Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MOTOR matic adalah jenis sepeda motor yang menggunakan transmisi otomatis atau CVT, sehingga pengendara tidak perlu menekan kopling atau memindahkan gigi secara manual.
Motor ini lebih praktis dan mudah dikendarai, terutama di perkotaan dengan lalu lintas padat.
Ganti oli setiap 1.500 - 2.500 km atau sesuai rekomendasi pabrikan agar mesin tetap optimal.
Oli gardan harus diganti setiap 8.000 - 10.000 km untuk menjaga kelancaran sistem CVT.
Pastikan aki dalam kondisi baik agar sistem starter dan kelistrikan berfungsi normal.
Pakai bensin dengan oktan tinggi sesuai spesifikasi motor untuk mencegah kerak pada mesin.
Pastikan tekanan angin ban sesuai standar dan tidak aus sebelum perjalanan jauh.
Pastikan kampas rem tidak tipis agar pengereman tetap optimal.
Bersihkan atau ganti filter udara secara berkala untuk menjaga performa mesin.
Ganti V-Belt setiap 20.000 km agar akselerasi tetap responsif dan motor tidak tiba-tiba mati.
Jika motor menggunakan radiator, pastikan air coolant cukup untuk mencegah mesin overheat.
Pastikan lampu utama, lampu rem, dan klakson berfungsi dengan baik demi keselamatan.
Ganti busi setiap 6.000 - 10.000 km untuk menghindari mesin sulit dinyalakan.
Diamkan motor sekitar 1-2 menit sebelum dipakai agar oli merata ke seluruh mesin.
Lakukan servis setiap 2.000 - 3.000 km untuk mengecek kondisi motor secara menyeluruh.
Dengan perawatan yang rutin, motor matic kamu bisa tetap awet dan nyaman digunakan untuk perjalanan jauh. (Z-4)
Motor matic mati mendadak biasanya terjadi akibat gangguan pada sistem pembakaran, kelistrikan, bahan bakar, atau sensor mesin, terutama pada motor matic injeksi
Motor matic sangat populer di Indonesia karena praktis, nyaman, dan cocok untuk semua kalangan, baik pelajar, pekerja, maupun ibu rumah tangga.
Motor ini menggunakan sistem CVT yang secara otomatis menyesuaikan putaran mesin dan kecepatan tanpa perpindahan gigi yang terasa.
Agar tidak terjadi hal tersebut, baiknya bersihkan CVT setiap 8.000 sampai 10.000 kilometer , gunakan V-belt dan oli CVT asli pabrikan, serta hindari akselerasi mendadak
Untuk performa lebih baik, gunakan tuas gas stabil dan jangan rem gas bersamaan di tanjakan. Pastikan tekanan angin ban sesuai standar agar tenaga tidak terbuang
Dengan kata lain, motor matic bisa langsung dijalankan cukup dengan memutar gas dan menekan rem, tanpa perlu repot menarik kopling atau mengganti gigi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved