Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Janice Tjen Hadapi Beatriz Haddad Maia di Babak Pertama Qatar Terbuka 2026

Khoerun Nadif Rahmat
09/2/2026 17:51
Janice Tjen Hadapi Beatriz Haddad Maia di Babak Pertama Qatar Terbuka 2026
Petenis putri Indonesia Janice Tjen.(Dok. Antara)

JANICE Tjen harus mengubah persiapan jelang laga pembuka WTA 1000 Qatar Terbuka 2026 setelah lawannya berganti menjadi Beatriz Haddad Maia, dengan bekal statistik servis dan penyelamatan break point yang lebih unggul sepanjang musim ini.

Petenis putri Indonesia Janice Tjen melakukan penyesuaian strategi secara mendadak menjelang pertandingan pertamanya di turnamen level WTA 1000 Qatar Terbuka 2026.

Janice yang awalnya dijadwalkan menghadapi Sorana Cirstea dari Rumania kini beralih menantang unggulan Brasil Beatriz Haddad Maia. Perubahan terjadi setelah Cirstea mengundurkan diri dari kompetisi yang digelar di Khalifa International Tennis and Squash Complex, Doha, Senin (9/2).

Perubahan lawan di saat akhir tidak mengurangi kepercayaan diri Janice. Petenis peringkat 46 dunia itu membawa modal statistik yang menonjol sepanjang musim 2026, terutama pada sektor servis. Ia telah membukukan 17 aces, jauh di atas Haddad Maia yang baru mencatatkan 3 aces.

Selain itu, Janice juga tampil solid dalam situasi genting. Persentase break points saved miliknya mencapai 65,8 persen, lebih baik dibandingkan Haddad Maia yang berada di angka 45,5 persen. Meski demikian, aspek double faults masih menjadi pekerjaan rumah karena keduanya sama sama mengoleksi 12 kesalahan ganda.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 21.00 WIB itu diperkirakan menyajikan duel ketat di lapangan keras, dengan kekuatan servis dan ketahanan mental sebagai faktor penentu.

Sorotan lain juga tertuju pada petenis Filipina Alex Eala yang tampil dua jam lebih awal. Ia menghadapi wakil Republik Ceko Tereza Valentova dalam laga yang sarat misi revans setelah sebelumnya kalah 1-6, 2-6 di Jepang Terbuka 2025.

Keikutsertaan Janice dan Eala di babak utama turnamen elite ini menegaskan kiprah petenis Asia Tenggara di level tertinggi. Bagi Janice, kemenangan di babak 64 besar menjadi langkah penting dalam upayanya menembus peringkat 30 besar dunia.

Perjalanan Janice di kawasan Timur Tengah bukan sekadar pencapaian individu, tetapi juga membawa harapan bagi tenis Indonesia agar terus bersaing dan menunjukkan eksistensi di panggung internasional. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya