Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
NBA resmi mengumumkan empat nama yang akan bertarung di ajang AT&T Slam Dunk Contest 2026. Kompetisi adu kreativitas di udara ini akan menjadi salah satu sajian utama dalam rangkaian NBA All-Star 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Intuit Dome, Inglewood, California, pada Sabtu (14/2) malam waktu setempat.
Tahun ini, panggung Slam Dunk Contest dipastikan akan melahirkan sejarah baru. Pasalnya, seluruh peserta yang diumumkan merupakan debutan yang belum pernah mencicipi persaingan di kontes tahunan ini sebelumnya.
Selain itu, ketiadaan pemenang dari edisi terdahulu menjamin lahirnya juara baru yang akan membawa pulang trofi bergengsi tersebut.
Laman resmi NBA merilis bahwa empat pemain yang akan berpartisipasi adalah Jaxson Hayes (Los Angeles Lakers), Keshad Johnson (Miami Heat), serta dua talenta muda berstatus rookie, Carter Bryant (San Antonio Spurs) dan Jase Richardson (Orlando Magic).
Dari daftar yang dirilis, Jaxson Hayes menjadi pemain dengan profil paling senior. Center bertinggi badan 2,13 meter ini tengah menjalani musim ketujuhnya di NBA dan musim ketiga berseragam Lakers. Pengalaman panjang Hayes diharapkan mampu memberikan kematangan dalam eksekusi dunk di lapangan.
Di sisi lain, perhatian besar diprediksi akan tertuju pada Jase Richardson. Guard Orlando Magic bertinggi 1,85 meter ini merupakan putra dari legenda NBA, Jason Richardson.
Nama sang ayah tidak asing bagi penggemar basket dunia, mengingat ia adalah pemenang back-to-back Slam Dunk Contest pada 2002 dan 2003.
Kehadiran Jase seolah membangkitkan nostalgia sekaligus pembuktian warisan bakat atletik di keluarga Richardson.
Melengkapi daftar peserta, terdapat Carter Bryant, forward Spurs setinggi 1,98 meter yang merupakan pilihan ke-14 pada NBA Draft 2025. Selain itu, ada Keshad Johnson dari Miami Heat yang kini memasuki musim keduanya setelah sempat mengasah kemampuan di G League bersama Sioux Falls Skyforce.
Slam Dunk Contest 2026 tetap mempertahankan format dua putaran yang kompetitif. Pada putaran pertama, setiap peserta diberikan kesempatan untuk memamerkan dua dunk terbaik mereka di hadapan dewan juri.
Dua pemain dengan akumulasi nilai tertinggi akan melaju ke babak final. Di babak penentuan tersebut, mereka kembali ditantang untuk melakukan dua aksi pamungkas guna memperebutkan gelar juara berdasarkan total nilai akhir.
Dengan kombinasi antara pemain bertubuh besar seperti Hayes dan pemain lincah seperti Richardson, Intuit Dome bersiap menjadi saksi aksi-aksi spektakuler yang melampaui batas gravitasi. (Ant/Z-1)
Jika berhasil menang di Intuit Dome, Damian Lillard akan menyamai rekor legendaris tiga gelar juara yang saat ini hanya dipegang Larry Bird dan Craig Hodges.
Berbeda dengan NBA All Star tahun-tahun sebelumnya, edisi kali ini menandai debut format kompetisi yang sangat dinantikan: Tim Amerika Serikat (AS) melawan Tim Dunia.
NBA resmi mengonfirmasi bahwa pertandingan All-Star musim ini akan menampilkan format Amerika Serikat (AS) vs Dunia, yang akan mempertemukan pemain AS melawan pemain non-Amerika.
Format NBA All-Star ini dianggap lebih sesuai dengan komposisi pemain NBA saat ini yang terdiri dari 70% asal AS dan 30% dari luar negeri.
Format yang baru diterapkan pada NBA All-Star bulan lalu menampilkan turnamen empat tim yang terdiri dari 24 pemain All-Star serta satu tim tambahan yang diisi pemain rookie.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved