Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

PAN Buka Peluang Kaji Pilkada Lewat DPRD

Rahmatul Fajri
23/12/2025 15:36
PAN Buka Peluang Kaji Pilkada Lewat DPRD
ilustrasi(MI)

WAKIL Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyatakan pihaknya terbuka terhadap wacana evaluasi mekanisme pemilihan kepala daerah, termasuk opsi dipilih melalui DPRD. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya membenahi kualitas demokrasi yang saat ini dinodai oleh maraknya praktik politik uang.

Eddy menegaskan bahwa keterbukaan PAN terhadap berbagai opsi pembenahan sistem pemilu bertujuan agar representasi masyarakat benar-benar terlaksana dengan baik.

“Pada prinsipnya PAN selalu terbuka dengan semua opsi yang ada. Tujuan kita hanya satu, agar representasi masyarakat melalui sistem demokrasi bisa terlaksana dengan baik dan menghasilkan kualitas demokrasi yang semakin kuat,” ujar Eddy melalui keterangannya, Selasa (23/12).

Wakil Ketua MPR RI itu menyoroti realitas pahit dalam pelaksanaan pemilihan langsung di Indonesia. Menurutnya, hampir tidak ada tahapan pemilihan yang luput dari transaksi politik, mulai dari Pilkades hingga Pemilihan DPR RI.

“Kita harus jujur melihat bahwa money politics terjadi di semua level dan semua tahapan pemilihan langsung. Tidak ada yang benar-benar luput dari praktik ini,” tegas Eddy.

Ia mengingatkan bahwa pejabat yang terpilih melalui politik uang cenderung tidak menjalankan amanah rakyat karena merasa telah melunasi kewajibannya di awal melalui transaksi tersebut. Oleh karena itu, ia menekankan perubahan sistem harus dibarengi dengan penegakan hukum yang tegas dan pendidikan politik yang masif bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Eddy menilai opsi pemilihan tidak langsung melalui DPRD sebenarnya tidak menyalahi esensi demokrasi Indonesia. Sebaliknya, hal tersebut dinilai selaras dengan Pancasila.

“Pemilihan melalui DPRD sesungguhnya sejalan dengan semangat sila keempat Pancasila, yaitu musyawarah untuk mufakat. Ini adalah asas demokrasi Indonesia yang dirumuskan oleh para founding fathers kita,” ungkapnya.

Ia berharap perdebatan mengenai mekanisme pemilu ke depan tidak hanya berkutat pada masalah teknis, tetapi diletakkan dalam kerangka penguatan demokrasi Pancasila.

"Pada akhirnya, yang paling penting adalah memastikan hasil pemilu benar-benar mencerminkan kehendak rakyat dan melahirkan kepemimpinan yang berkualitas," pungkas Eddy. (Faj/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik