggota masyarakat maupun antarperusahaan. Kondisi ini tentu tidak menguntungkan karena akan menguras energi dan berpotensi menjadi konflik sosial. Bahkan lebih dari itu, konflik membuat aset-aset itu menjadi tidak produktif.

Penataan dan pendataan lahan dan properti merupakan sesuatu yang perlu kita lakukan agar kita bisa membangun ekonomi yang formal. Bahkan dengan data yang akurat, perencanaan pembangunan ekonomi bisa dirancang dengan lebih baik.

Sekarang ini kita tidak memiliki data akurat tentang luasan lahan yang kita miliki. Berapa dari jumlah lahan yang ada merupakan hutan alam dan berapa luasan lahan produktif? Bahkan ada sebuah satire, berapa jumlah luasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, hanya Tuhan yang tahu.

Sebagai negara yang akan menjadi kekuatan ekonomi keempat terbesar di dunia, maka administrasi properti harus bisa dikelola dengan lebih baik. Dengan itulah aset-aset baik yang dimiliki masyarakat maupun negara bisa dibuat menjadi lebih produktif.

Negara-negara maju bisa memiliki ekonomi yang kuat karena mereka mampu mengapitalisasikan semua aset yang dimiliki. Dengan memiliki surat-surat yang sah, maka semua aset yang mereka miliki bisa dijadikan modal yang produktif.

Tentu dibutuhkan kecerdasan juga untuk bisa membuat aset-aset itu menjadi produktif. Tugas kita bersama untuk mendidik masyarakat agar tidak mudah menjaminkan sertifikat yang dimiliki. Harus jelas tujuan yang hendak mereka capai.

Tantangan terbesar pada kita ialah mereka yang selama ini bermain di ‘ruang gelap’. Program PTSL masih diganggu oleh mereka yang selama ini memburu rente. Prinsip ‘kalau bisa dipersulit mengapa harus dipermudah’ masih ada di tengah kita.

Namun, kita tidak perlu berkecil hati. Langkah awal ini membutuhkan konsistensi dalam pelaksanaannya. Ketika semua pendataan bisa dilakukan, penataan penggunaan lahan akan bisa dilakukan dengan lebih baik dan dengan modal itulah kita akan bisa semakin maju.

 



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.