Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Masukan Strategis untuk Partai NasDem dan Kader Muda di HUT ke-14

Mohsen Hasan A Pemerhati Sosial, Politik, Budaya, dan Isu Global, Dewan Pakar DPP NasDem
13/11/2025 18:45
Masukan Strategis untuk Partai NasDem dan Kader Muda di HUT ke-14
(Dokpri)

EMPAT belas tahun perjalanan Partai NasDem bukan sekadar perayaan usia tetapi pengingat akan misi restorasi bangsa: mengembalikan politik kepada maknanya yang sejati, yaitu pengabdian, keberpihakan, dan kejujuran.

Tepat di momen ini, dunia politik global menghadirkan contoh bersejarah. Zohran Mamdani, wali kota Muslim pertama di New York City, seorang muda keturunan Uganda-India yang menaklukkan jantung politik dunia tanpa modal besar, tanpa elite, tanpa konglomerat hanya dengan kekuatan moral dan akar rumput. Kemenangannya mengguncang lanskap demokrasi dunia dan seharusnya juga menggetarkan nurani politik Indonesia.

Politik sejati lahir dari rakyat

Zohran Mamdani menunjukkan, bahwa politik yang hidup bukan politik yang dibangun dari menara kaca tetapi dari jalanan, dari rumah-rumah sempit, dari suara yang lama diabaikan. Ia menang bukan karena uang, tetapi karena empati dan kredibilitas moral.

Bagi Partai NasDem, ini adalah panggilan untuk kembali menegaskan jati diri bahwa kekuatan sejati partai ada pada rakyat bukan pada elite atau media. NasDem harus memperkuat basis kaderisasi di lapangan, membuka ruang bagi relawan muda, petani, buruh, dan pelajar untuk ikut bicara dalam rumah besar restorasi. 

Politik masa depan adalah politik kejujuran dan nilai

Elon Musk pernah mengatakan, "Zohran is the future of the Democratic Party." Ucapan itu bukan sekadar pujian melainkan pengakuan bahwa masa depan politik global kini bergerak ke arah keaslian dan keberanian moral. Di tengah dunia yang penuh pencitraan, rakyat kini lebih percaya pada pemimpin yang berani bicara jujur, menolak kemunafikan, dan hidup seperti yang ia katakan.

Untuk NasDem dan kadernya inilah saatnya membangun politik nilai bukan sekadar politik elektoral. Politik yang berakar pada: integritas pribadi, empati sosial, keberanian berpihak pada keadilan. Dan, komitmen terhadap kemanusiaan.

NasDem harus menjadi pionir politik moral di Indonesia partai yang bukan hanya memperebutkan kekuasaan tetapi memelihara nurani bangsa.

Reformasi internal jalan restorasi Nasional

Kemenangan Zohran terjadi karena sistem politiknya memberikan ruang bagi pemimpin kecil tumbuh besar. Sebaliknya politik Indonesia masih mahal, tertutup, dan cenderung dikendalikan modal besar. Maka NasDem perlu melakukan reformasi internal yang berani.

  • Membuka kaderisasi merit-based (berdasarkan kemampuan bukan koneksi)
  • Menciptakan NasDem Academy di setiap provinsi sebagai sekolah kepemimpinan publik
  • Menjalankan sistem audit etik bagi kader dan pejabat partai 
  • Menjadi pelopor transparansi dana politik di antara semua partai nasional

Jika NasDem ingin menjadi partai masa depan maka restorasi harus dimulai dari dalam tubuh sendiri. 

Gen Z dan politik jiwa baru

Zohran Mamdani adalah wajah generasi baru politik dunia. Ia lahir dari semangat Gen Z -generasi yang menolak kepalsuan, menuntut keadilan, dan lebih percaya pada ide ketimbang status. NasDem harus menjadi rumah bagi generasi ini. Berikan ruang bagi anak muda untuk:

  • Memimpin kampanye berbasis data dan nilai
  • Merancang solusi digital dan ekologis dan
  • Menyuarakan gagasan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan

Politik masa depan tidak akan ditentukan baliho besar tetapi oleh ide besar yang hidup di hati generasi muda.

Dari restorasi menuju transfigurasi

Selama 14 tahun, NasDem telah menjadi pionir gagasan politik tanpa mahar, restorasi Indonesia, dan politik gagasan. Kini tiba saatnya untuk melangkah lebih jauh dari restorasi menuju transfigurasi. Bukan hanya memperbaiki sistem tetapi mengubah kesadaran politik bangsa. Politik bukan hanya tentang siapa yang memimpin tetapi bagaimana seorang pemimpin memuliakan rakyatnya.

NasDem harus berdiri sebagai partai yang berjiwa, beradab, dan berani melawan arus pragmatisme tempat lahirnya pemimpin-pemimpin baru seperti Zohran Mamdani  tetapi dengan akar Indonesia: beriman, berilmu, dan berjiwa kebangsaan.

Pesan untuk kader NasDem

Pada usia ke-14 ini, mari seluruh kader menatap masa depan dengan semangat baru: politik yang tulus, bersih, dan berpihak kepada rakyat. Belajarlah dari Zohran Mamdani bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu langkah kecil jika langkah itu jujur dan berpihak.

"Jika rakyat tidak menemukan pemimpin yang mewakili mereka, mereka akan melahirkan pemimpin sendiri." NasDem harus menjadi partai yang melahirkan pemimpin semacam itu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik