Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Strategi Keberlanjutan Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina Hadapi Krisis Iklim

Putri Rosmalia Octaviyani
04/2/2026 23:45
Strategi Keberlanjutan Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina Hadapi Krisis Iklim
Peta area pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan, Italia.(Dok. AFP/Valentin RAKOVSKY dan Laurence SAUBADU)

OLIMPIADE Musim Dingin 2026 Milano Cortina akan resmi dibuka dalam dua hari ke depan, tepatnya pada 6 Februari 2026, di Stadion San Siro, Milan, Italia. Ajang edisi ke-25 ini mengusung misi besar untuk menetapkan standar baru keberlanjutan global di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata mengancam kelestarian olahraga musim dingin.

Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang kerap membangun infrastruktur baru secara masif, Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 mencatatkan sejarah dengan menggunakan 92% fasilitas yang sudah ada atau bersifat sementara. Langkah ini diambil untuk meminimalkan jejak karbon dan menghindari pemborosan anggaran yang sering kali berujung pada fasilitas tidak terpakai pasca-event.

Komitmen Thomas Bach terhadap Lingkungan

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, menegaskan bahwa perubahan strategi ini adalah bentuk adaptasi wajib bagi dunia olahraga di era modern. Ia menyoroti bagaimana Milano Cortina menjadi pionir dalam penerapan agenda reformasi Olimpiade.

"Kita harus bergerak sangat cepat untuk mengatasi dampak dramatis perubahan iklim terhadap olahraga musim dingin. Milano Cortina 2026 adalah jawaban nyata bagaimana sebuah ajang besar bisa tetap megah tanpa mengorbankan masa depan planet kita," ujar Thomas Bach.

Inovasi Hijau dan Tantangan Salju di Alpen

Selain penggunaan infrastruktur lama, penyelenggara juga menerapkan penggunaan 100% energi terbarukan bersertifikat untuk seluruh operasional pertandingan. Upaya ini mencakup sistem transportasi rendah karbon yang menargetkan pengurangan penggunaan mobil pribadi hingga 20% dibandingkan edisi Olimpiade sebelumnya di Turin 2006.

Namun, tantangan besar tetap membayangi para atlet dan penyelenggara. Penurunan curah salju alami di pegunungan Alpen yang mencapai 34% selama satu abad terakhir memaksa tim teknis mengoptimalkan teknologi pembuatan salju buatan yang lebih efisien energi dan air.

Penyelenggara juga menetapkan target ambisius "Zero Waste to Landfill". Seluruh sampah di lokasi pertandingan, mulai dari Milan hingga Cortina d’Ampezzo, akan dikelola dengan target daur ulang mencapai 70%, termasuk pemanfaatan kembali 24.000 barang sisa operasional dari Olimpiade Paris 2024.

Fakta Kunci Olimpiade Musim Dingin 2026

Lokasi Utama Milan dan Cortina d'Ampezzo, Italia
Upacara Pembukaan 6 Februari 2026 (Stadion San Siro)
Target Energi 100% Listrik Terbarukan
Fasilitas Eksisting 92% dari total venue

Dengan integrasi ekonomi sirkular dan perlindungan ekosistem rapuh di pegunungan Italia, Milano Cortina 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta olahraga, tetapi juga warisan ekologis bagi generasi mendatang di seluruh dunia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya