Jumat 20 November 2020, 03:20 WIB

Menimbang Peluang Kontestan Pilwalkot Mataram

Yusuf Riaman | Pilkada
Menimbang Peluang Kontestan Pilwalkot Mataram

ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Selly Andayani dan TG Abdul Manan (kiri) membubuhkan tanda tangan.

 

KOTA MATARAM merupakan salah satu dari tujuh kabupaten/kota di Provini Nusa Tenggara Barat (NTB) yang melaksanakan pilkada tahun ini. Arena perebutan tampuk pimpinan untuk lima tahun ke depan di wilayah itu pun ramai peminat dengan empat pasang calon siap berlaga.

Mereka yang bakal berebut suara ialah pasangan nomor urut 1 Mohan Roliskana-TGH Mujiburahman (Harum) yang diusung Partai Golkar, PPP, PBB, dan NasDem. Kemudian, nomor urut 2 Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (Salam), nomor urut 3 Makmur Said-Badruttamam Ahda (Muda), dan pasangan nomor 4 Baihaqi-Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru).

Setelah melalui tahapan debat publik pertama yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Mataram, Kamis (29/10), konstelasi politik pilkada di ibu kota Provinsi NTB itu tampak terus bergerak dinamis. Empat paslon menunjukkan kelebihan dan juga kekurangan masing-masing.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 menilai adu gagasan dan visi-misi antarpaslon dalam debat publik telah mengedukasi calon pemilih untuk memilih kandidat yang benar-benar visioner.

Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto melihat ada peningkatan dinamika menuju arah positif di Pilkada Kota Mataram.

“Ada feedback yang bisa kita tangkap di media sosial bahwa semakin banyak masyarakat pemilih yang berinteraksi. Ini menunjukkan partisipasi pemilih bisa meningkat nantinya,” ujarnya.

Namun, kata Bambang yang akrab disapa Didu, dari panggung debat pertama tersebut belum bisa dianalisis bahwa hasilnya akan memengaruhi elektoral tiaptiap paslon. Hal itu karena semua paslon menunjukkan gagasan yang bagus dan di lain sisi juga memperlihatkan beberapa kekurangan.

Menurutnya, analisis dan pemetaan potensi yang dilakukan M16 terhadap paslon di awal November ini masih memperlihatkan grafik yang stagnan. Swing voter memang sudah sedikit menurun, tetapi masih di angka 30% lebih.

M16 menilai sah-sah saja hasil sejumlah lembaga survei mengunggulkan pasangan Harum.

“Yang jelas survei itu hanya alat untuk mengukur tingkat popularitas, akseptabilitas, dan elektabiltas paslon yang dibatasi oleh limitasi waktu kapan survei dilakukan. Bukan mencerminkan perolehan suara di TPS,” tandas Didu.

Menurutnya, meski Salam dianggap underdog, di lapangan ritme gerakan dan progresnya meningkat signifikan. Selain karena figur Selly yang sudah populer dan pernah menjadi pejabat Wali Kota Mataram pada 2015, juga karena mesin koalisi dan relawan terus bekerja masif.

Pasangan Muda memiliki peluang yang bagus pula. Pasangan ini juga bisa dibilang ‘petahana’ karena calon wakil wali kota Badruttamam Ahda adalah anak Wali Kota Mataram saat ini, Ahyar Abduh.

Adapun pasangan Baru, menurut Didu, memberi warna dinamika Pilkada Kota Mataram. Debat Publik pertama cukup memberikan ruang bagi Baru untuk tampil. “Jadi, keempat paslon ini ada lebih ada kurangnya.”

 

ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Calon Wakil Wali Kota Mataram dari pasangan Selly-Manan (Salam) TG Abdul Manan menandatangani komitmen bersama penerapan protokol kesehatan covid-19 saat sosialisasi dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Mataram, NTB, Kamis (10/9/2020).


Rasional dan inovatif

Dosen politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Ihsan Hamid menilai, dengan rasionalitas politik dan heterogensi publik Mataram yang cukup tinggi, semua paslon punya peluang selama program yang ditawarkan rasional, inovatif, implementatif.

Dia mengatakan ada sejumlah indikator yang mesti dilihat, yakni program kerja/visi-misi, kerja dan konsolidasi tim sukses di lapangan, logistik/pendanaan, kreativitas kampanye, serta leadership atau pengalaman paslon.

Ihsan pun melihat paslon nomor urut 1 punya peluang cukup besar karena hampir memenuhi semua indikator. Dalam debat, pasangan Harum juga tampil bagus walaupun bahasa-bahasa yang digunakan masih cukup tinggi atau kurang familier karena memakai bahasa administrasi.

“Paslon ini juga masih bisa mengapitalisasi nama besar Pak Ruslan (mantan Wali Kota Mataram) yang notabene ayah Mohan,” jelasnya. (X-8)

Sumber: Kota KPU Mataram/mataramkota.go.id/Riset MI-NRC

Baca Juga

dok.medcom

Mulyadi : Masyarakat Harus Bersatu Melawan Kejahatan Demokrasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Januari 2021, 14:15 WIB
SIDANG gugatan Mulyadi terhadap Pilkada Sumbar 2020 baru berlansung satu kali di Mahkamah Konstitusi, namun menjadi perhatian masyarakat...
DOK. MI/PIUS ERLANGGA

90% Kepala Daerah Korupsi karena Utang ke Sponsor

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 23 Desember 2020, 01:55 WIB
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) sering dibuat gerah oleh ulah sejumlah kepala daerah, baik gubernur, wali kota, maupun bupati, yang...
Sumber: KPK/PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah/Riset MI-NRC

Berharap Langit Cerah di Daerah

👤THEOFILUS IFAN SUCIPTO 🕔Rabu 23 Desember 2020, 00:19 WIB
PASANGAN calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro, Provinsi Lampung, nomor urut 1, Wahdi Sirajudin dan Qomaru Zaman,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya