Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CVT atau Continuously Variable Transmission adalah sistem transmisi otomatis yang digunakan pada motor matic dan beberapa mobil.
Berbeda dengan transmisi manual atau otomatis konvensional yang memiliki gigi tetap, CVT menggunakan puli dan sabuk (V-belt) untuk mengubah rasio kecepatan secara halus dan tanpa perpindahan gigi yang terasa.
CVT pada motor matic bisa mengalami overheat jika tidak dirawat dengan baik.
CVT yang jarang dibersihkan bisa dipenuhi debu, pasir, dan kotoran yang menyebabkan gesekan berlebih dan mempercepat panas.
Kampas kopling yang sudah tipis atau aus akan menyebabkan gesekan berlebih dan menimbulkan panas berlebih di dalam CVT.
V-belt yang sudah aus atau retak dapat menyebabkan penyaluran tenaga menjadi tidak optimal, sehingga CVT bekerja lebih keras dan cepat panas.
Beberapa bagian dalam CVT seperti roller dan rumah kopling membutuhkan pelumasan yang baik. Jika pelumas kering atau kurang, gesekan meningkat dan panas cepat terjadi.
Roller yang aus atau beratnya tidak seimbang bisa menyebabkan kinerja CVT tidak optimal, sehingga mesin harus bekerja lebih keras dan menjadi panas lebih cepat.
Sering melakukan akselerasi dan deselerasi secara tiba-tiba bisa membuat CVT bekerja lebih keras dan meningkatkan panas dalam sistem.
Sering melewati tanjakan terjal atau membawa beban berat secara berlebihan dapat membuat CVT bekerja lebih berat, sehingga cepat panas.
Dengan perawatan yang baik, CVT bisa tetap awet dan performa motor tetap optimal. (Z-4)
Berbeda dengan transmisi manual yang menggunakan gigi tetap, CVT bekerja tanpa perpindahan gigi yang terasa, karena sistem ini mengubah rasio secara halus
Berbeda dengan transmisi manual yang memiliki gigi 1, 2, 3, dan seterusnya, CVT tidak memiliki perpindahan gigi secara bertahap, melainkan mengubah rasio secara halus
Sistem CVT banyak digunakan pada motor matic seperti Honda Vario, Yamaha NMAX, dan Suzuki Address. Sistem CVTÂ motor matic bisa mengalami suara berisik
Motor matic mati mendadak biasanya terjadi akibat gangguan pada sistem pembakaran, kelistrikan, bahan bakar, atau sensor mesin, terutama pada motor matic injeksi
Motor matic sangat populer di Indonesia karena praktis, nyaman, dan cocok untuk semua kalangan, baik pelajar, pekerja, maupun ibu rumah tangga.
Motor ini menggunakan sistem CVT yang secara otomatis menyesuaikan putaran mesin dan kecepatan tanpa perpindahan gigi yang terasa.
Agar tidak terjadi hal tersebut, baiknya bersihkan CVT setiap 8.000 sampai 10.000 kilometer , gunakan V-belt dan oli CVT asli pabrikan, serta hindari akselerasi mendadak
Untuk performa lebih baik, gunakan tuas gas stabil dan jangan rem gas bersamaan di tanjakan. Pastikan tekanan angin ban sesuai standar agar tenaga tidak terbuang
Dengan kata lain, motor matic bisa langsung dijalankan cukup dengan memutar gas dan menekan rem, tanpa perlu repot menarik kopling atau mengganti gigi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved