Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menyoroti adanya kesenjangan tajam antara keinginan partai politik dengan aspirasi konstituen terkait wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Merujuk pada hasil survei terbaru LSI Denny JA, mayoritas responden termasuk pendukung partai yang pro mekanisme pilkada lewat DPRD justru secara tegas menolak mekanisme tersebut.
Jamiluddin menilai, fenomena ini menunjukkan bahwa partai politik belum menjalankan fungsi idealnya dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi arus bawah.
"Seharusnya partai menjaring aspirasi konstituennya terlebih dahulu sebelum mendukung pilkada melalui DPRD. Jika kesenjangan ini tidak diatasi, konstituen akan merasa frustrasi karena partainya dinilai tidak aspiratif," ujar Jamiluddin melalui keterangannya, Kamis (8/1).
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini memperingatkan adanya potensi penolakan kolektif dari para pemilih. Jika konstituen dari berbagai partai bersatu menolak, hal itu dapat menghancurkan kepercayaan publik terhadap partai politik yang pada akhirnya akan berdampak buruk pada perolehan suara di pemilu mendatang.
"Bersatunya para konstituen dalam menolak wacana ini dapat menghilangkan kepercayaan mereka terhadap partai pendukung pilkada melalui DPRD. Implikasinya akan sangat terasa pada pemilu yang akan datang," tegasnya.
Dalam peta politik saat ini, Jamiluddin melihat posisi PDI Perjuangan (PDIP) yang konsisten menolak usulan pilkada dipilih DPRD akan mendapatkan nilai tambah di mata publik. PDIP diprediksi akan mendapatkan dukungan karena dianggap sejalan dengan keinginan mayoritas rakyat.
"Partai yang menolak pilkada melalui DPRD akan diuntungkan. PDIP bisa jadi akan mendapat berkah karena menjadi pihak yang menolak usulan tersebut," imbuhnya.
Jamiluddin meminta partai-partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pilkada tidak langsung untuk segera melakukan evaluasi diri. Sebagai pilar demokrasi, partai politik semestinya mendahulukan suara rakyat daripada kehendak elite organisasi.
"Partai harus benar-benar mengacu pada aspirasi konstituen dalam membahas RUU. Jika aspirasi rakyat diakomodasi, tidak akan ada gejolak berarti saat masalah pilkada ini diputuskan. Rakyat akan puas dengan kinerja partai pilihannya," pungkas Jamiluddin. (Faj/P-3)
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Pelaksanaan Pilkada langsung masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Yusril Ihza Mahendra, menilai pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung melalui DPRD lebih efektif untuk menekan praktik politik uang.
PEMERINTAH menyatakan terbuka terhadap wacana penerapan kembali pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung melalui DPRD
PEMERINTAH menyatakan terbuka terhadap wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada), termasuk kemungkinan mengembalikannya menjadi pemilihan tidak langsung.
Waketum PAN Eddy Soeparno mengaku pihaknya terbuka dengan usulan mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan DPRD kembali menguat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved