Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

14 Tahun Partai NasDem:  Restorasi sebagai Etos Kerja Negara

Hamim Pou Ketua DPP Partai NasDem Bidang Hubungan Eksekutif
10/11/2025 21:38
14 Tahun Partai NasDem:  Restorasi sebagai Etos Kerja Negara
(Dokpri)

PADA 11 November 2025, Partai NasDem genap empat belas tahun sejak penetapan badan hukum pada 11 November 2011. Angka itu lebih dari sekadar penanda usia, ia adalah jeda reflektif untuk menakar konsistensi gerakan perubahan yang kami sebut Restorasi Indonesia: politik yang memulihkan kepercayaan publik, menegakkan etika kekuasaan, dan memastikan negara bekerja lebih cepat, lebih adil, lebih melayani. Restorasi bagi NasDem bukan hiasan retorik, melainkan standar kerja —dari dapur kebijakan di parlemen hingga ruang-ruang pelayanan publik di daerah.

Selama satu dekade lebih, NasDem kerap dicatat sebagai anomali positif: dalam banyak survei prapemilu, posisi kami berada di sekitar peringkat lima atau sedikit di luar itu; namun ketika kontestasi tiba, mesin partai bergerak tertib, jaringan kader dan relawan menyatu, dan hasil akhirnya berlabuh di lima besar —bahkan empat besar— pada sejumlah momen penting. 

Fenomena ini tidak lahir dari kebetulan. Ia lahir dari kultur organisasi yang merajut tiga hal: disiplin nilai (kompas restorasi yang tidak mencla-mencle), disiplin kinerja (target yang terukur, bukan sekadar slogan), dan disiplin organisasi (rekrutmen terbuka, kaderisasi modern, dan manajemen data pemilih yang rapi). Ketiganya membuat NasDem tampil sebagai partai yang tidak bising, tetapi efektif.

Pertanyaannya: apa peran terbaik NasDem dalam memajukan Indonesia? Jawaban saya sederhana sekaligus menuntut konsistensi: menjadikan restorasi sebagai praktik keseharian berpolitik. Dalam legislatif, itu berarti mendorong arsitektur pendanaan politik yang bersih, memperkuat pengawasan berbasis data atas program-program inti (pangan, kesehatan primer, pendidikan vokasi, digitalisasi UMKM), dan menata regulasi agar investasi tumbuh tanpa mengorbankan keadilan sosial maupun kelestarian lingkungan.

Di eksekutif daerah, itu berarti memacu pelayanan publik yang cepat, transparan, dan ramah warga, sembari memperluas kesempatan kerja lokal lewat hilirisasi yang berpihak pada nilai tambah dalam negeri. Tantangan kita jelas: pragmatisme yang banal, transaksi politik yang membutakan nurani, korupsi yang licin beradaptasi, dan nepotisme yang menyaru sebagai loyalitas. Di tengah iklim ini, NasDem memilih menginstitusikan antitesisnya membangun pagar-pagar integritas yang bisa diaudit publik.

Kami mengarusutamakan conflict-of-interest registry bagi pejabat publik dari kader NasDem, mendorong pendanaan politik mikro melalui iuran anggota dan donatur kecil dengan pelaporan real time, memopulerkan prakonvensi dan debat kebijakan terbuka untuk calon kepala daerah dan calon legislatif, serta menuntut kontrak kerja fraksi yang terukur--berapa RUU prointegritas yang disahkan, berapa penghematan kebijakan yang dihasilkan, berapa program rakyat yang dipercepat. Restorasi, dengan demikian, berubah dari slogan menjadi sistem: dari kata menjadi cara kerja.

Ciri lain, yang menajamkan diferensiasi NasDem adalah tradisi inovasi program di luar kalender elektoral. Kami memang identik dengan NasDem Memanggil —kanal rekrutmen terbuka bagi warga negara yang bersedia menjadi calon legislatif, namun inovasi itu tidak berdiri sendiri. Laga perubahan menjadi bootcamp kader legislatif dan pengurus partai untuk memadukan kepemimpinan moral, kapasitas teknokratis, dan kepekaan pelayanan, program ini telah melahirkan ribuan alumni yang kembali ke dapil dengan perlengkapan kompetensi yang lebih komplet.

Remaja Bernegara merawat benih kepemimpinan belia —mengenalkan etika bernegara, literasi politik, dan nalar kebijakan agar generasi muda tidak tumbuh sebagai komentator demokrasi, melainkan pelaku perubahan. NasDem Rumah Perempuan memperluas kepemimpinan perempuan di berbagai sektor publik —dari politik elektoral hingga advokasi ekonomi dan perlindungan sosial— karena demokrasi tanpa kepemimpinan perempuan adalah demokrasi pincang.

NasDem Eksekutif Forum mempertemukan kepala daerah, anggota DPR, dan pimpinan partai untuk memetakan problem serta potensi daerah, menjahit kebijakan lintas level agar program pusat tidak mandek di hilir. Di atas semua itu, Akademi Bela Negara Partai NasDem menjadi menara bidik ideologis dan sekolah karakter —membentuk kader yang kukuh pada nilai kebangsaan, berani pada pembaruan, dan lentur pada kolaborasi. Rangkaian inisiatif ini memastikan Restorasi berakar: ada ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang menguji dampak.

Konsisten

Peringatan HUT Partai NasDem tahun ini juga lebih membumi dan sederhana, namun penuh makna. Aksi donor darah ribuan kader di seluruh Indonesia, pembagian puluhan ribu paket sembako untuk warga, kegiatan seni, budaya, dan olahraga, termasuk jalan santai yang diikuti jutaan kader di berbagai kabupaten kota. Partai ini partai rakyat yang terus konsisten di arus besar perubahan.

Pada sisi hubungan kekuasaan, NasDem mengambil posisi yang menuntut kedewasaan politik: mendukung penuh keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sembari tidak menempatkan kader di kabinet. Sikap ini kami pilih untuk mengabarkan dua pesan. Pertama, dukungan politik tidak harus diikat oleh transaksi kursi —ia bisa diukur dari kinerja legislasi yang memperlancar agenda pemerintah, kecepatan menyelesaikan hambatan regulasi, dan kualitas pengawasan yang justru menyehatkan eksekusi kebijakan.

Kedua, menjaga jarak dari jabatan eksekutif memberi kami otonomi moral untuk menyuarakan catatan kritis tanpa beban, sekaligus menegakkan garis nilai restorasi ketika realitas kekuasaan menghadirkan dilema. Di sini ada manfaat dan risiko. Manfaatnya: kredibilitas sebagai partai kebijakan, bukan partai jabatan; keleluasaan untuk tetap 'menjaga rel' nilai; dan peluang menjadi policy broker yang dibutuhkan pemerintah. Risikonya: terbatasnya akses eksekusi di kementerian dan potensi salah paham publik.

Namun, keduanya dapat dikelola selama kami menyajikan hasil yang kasatmata: RUU prioritas yang lulus, percepatan program rakyat, dan indikator layanan di daerah yang dipimpin jejaring kader partner-partner kami.

Dari sudut diferensiasi, NasDem menempatkan diri sebagai partai yang memadukan nilai, kebijakan, dan jejaring talenta lintas sektor. Restorasi adalah kerangka etik; policy making berbasis data adalah alat; dan rekrutmen terbuka--baik melalui NasDem Memanggil maupun kampus-kampus kader seperti Laga Perubahan dan Akademi Bela Negara--adalah mesin regenerasi. Di tengah pasar politik yang sering ditentukan oleh popularitas sesaat, model ini menjaga kami tetap rasional, relevan, dan bertumbuh.

Karena itu, saya optimistis pada umur panjang partai: selama disiplin nilai, kinerja, dan organisasi dijaga, NasDem akan hidup bukan sebagai kendaraan elektoral musiman, melainkan sebagai institusi demokrasi yang menua dengan kualitas.

Kerja besar lima tahun ke depan sudah menunggu. Kita harus memimpin perumusan pendanaan politik berintegritas agar kompetisi tidak ditentukan oleh tebalnya kas; memperluas replikasi praktik baik pelayanan publik--mal pelayanan terpadu, penguatan puskesmas dan nakes, revitalisasi vokasi yang benar-benar menyerap tenaga kerja lokal; mendorong transisi energi yang adil, sehingga biaya hidup tidak membubung sekaligus investasi hijau tetap deras; serta memperkuat ekosistem antikorupsi internal--dari kanal pelapor pelanggaran, pelarangan seumur hidup bagi pelanggar etik berat, hingga standar open contracting di daerah mitra.

Pekerjaan ini tidak spektakuler di beranda media, tetapi terasa di meja makan warga: harga pangan yang lebih bersahabat, layanan yang lebih cepat, peluang kerja yang lebih dekat.

Dengan posisi elektoral yang sering melompat ketika kompetisi dimulai, NasDem memiliki momen pengungkit untuk mengerjakan agenda yang benar-benar menyentuh hidup sehari-hari rakyat. Di Senayan fraksi menjadi mesin kebijakan, di daerah DPW/DPD adalah mesin implementasi, di pusat kepemimpinan partai memastikan keseimbangan antara dukungan pada pemerintah dan penjagaan garis nilai. Itulah kontribusi terbaik kami kepada Presiden dan bangsa: dukungan yang jujur, kerja yang konkret, dan kritik yang menyehatkan.

Empat belas tahun bukan akhir perjalanan. Ia baru pembuka babak kedewasaan. Restorasi Indonesia tetap menjadi bendera yang kami kibarkan —bukan untuk membelah siapa kawan dan lawan, melainkan untuk mengundang semua kekuatan akal sehat bergandengan. Selamat ulang tahun ke-14, Partai NasDem. Teruslah menjadi gerakan perubahan yang rendah hati sekaligus berani, modern sekaligus membumi, kritis sekaligus merangkul. Karena politik yang memulihkan kepercayaan bukan hanya mungkin, ia perlu dibuktikan setiap hari.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya