Selasa 26 Oktober 2021, 18:25 WIB

Menyoal Pembelajaran Tatap Muka

Usep Setiawan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI, Ketua Dewan Eksekutif IKA Antropologi Unpad, Bandung | Opini
Menyoal Pembelajaran Tatap Muka

Dok pribadi
Usep Setiawan,

 

DIBUKANYA kembali pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah-sekolah sudah menjadi pilihan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak September 2021. Siswa-siswa pendidikan usia dini, sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas kini boleh masuk kelas kembali dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat.

Tengah September 2021, Kantor Staf Presiden yang bertugas mengakselerasi program prioritas dan mengelola isu-isu strategis dalam pembangunan dan pemerintahan telah melakukan verifikasi lapangan terhadap pelaksanaan pembelajaran PTM terbatas di Kota Jakarta Timur, Jakarta, dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Catatan hasil verifikasi lapangan ini, secara umum syarat diadakannya PTM terbatas sudah terpenuhi. Misalnya, pemantauan yang meliputi kurikulum belajar, ruang kelas, toilet, sarana cuci tangan, unit kesehatan sekolah, ruang isolasi, satgas covid sekolah, dan sumber daya manusia sekolah. Dari sisi tenaga pengajar dan tenaga pendukung sudah 100% vaksin. Siswa juga 98% sudah vaksinasi. Setiap harinya menerapkan pembelajaran 50% siswa di dua jenjang kelas. 

Unit kesehatan sekolah dan ruang isolasi sudah tersedia. Bahkan, sudah ada MoU dengan puskesmas terdekat. Satgas covid sekolah juga sudah berjalan dengan baik dalam peran aktif mendukung kelancaran PTM Terbatas ini, di antaranya sistem pengaturan akses keluar masuk siswa untuk menghindari kerumunan, dan koordinasi dengan satgas covid kelurahan terjalin baik. 

Berangkat dari temuan lapangan tersebut, penulis memandang penting bagi publik untuk ikut memikirkan beberapa hal yang terkait dengan kelancaran pelaksanaan PTM terbatas ini.

Tranformasi pembelajaran

Hemat penulis, ada dua aspek utama dari PTM terbatas di sekolah. Aspek pertama, menyangkut transformasi, kreativitas dan inovasi pembelajaran materi pendidikan utama berupa mata pelajaran yang secara resmi menjadi materi umum di sekolah. Aspek kedua, sosialisasi nilai-nilai sosial budaya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilakukan secara interaktif antara guru dengan murid, atau antara sesama murid di sekolah.

Kita bedah aspek pertama. PTM terbatas mesti memastikan proses pembelajaran diikuti guru dan murid sebagai peserta didik yang berproses dialektik di tempat dan ruangan yang sama. Proses pembelajaran, metode dan teknik belajar harus menyesuaikan pada setiap mata pelajaran. Guru bersama pengelola sekolah di bawah asistensi Kemendikbudristek penting mengembangkan metoda dan teknik pembelajaran bagi pelajaran umum secara lebih kreatif dan inovatif. 

Pembelajaran yang monoton alias menjemukan, selain akan sulit diterima para murid di era milenial sekarang ini, juga bisa mengancam efektivitas penyampaian materi pengajaran. Ambil contoh, penyiapan berbagai alat peraga yang sifatnya audio visual dan digital sangat penting diutamakan untuk digunakan dalam pembelajaran. 

Alat pembelajaran berupa power point yang ditayangkan dalam infokus bisa menjadi pilihan utama para guru. Penayangan film pendek sebagai ilustrasi dari materi pada mata pelajaran tertentu akan membantu efektivitas penyampaian materi belajar, sekaligus menarik minat siswa untuk menikmati proses pembelajaran secara tatap muka di dalam kelas.

Metode pembelajaran yang dialogis mendesak untuk diterapkan sejak pendidikan anak usia dini, sekolah dasar hingga menengah pertama dan atas. Guru cukup memberikan pengantar guna memberikan maksud dan konteks, lalu guru mengantarkan materi dalam proses belajar. 

Setelah itu, murid memberikan respons terhadap apa yang diantarkan guru. Murid diberi keleluasaan berbicara. PTM terbatas memberi kesempatan kepada murid mengungkapkan pikiran secara bebas sebagai wujud merdeka belajar yang dicanangkan Mas Menteri.

Berangkat dari temuan tim Kantor Staf Presiden dari PTM terbatas ini, ada beberapa hal yang patut mendapat perhatian. Misalnya, sirkulasi udara kelas belum menjadi perhatian dan ada kendala silau di papan tulis maupun monitor untuk yang kelas daring. Jarak antar meja masih terlalu rapat dan jumlah siswa yang masuk sekolah masih terlalu padat. 

Pengaturan antar jemput siswa perlu diperhatikan agar tidak menjadi titik kerumun. Beberapa nomor induk kependudukan (NIK) siswa masih bermasalah. Sehingga tidak terdeteksi dan belum bisa vaksinasi. Perlu pelibatan perwakilan orangtua dalam penguatan Satgas Covid-19 di sekolah.

Sosialisasi nilai

Aspek kedua adalah sosialisasi nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilakukan secara interaktif antara guru dengan murid, atau antara sesama murid. PTM memberi kesempatan lebih luas bagi guru dan murid untuk berinteraksi pada mata pelajaran tertentu maupun di luar pelajaran, untuk pendalaman dalam pengalaman hidupnya secara sosial.

Hal ini bukan hanya pelengkap dari aspek pertama. Sosialisasi nilai-nilai kehidupan sosial manusia Indonesia justru menentukan pembentukan karakter peserta didik secara keseluruhan. Setiap murid mendapat kesempatan untuk melihat langsung dan terlibat langsung dalam proses PTM Terbatas di sekolah untuk menyerap nilai-nilai sosial yang hidup di masyarakat. Metode andragogi jadi kuncinya.

Pendalaman dan pengayaan materi mengenai nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus way of life. Misalnya, membantu teman yang sedang sakit sehingga tidak bisa masuk kelas dapat dilakukan dalam praktik. Guru menstimulasi murid untuk memberikan respons yang pantas dilakukan jika mendapati teman yang sakit, dengan protokol kesehatan ketat. 

Pembelajaran nilai-nilai kebangsaan tak hanya menumbuhkan pengetahuan siswa atau aspek kognisi. Justru aspek afeksi yang mendorong sikap dan tindakan nyata sebagai bagian dari solusi atas masalah masyarakat dirangsang sejak usia dini. Selain memahami maksud dan tujuan dari setiap nilai sosial, murid ditantang untuk bisa mempraktikannya dalam tindakan nyata.

Dengan demikian, PTM terbatas bukan hanya menumbuhkan semangat belajar siswa, tetapi menjadi kesempatan bagi pemerintah bersama pengelola sekolah, guru, orang tua dan siswa untuk bertransformasi. Arahnya adalah penguatan pembelajaran pada semua mata pelajaran di aspek yang pertama, sekaligus pengayaan dan penanaman nilai-nilai sosial budaya generasi muda Indonesia agar lebih maju dan beradab sebagai aspek kedua.

Akhirnya, PTM terbatas yang dilakukan terpimpin dan terkedali oleh pemerintah bersama masyarakat, akan menyiapkan generasi baru untuk mengisi Indonesia baru yang lebih maju.

Baca Juga

MI/Seno

Presidensi G-20, Saatnya Indonesia Memimpin Dunia

👤Agus Sugiarto Kepala Departemen di OJK 🕔Kamis 02 Desember 2021, 05:00 WIB
INDONESIA baru saja menerima tongkat estafet kepemimpinan dari Italia sebagai presiden baru dari negara-negara anggota...
Dok pribadi

Mencari Rasa Aman di Kampus

👤Devita Cahya Wardani, Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Sebelas Maret, Surakarta 🕔Rabu 01 Desember 2021, 14:50 WIB
Masa kuliah adalah masa yang emas untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang...
MI/ADAM DWI

Presidensi G-20 Indonesia Dorong Transformasi Ekonomi Nasional

👤Ari Kuncoro Rektor Universitas Indonesia 🕔Rabu 01 Desember 2021, 05:00 WIB
RANTAI pasok dunia sedang akan naik karena persepsi bahwa covid-19 bisa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya