Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHANAN KPK diperlakukan lebih ketat. Sebelumnya hanya mengenakan baju tahanan, kini mereka diborgol sama seperti tahanan kriminal umumnya.
Borgol itu tampak berpengaruh. Selintas tampak di foto yang dipublikasikan media bagaimana koruptor berupaya menutupi borgol dengan jemari tangan yang satu. Saya menduga mereka malu diborgol.
Yang jelas pemborgolan itu membuat koruptor tidak bisa lagi melambaikan tangan. Selama ini kendati berpakaian tahanan KPK, koruptor sepertinya gembira ditangkap KPK yang diekspresikan dengan melambaikan tangan.
Ekspresi itu membuat orang jengkel. Baju tahanan KPK malah seperti menjadi baju kehormatan. Mereka melambaikan tangan seperti hendak berpisah dengan kerabat karena pulang kampung.
Menurut KPK, pemborgolan itu semata melaksanakan peraturan KPK. Tidak ada penjelasan KPK kenapa baru sekarang memberlakukan pemborgolan. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kenapa?
Hemat saya pemborgolan itu dapat berpengaruh terhadap kedudukan sosial dan martabat koruptor. Pemborgolan mengubah status koruptor dari kejahatan kerah putih (white-collar crime) menjadi sama statusnya dengan kejahatan kerah biru (blue-collar crime). Koruptor yang umumnya pejabat itu samalah derajatnya dengan penjahat yang status sosialnya rendah.
Suap dan korupsi jelas tergolong kejahatan kerah putih. Konsep kejahatan kerah putih merupakan 'magnum opus' sosiolog Amerika Edwin Hardin Sutherland, yang dilansir pada 1939. Ia berpandangan kelas sosial merupakan faktor yang menciptakan kejahatan kerah putih.
Pandangan itu pas benar dengan korupsi di negeri ini. Korupsi dilakukan orang-orang yang dihormati, yang berstatus sosial tinggi di masyarakat mereka selaku pejabat publik.
Status sosial yang tinggi itu bahkan masih melekat setelah mereka keluar dari penjara. Mereka tidak punya malu sebagaimana ditunjukkan dengan gairah kembali menjadi pejabat publik dengan mencalonkan diri kepala daerah atau calon legislatif.
Vonis hakim berupa hukuman tambahan mencabut hak politik bagi koruptor menghabisi ambisi koruptor untuk kembali ke panggung kekuasaan. Namun, rasanya tidak membuat malu atau jera. Kiranya predikat pernah diborgol dapat membuat malu seumur hidup.
Bayangkan orang yang berstatus sosial tinggi di masyarakat itu, saban kali habis diperiksa di KPK atau sidang pengadilan, tangannya diborgol untuk dibawa kembali ke tempat penahanan. Saban kali itu pula gambar dirinya yang diborgol itu masuk ke ruang publik melalui liputan media.
Riset yang dilakukan Jiangnan Zhu, asisten profesor di Departemen Politik dan Administrasi Negara Universitas Hong Kong, menunjukkan hukuman yang berat, bahkan hukuman mati, tidak efektif mencegah korupsi di Tiongkok. Saya rasa di sini pun demikian. Sebagai gambaran, fakta hukuman mati tidak membuat kejahatan narkoba berkurang.
Begitu masif operasi tangkap tangan dilakukan KPK, tetapi tidak ada tanda-tanda menimbulkan efek jera. Kini KPK memborgol koruptor yang menjatuhkan status sosial karena status kejahatannya diturunkan dari kejahatan kerah putih menjadi kejahatan kerah biru.
Kiranya tepercik harapan jatuhnya status sosial dan martabat itu dapat berdampak pada pencegahan korupsi.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved