Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Mobil Listrik

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
08/12/2018 05:30
Mobil Listrik
()

PERATURAN presiden mengenai mobil listrik akan dikeluarkan awal tahun depan. Pemerintah bersemangat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak menjadi mobil yang menggunakan energi listrik. Ada dua tujuan yang ingin dicapai dari kebijakan itu, yakni mengurangi emisi gas buang dan menurunkan defisit neraca transaksi berjalan akibat tingginya impor minyak.
        
Kita tentunya mendukung keinginan pemerintah karena ada komitmen negara ikut serta mengendalikan perubahan iklim. Hanya, sebelum kebijakan itu dikeluarkan, harus dilakukan kajian mendalam. Jangan sampai kita terlalu bernafsu, tetapi biaya yang harus ditanggung dari kebijakan itu terlalu mahal.
        
Mobil listrik bukan barang baru di dunia. Semua pabrikan besar sudah lama melakukan riset pengembangannya. Jutaan dolar sudah dikeluarkan untuk menghasilkan prototipe yang sesuai dengan keinginan pasar.
        
Akan tetapi, tidak serta-merta juga orang mau beralih dari mobil dengan sistem pembakaran ke mobil listrik. Tesla yang begitu fenomenal sebagai produsen mobil listrik, sepanjang 2018 hanya menjual 500 ribu unit di seluruh dunia. Tiongkok yang jumlah pertambahan mobilnya bisa mencapai 27 juta unit per tahun, mobil listriknya hanya sekitar 400 ribu unit yang dibeli masyarakat.
         
Oleh karena itu, terlalu berlebihan kalau kita menetapkan pada 2030 semua harus sudah beralih ke mobil listrik. Kita belum pernah secara jelas mendefinisikan arti 'semua beralih ke mobil listrik' itu. Apakah itu hanya kendaraan pribadi ataukah juga termasuk kendaraan penumpang dan truk?
         
Kejelasan definisi itu harus tertuang dalam perpres agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di lapangan. Ini juga penting bagi para investor yang sudah telanjur menanamkan modal di Indonesia. Bukan hanya investor Jepang yang sudah membangun pabrik di Indonesia, melainkan juga produsen mobil dari Eropa dan Tiongkok.
         
Sekali kita keliru mengeluarkan kebijakan maka semakin malas orang berinvestasi ke Indonesia. Sejauh ini investasi ke Indonesia cenderung menurun karena inkonsistensi kebijakan dan ketidakpastian hukum. Tanpa ada pegangan jelas, orang makin enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia karena merasa akan masuk ke tempat investasi yang tidak jelas arahnya.
         
Sejauh ini semua produsen mobil masih terus mengembangkan mobil listrik. Persoalan terbesar dari mobil listrik ialah pada kemampuan baterai yang harus bisa menyimpan energi sebesar mungkin dan komponennya harus tahan lama karena 60% harga mobil listrik ada pada baterainya. Belum lagi persoalan berat baterai yang kalau kapasitasnya semakin besar membutuhkan baterai yang lebih berat.
        
Tesla yang bobotnya lebih dari 1,6 ton, lebih dari 1 tonnya ialah bobot dari baterainya. Mereka pun sekarang baru mengembangkan tiga tipe untuk jenis sedan. Untuk kendaraan seperti truk, Tesla baru membuat prototipe dan masih terus berjuang sampai bisa dibuat produk massal.
         
Persoalan kedua tentunya pada keinginan konsumen. Apakah para pengguna mobil suka dengan mobil listrik? Sebab, bagi banyak pengendara mobil, sensasi berkendaraan itu terletak pada suaranya. Kebanyakan orang masih mengharapkan bunyi deru kendaraan.
         
Untuk itulah banyak negara memberikan insentif kepada orang yang mau menggunakan mobil listrik. Karena emisi gas buang yang lebih rendah, negara memberikan keringanan harga. Mobil-mobil listrik diberi harga lebih murah agar orang mau beralih dari mobil yang menggunakan BBM.
          
Perjuangan berat masih harus dihadapi perusahaan mobil listrik. Lagi-lagi Tesla yang menjadi model, misalnya, masih harus menunjukkan diri sebagai perusahaan sehat. Dalam 10 tahun keberadaannya, perusahaan yang dipimpin Elon Musk ini memang mampu meningkatkan penerimaan dari US$117 juta menjadi hampir US$12 miliar. Namun, kerugiannya pun dalam 10 tahun terus membesar.
          
Satu hal yang juga harus dipertimbangkan pemerintah ketika akan mengganti mobil sistem pembakaran menjadi mobil listrik ialah fase peralihannya. Berapa banyak kendaraan yang menggunakan BBM akan diafkir setiap tahun? Akan dijadikan apa mobil-mobil yang diafkir itu?
        
Bagaimana pula dengan pabrik-pabrik mobil dengan sistem pembakaran yang sudah ada? Apakah mereka akan didorong memproduksi mobil untuk tujuan ekspor? Kalau tidak, harus dipikirkan nasib puluhan ribu pekerja dan industri pendukung mobil dengan sistem pembakaran yang telanjur ada. Belum lagi kilang-kilang minyak serta stasiun pengisian bahan bakar umum yang sudah dibangun Pertamina selama ini.
        
Perubahan sistem lama dengan sistem baru tidak bisa dilakukan seperti membalikkan telapak tangan. Harus dipikirkan matang-matang penahapannya agar tidak menimbulkan gejolak yang tidak diinginkan. Apalagi industri otomotif merupakan salah satu industri unggulan pemerintah. Thailand dengan konsistensi kebijakannya bukan hanya telah menjadi 'Detroit Asia', bahkan sektor otomotifnya mampu menyumbangkan devisa US$50 miliar setiap tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.