Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TERCIPTANYA layanan PAUD berkualitas demi peningkatan mutu pendidikan di satuan PAUD adalah prioritas bersama. Salah satu upaya yang perlu dilakukan yaitu evaluasi penyelenggaraan program di tahun ajaran sebelumnya, yang disertai juga dengan perbaikan pada pembelanjaan anggaran agar berjalan secara efektif. Pembelajaan itu pun harus dipertanggungjawabkan di tingkat satuan pendidikan melalui Perencanaan Berbasis Data (PBD).
Apa itu Perencanaan Berbasis Data (PBD)?
PBD adalah proses yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam siklus perencanaan satuan pendidikan, yang diharapkan membawa perubahan dalam cara satuan PAUD melakukan perencanaan dan penganggaran.
PBD hendaknya diawali dengan evaluasi satuan Pendidikan atas kondisi mereka saat itu, dimana hasilnya dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengidentifikasi masalah, memahami akar masalah, dan melakukan pembenahan melalui rencana program yang tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Agar PBD sesuai dengan kondisi dan masalah yang dihadapi oleh satuan pendidikan maka profil pendidikan perlu dimanfaatkan sebagai sebagai sumber utama dalam penyusunannya. Profil pendidikan merupakan laporan komprehensif tentang layanan pendidikan di satuan pendidikan tersebut.
Lalu bagaimana data-data profil pendidikan tersebut didapatkan? Data tersebut merupakan hasil refleksi masing-masing satuan pendidikan, yang dimasukkan ke dalam platform Rapor Pendidikan. Oleh karena itu, satuan PAUD diharapkan mengisi data pribadi di platform tersebut secara lengkap.

Rapor Pendidikan dibuat dengan tujuan mempermudah proses dan menyederhanakan evaluasi bagi satuan pendidikan. Rapor Pendidikan ini berperan sebagai alat bantu bagi satuan pendidikan untuk memudahkan dalam melihat dan memaknai posisi dan kondisi yang ada, atau yang valid sesuai realita.
Selanjutnya, alat bantu itu dapat dipakai untuk menentukan langkah strategis dalam mengembangkan kualitas layanan satuan pendidikan.
Manfaat Perencanaan Berbasis Data (PBD) bagi satuan Pendidikan
Dengan melihat tiga manfaat di atas maka sesungguhnya pelaksanaan PBD diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku satuan PAUD dalam melakukan perencanaan dan penganggaran agar tepat guna, tepat sasaran, efektif dan efisen.
Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan mengenai pelaksanaan PBD:
Sebagai panduan untuk melakukan PBD, ikuti langkah-langkah berikut:
Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang Pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981, turut mendukung secara aktif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk meningkatkan kapasitas satuan PAUD dalam melaksanakan PBD melalui beragam kegiatan sosialisasi dan pelatihan.
Demikian pengenalan singkat peningkatan mutu Pendidikan di satuan PAUD melalui Perencanaan Berbasis Data (PBD). Mari terus tingkatkan mutu pendidikan melalui PBD, menuju PAUD berkualitas!
Kolaborasi ini bertujuan memutus sekat informasi dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas melalui konten edukasi yang ringan dan menghibur.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Kegiatan yang diikuti oleh 500 anak perwakilan dari 250 lembaga sekolah se-Kota Kediri tersebut diisi dengan bernyanyi dan melakukan sejumlah permainan motorik.
Di tengah arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital, muncul kekhawatiran baru, apakah anak-anak Indonesia masih tumbuh dengan akar budaya, alam, dan kearifan lokalnya sendiri?
ISTRI Wapres Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan Rp5,1 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD 2026.
ISTRI Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Tidak banyak kepala desa yang mau melanjutkan program setelah masa pendampingan berakhir. Namun kondisi itu tidak berlaku bagi Saeful Muslimin, Kepala Desa Tuwel, Tegal, Jateng.
Di SDN 015 Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pembelajaran numerasi tidak selalu dimulai dari buku dan papan tulis.
Di sebuah rumah sederhana di Kota Jambi, 7 Mei 1980, Zulva Fadhil tumbuh sebagai anak perempuan yang gemar membaca.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Ruang sederhana di SDN 015 Marang kayu, yang dulu penuh debu dan dinding retak, kini telah bertransformasi menjadi perpustakaan ramah anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved