Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
FORUM Ekonomi Dunia (WEF) 2019 di Davos, Swiss, berakhir Jumat kemarin.
Empat pejabat Indonesia yakni Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong hadir untuk mempromosikan Indonesia.
WEF bukan hanya forum pertemuan para pejabat negara, melainkan juga bankir, pengusaha, dan filantrofis dunia.
Tema besar yang diangkat ialah pentingnya kolaborasi di antara negara-negara di dunia untuk membentuk dunia yang baru dan menciptakan kesejahteraan bagi semua umat manusia. "Nobody can do everything, but everybody can do something," demikian kira-kira pesan yang disampaikan.
Pembangunan tidak cukup lagi hanya diukur dari capaian ekonomi. Yang jauh lebih penting ialah bagaimana kontribusi kepada perbaikan tatanan sosial. Tema Tri hita karana yang dibahas menjelang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali akhir tahun lalu diperkuat kembali di Davos.
Para pemimpin dunia dan pengusaha menyadari, kemajuan ekonomi tidak ada manfaatnya apabila tidak bisa dirasakan semua umat manusia. Keseimbangan hubungan antarmanusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Sang Pencipta menjadi sesuatu yang penting untuk dicapai.
Tentu seperti dikatakan Jack Ma, sebagai manusia, kita pasti dihadapkan kepada keraguan dan ketakutan. Namun, kita tidak perlu berkecil hati karena tidak ada seorang pun di antara kita yang ahli melihat masa depan. Kita hanya ahli melihat yang sudah terjadi kemarin. Namun, ketakutan itu justru merupakan peluang bagi mereka yang selalu bersikap optimistis.
Dengan bersama-sama membangun tatanan dunia yang baru, menurut Kanselir Jerman Angela Merkel, beban yang harus kita pikul pasti akan menjadi lebih ringan. Yang terpenting semua mau terbuka, semua mau saling memberi, dan sikap win-win menjadi keyakinan kita.
Globalisasi 4.0 kini menjadi arah yang harus dikerjakan semua negara di dunia. Indonesia pun tidak mau ketinggalan untuk menjawab tantangan. Menurut Menteri Perindustrian, making Indonesia 4.0 menjadi agenda yang terus dijalankan pemerintah.
Rudiantara menambahkan, untuk membuat masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi, pemerintah tidak lagi membatasi dengan peraturan yang menghambat. Peran pemerintah diubah dari semula sebagai regulator menjadi fasilitator dan bahkan akselator.
Untuk mengejar ketimpangan kemampuan di antara anggota masyarakat, peningkatan sumber daya manusia menjadi fokus pemerintah tahun ini. Peningkatan kapasitas diharapkan bisa menciptakan leveled playing field, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan.
Hadirnya unicorn Indonesia yang andal bisa menjadi marketplace bagi produk-produk start-up dan usaha kecil dan menengah sehingga diketahui konsumen. Tokopedia saja sekarang ini sudah menjadi tempat transaksi bagi 90 juta rakyat Indonesia.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved