Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Balas Dendam Manis, Iga Swiatek Singkirkan Maria Sakkari di Indian Wells

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 04:07
Balas Dendam Manis, Iga Swiatek Singkirkan Maria Sakkari di Indian Wells
Petenis Polandia Iga Swiatek(AFP/CLIVE BRUNSKILL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

PETENIS peringkat dua dunia, Iga Swiatek, berhasil menghentikan momentum Maria Sakkari dalam laga putaran ketiga BNP Paribas Terbuka 2026 di Indian Wells, Selasa (10/3) WIB. 

Kemenangan dominan 6-3 dan 6-2 ini memastikan langkah Swiatek melaju ke babak 16 besar sekaligus menuntaskan revans atas kekalahannya dari petenis Yunani tersebut di Doha, bulan lalu.

Pertemuan ini menjadi babak baru dalam rivalitas panjang keduanya. Dengan hasil ini, Swiatek kini unggul tipis 5-4 dalam catatan pertemuan (head-to-head) melawan Sakkari.

"Kami pernah bermain di dua final di sini, jadi lucu rasanya melihat kami bermain lagi dua tahun kemudian di babak ketiga," kata Swiatek usai pertandingan, dikutip dari WTA. "Jadi, tentu saja ini bukan pertandingan yang mudah. Saya sangat senang dengan hasilnya."

Adaptasi di Tengah Angin

Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari Sakkari. Petenis peringkat 52 dunia itu sempat memimpin 2-0 di set pertama setelah berhasil mengonversi break point keempatnya. 

Namun, Swiatek segera merespons dengan meningkatkan kekuatan forehand-nya untuk menaklukkan kondisi lapangan yang berangin. 

Petenis Polandia itu bangkit secara impresif dengan memenangi enam dari tujuh gim terakhir untuk menutup set pertama.

Dominasi Swiatek berlanjut di set kedua. Ia tercatat mematahkan servis Sakkari sebanyak lima kali sepanjang laga dan menyelamatkan enam dari delapan break point yang dihadapinya. 

Sebuah pukulan backhand Sakkari yang meleset di gim terakhir memastikan kemenangan Swiatek, yang langsung disambut dengan kepalan tinju ke udara.

Swiatek mengakui bahwa kunci kemenangannya kali ini adalah evaluasi mendalam dari kekalahannya di Doha. Ia merasa jauh lebih siap menghadapi variasi bola dari Sakkari.

"Saya rasa saya beradaptasi lebih baik dengan bola-bola pendek daripada di Doha," ujar petenis berusia 24 tahun itu. 

"Saya ingat cukup menyebalkan di sana membuat kesalahan dari bola-bola itu. Saya juga lebih memahami arah angin. Saya rasa servis saya lebih baik, mungkin. Pengembalian bola juga tepat sasaran," tambahnya.

Ia menambahkan bahwa kepercayaan dirinya kali ini jauh lebih stabil. 

"Hari ini saya benar-benar bisa merasa bebas untuk menekan Maria. Ya, saya memegang momen yang tepat, menurut saya," tuturnya.

Rekor Bersejarah

Kemenangan ini tidak hanya berarti tiket babak 16 besar, tetapi juga mengukuhkan posisi Swiatek dalam buku sejarah tenis. 

Ia menjadi petenis putri pertama yang mampu menembus babak 16 besar Indian Wells selama enam tahun berturut-turut sejak pencapaian Agnieszka Radwanska dan Caroline Wozniacki pada periode 2008-2014.

Selain itu, Swiatek kini menempel ketat rekor Serena Williams dalam hal persentase kemenangan di turnamen level WTA 1000 sejak format ini diperkenalkan pada 2009. 

Ketangguhannya menghadapi lawan di luar peringkat 20 besar juga terbukti sangat konsisten; dari 34 laga terakhirnya melawan pemain di kategori tersebut, ia hanya menelan satu kekalahan—yakni saat menghadapi Sakkari di Doha. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya