Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Damian Lillard Cetak Hattrick Juara 3-Point Contest NBA All-Star

Basuki Eka Purnama
16/2/2026 04:08
Damian Lillard Cetak Hattrick Juara 3-Point Contest NBA All-Star
Pebasket Portland Trail Blazers Damian Lillard saat ambil bagian dalam 3-Point Contest di ajang NBA All-Star.(AFP/ADAM HAGY / NBAE / GETTY IMAGES)

BINTANG veteran Portland Trail Blazers, Damian Lillard, kembali membuktikan ketajaman akurasinya di panggung NBA All-Star 2026. Meski harus menepi dari musim reguler 2025/2026 akibat cedera parah, Lillard sukses menyabet gelar juara Starry 3-Point Contest setelah menumbangkan lawan-lawannya di Intuit Dome, Inglewood, California, Minggu (15/2) WIB.

Kemenangan ini terasa emosional sekaligus heroik. Lillard diketahui tidak bermain sepanjang musim ini menyusul cedera robek tendon achilles yang dideritanya pada April lalu. 

Namun, keterbatasan fisik tersebut tidak menghalanginya untuk meraih gelar ketiga dalam empat tahun terakhir, sekaligus menyejajarkan namanya dengan legenda Larry Bird dan Craig Hodges sebagai kolektor tiga gelar kontes tembakan tiga angka.

Dominasi di Babak Final

Pada babak penentuan, Lillard tampil sangat tenang dengan mengumpulkan 29 poin. Ia tercatat memasukkan 21 dari 27 tembakan yang dilepaskan. 

Salah satu momen krusial adalah keberhasilannya mengeksekusi satu dari dua percobaan tembakan jarak jauh From the Logo yang bernilai tiga poin, yang langsung disambut riuh penonton di markas baru Los Angeles Clippers tersebut.

Persaingan di babak final sebenarnya berlangsung sengit. Devin Booker dari Phoenix Suns sempat memberikan tekanan besar. 

Booker memulai dengan impresif melalui dua rak bola yang diselesaikan secara sempurna. Ia bahkan sudah mengantongi 23 poin sebelum mencapai rak terakhir di sudut kanan lapangan. Namun, momentum Booker patah di detik-detik kritis setelah ia gagal memasukkan tiga tembakan terakhirnya, sehingga harus puas di posisi kedua dengan 27 poin.

Sementara itu, kejutan datang dari rookie Charlotte Hornets, Kon Knueppel. Pemain muda ini berhasil menembus babak final dan finis di posisi ketiga dengan raihan 17 poin.

Perjalanan Menuju Puncak

Sebelum mencapai final, kedelapan kontestan bersaing ketat di babak penyisihan. Devin Booker sebenarnya memimpin di fase awal dengan skor tertinggi, yakni 30 poin, berkat keberhasilannya memasukkan sembilan dari sepuluh tembakan pertama. 

Lillard dan Knueppel menyusul di posisi berikutnya dengan masing-masing 27 poin untuk mengamankan tiket ke babak final.

Beberapa nama besar lainnya harus tersingkir lebih awal. Donovan Mitchell hampir saja melaju ke final setelah mencatat awal yang panas, namun ia terhenti dengan 24 poin. 

Norman Powell juga mencuri perhatian dengan tembakan From the Logo miliknya, meski akhirnya tersingkir dengan total 23 poin. 

Sementara itu, Tyrese Maxey dan Jamal Murray sama-sama mengoleksi 17 poin, disusul Bobby Portis yang menutup daftar dengan 15 poin.

Dengan format dua babak yang menuntut kecepatan dan akurasi dalam waktu 70 detik, Lillard sekali lagi membuktikan bahwa julukan Dame Time tetap relevan, bahkan saat ia sedang dalam masa pemulihan cedera panjang. 

Kemenangan di Intuit Dome ini menjadi catatan sejarah baru dalam perjalanan karier sang penembak jitu Portland Trail Blazers. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik