Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menyatakan terbuka terhadap wacana penerapan kembali pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung melalui DPRD. PEMERINTAH menyatakan terbuka terhadap wacana penerapan kembali pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung melalui DPRD
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan secara pribadi dirinya cenderung mendukung pilkada tidak langsung. Menurutnya, pilkada langsung selama ini menimbulkan beban biaya yang sangat besar sekaligus berpotensi memecah masyarakat.
“Kalau saya sendiri sebenarnya lebih cenderung kepada pemilihan tidak langsung oleh DPRD, karena pemilihan langsung itu biayanya sangat mahal dan juga cenderung membelah masyarakat,” kata Yusril di Universitas Indonesia, Rabu (14/1).
Ia menilai, dalam banyak kasus pilkada langsung, kandidat yang menang umumnya adalah mereka yang memiliki tingkat popularitas tinggi dan dukungan finansial besar. Kondisi tersebut, lanjut Yusril, membuka ruang manipulasi politik yang sulit dikendalikan.
“Biasanya yang menang dalam pemilihan langsung itu adalah mereka yang populer dan mereka yang punya uang. Manipulasi politik yang terjadi selama ini luar biasa di daerah-daerah dan sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Yusril juga menyoroti persoalan pengawasan politik uang. Menurutnya, pemilihan tidak langsung lebih mudah diawasi karena jumlah pihak yang terlibat relatif terbatas.
“Pemilihan tidak langsung itu lebih mudah diawasi karena jumlah anggota DPRD sedikit. Kalau pun terjadi suap, yang diawasi hanya beberapa orang, berbeda dengan pemilihan langsung,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan tingginya biaya pilkada langsung kerap mendorong kepala daerah terpilih untuk mencari cara mengembalikan modal politik, yang pada akhirnya berujung pada praktik korupsi.
“Di satu pihak kita ingin menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, tapi tanpa sadar kita membuka peluang terjadinya korupsi karena biaya pilkada itu besar sekali,” kata Yusril.
Meski memiliki pandangan pribadi, Yusril menegaskan pemerintah tetap akan menghormati keputusan politik yang diambil secara demokratis melalui mekanisme yang berlaku.
“Saya pasti akan duduk pada keputusan demokratis mana yang kita pilih,” pungkasnya. (Dev/I-1)
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Yusril Ihza Mahendra, menilai pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung melalui DPRD lebih efektif untuk menekan praktik politik uang.
PEMERINTAH menyatakan terbuka terhadap wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada), termasuk kemungkinan mengembalikannya menjadi pemilihan tidak langsung.
PDIP yang konsisten menolak usulan pilkada dipilih DPRD akan mendapatkan nilai tambah di mata publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved