Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

IOC Sebut Rusia Berpeluang Kembali di Olimpiade Los Angeles 2028

Basuki Eka Purnama
05/2/2026 11:31
IOC Sebut Rusia Berpeluang Kembali di Olimpiade Los Angeles 2028
Logo Olimpiade(AFP/Fabrice COFFRINI)

ANGIN perubahan mulai berembus di lingkungan Komite Olimpiade Internasional (IOC). Kirsty Coventry, salah satu petinggi IOC, memberikan sinyal paling jelas sejauh ini mengenai peluang kembalinya Rusia untuk berpartisipasi dalam ajang olahraga paling bergengsi di dunia, Olimpiade Los Angeles 2028.

Dalam pidato pembukaan Kongres IOC ke-145 di Milan, Italia, Coventry menekankan pentingnya mengembalikan olahraga ke khitahnya sebagai ruang netral yang tidak terjamah oleh kepentingan politik praktis.

"Kami adalah organisasi olahraga. Kami memahami politik dan tahu bahwa kami tidak beroperasi dalam ruang hampa. Namun inti dari pekerjaan kami adalah olahraga. Itu berarti menjaga olahraga sebagai lahan netral, tempat setiap atlet dapat berkompetisi secara bebas tanpa dibatasi oleh politik atau perpecahan pemerintah mereka," ujar Coventry sebagaimana dikutip dari laporan The Guardian.

Pernyataan ini muncul di tengah situasi sulit yang dialami atlet Rusia. 

Sejak Februari 2022, Rusia dijatuhi sanksi berat oleh FIFA dan UEFA akibat invasi ke Ukraina. Timnas Rusia dilarang tampil di kompetisi resmi seperti Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa, serta hanya diperbolehkan melakoni pertandingan persahabatan yang tidak memiliki bobot kompetisi internasional resmi.

Namun, narasi pengucilan tersebut kini mulai dipertanyakan. Sebelum pernyataan Coventry mencuat, Presiden FIFA Gianni Infantino telah lebih dulu menyuarakan evaluasi terhadap kebijakan pelarangan tersebut. 

Infantino menilai larangan itu tidak efektif dan perlu ditinjau kembali, setidaknya untuk kategori kompetisi usia muda.

Sikap Coventry sejalan dengan pandangan tersebut. Ia menegaskan bahwa di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, prinsip netralitas menjadi harga mati agar Olimpiade tetap mampu menjadi simbol persatuan global dan sumber inspirasi bagi seluruh bangsa.

Meski tidak menyebut nama Rusia secara eksplisit, arah pembicaraan Coventry dipahami secara luas oleh anggota kongres sebagai langkah pembuka untuk mengakhiri isolasi olahraga terhadap negara tersebut.

Sinyal positif ini disambut hangat oleh Shamil Tarpischev, anggota IOC asal Rusia. Menurutnya, hubungan antara negaranya dan IOC kini tengah mengalami perbaikan yang signifikan setelah sekian lama berada dalam ketegangan.

"Dalam pidato itu ditekankan bahwa unsur politik seharusnya tidak memainkan peran. Olahraga adalah tentang inspirasi dan masa depan. Sejauh ini, prosesnya berjalan dengan baik dan terhormat, meskipun masih banyak diskusi yang harus dilakukan," ungkap Tarpischev.

Hingga saat ini, memang belum ada keputusan hitam di atas putih baik dari FIFA maupun IOC terkait status final partisipasi Rusia di 2028. 

Namun, diskusi di Milan ini menandai babak baru dalam upaya mengintegrasikan kembali atlet-atlet Rusia ke panggung dunia di bawah semangat sportivitas yang melampaui batas-batas negara. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik