Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Keshad Johnson, Sang Underdog dari Miami Heat yang Merajai Slam Dunk NBA 2026

Basuki Eka Purnama
16/2/2026 03:49
Keshad Johnson, Sang Underdog dari Miami Heat yang Merajai Slam Dunk NBA 2026
Pebasket Miami Heat Keshad Johnson saat ambil bagian dalam Slam Dunk Contest yang merupakan rangkaian NBA All Star 2026.(AFP/RONALD MARTINEZ / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

KEJUTAN besar mewarnai rangkaian NBA All-Star 2026. Forward Miami Heat, Keshad Johnson, resmi dinobatkan sebagai raja baru Slam Dunk NBA setelah tampil memukau di Intuit Dome, Inglewood, California, Minggu (15/2) (WIB). 

Johnson berhasil mengandaskan perlawanan sengit rookie San Antonio Spurs, Carter Bryant, di babak final yang dramatis.

Kemenangan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Johnson. Pasalnya, pemain yang dijuluki Showtime itu datang dengan status undrafted atau tidak terpilih pada NBA Draft 2024. 

Sempat menghabiskan waktu di G League sebelum dipanggil kembali oleh Heat, Johnson membuktikan bahwa kualitasnya layak bersanding dengan bintang-bintang muda lainnya. Musim ini, ia tercatat telah memperkuat Heat dalam 21 pertandingan.

Persaingan Sengit di Babak Final

Kontes tahun ini menghadirkan empat debutan, yakni Carter Bryant (Spurs), Jaxson Hayes (Lakers), Jase Richardson (Magic), dan Keshad Johnson. Namun, sorotan utama tertuju pada persaingan antara Johnson dan Bryant di putaran penentuan.

Bryant, yang merupakan pilihan ke-14 pada NBA Draft 2025, sempat mencuri perhatian lewat aksi spektakuler. Ia melemparkan bola tinggi ke udara dan menyelesaikannya dengan gerakan melewati antara kedua kaki (between-the-legs) hanya dalam satu kali percobaan. Aksi tersebut diganjar nilai sempurna 50,0 oleh para juri.

Namun, Johnson menunjukkan mentalitas yang lebih stabil. Di babak final, ia membukukan nilai 49,6 dan 47,8 melalui dua dunk solid yang terjaga kualitasnya. 

Sebaliknya, Bryant gagal menjaga konsistensi pada percobaan keduanya yang hanya mendapatkan nilai 43,0. Akumulasi nilai ini memastikan Johnson membawa pulang trofi Slam Dunk ke Miami.

Drama Babak Penyisihan

Sebelum mencapai final, Johnson melaju dengan skor 47,4 dan 45,4 di putaran awal. Ia membuntuti Bryant yang memimpin klasemen babak pertama dengan total nilai 45,6 dan 49,2.

Sementara itu, nasib kurang beruntung dialami Jase Richardson. Putra dari legenda Slam Dunk, Jason Richardson, ini harus tersingkir lebih awal setelah mengalami insiden jatuh dan membentur kepala pada percobaan di putaran kedua. 

Meski menunjukkan sportivitas tinggi dengan tetap menyelesaikan dunk pada upaya ketiga, poin yang dikumpulkan guard Orlando Magic tersebut tidak cukup untuk membawanya ke final.

Nasib serupa dialami Jaxson Hayes. Center Los Angeles Lakers yang merupakan peserta paling berpengalaman ini juga harus angkat koper di putaran awal setelah hanya mencatatkan nilai 44,6 dan 47,2.

Dengan format dua putaran yang ketat, Keshad Johnson membuktikan bahwa ketenangan dan konsistensi adalah kunci utama di panggung sebesar All-Star. Gelar ini sekaligus menegaskan reputasinya sebagai salah satu dunker paling atraktif di liga saat ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik