Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

KSP Minta Publik Lihat Utuh Video Kepala BGN

M Ilham Ramadhan Avisena
22/12/2025 17:06
KSP Minta Publik Lihat Utuh Video Kepala BGN
Kepala Staf Kepresidenan Qodari(KSP)

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menanggapi viralnya video Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang beredar di media sosial. Ia menilai potongan video tersebut tidak dapat dilepaskan dari konteks kegiatan yang melatarbelakanginya, yakni agenda penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana.

Qodari mengatakan, penyebaran informasi tanpa penjelasan menyeluruh berisiko membentuk persepsi keliru di ruang publik. Padahal, kehadiran Kepala BGN dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan aktivitas charity yang dilakukan melalui komunitas olahraga.

"Tidak boleh dilepaskan dari konteks besarnya bahwa kegiatan itu adalah charity. Selain itu, Pak Dadan hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Persatuan Golf Alumni Institut Pertanian Bogor (PGA-IPB)," ujar Qodari dikutip pada Senin (22/12).

Menurutnya, partisipasi Dadan Hindayana bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan bagian dari peran sosial dalam organisasi yang bertujuan menghimpun bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Ia menilai cara tersebut merupakan praktik yang lazim dilakukan berbagai komunitas sesuai dengan bidang dan jejaring masing-masing.

Qodari kemudian membandingkan kegiatan tersebut dengan aksi solidaritas kemanusiaan yang dilakukan melalui jalur seni dan budaya. Ia mencontohkan konser amal 100 Musisi yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Esensinya sama. Ada yang menggalang bantuan melalui konser musik, ada juga yang melalui kegiatan olahraga. Tujuan akhirnya adalah solidaritas dan kemanusiaan," jelasnya.

Ia menambahkan, setiap kelompok masyarakat memiliki cara berbeda dalam berkontribusi membantu sesama. Musisi, kata Qodari, bergerak melalui panggung seni, sementara komunitas lain menyalurkan kepedulian lewat aktivitas yang menjadi karakter mereka.

"Kalau ILUNI UI dengan para musisi yang kebisaannya bernyanyi, maka di IPB konteksnya adalah olahraga, dalam hal ini golf," ujarnya.

Qodari mengingatkan agar publik tidak memisahkan bentuk kegiatan dari tujuan sosial yang ingin dicapai. Menurutnya, penghilangan konteks justru berpotensi membelokkan makna kegiatan yang pada dasarnya bersifat kemanusiaan.

"Jadi konteksnya tidak boleh dihilangkan. Kalau dipotong dari tujuan kemanusiaannya, kegiatan yang baik bisa tampak seolah-olah buruk," pungkas Qodari. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik