Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM pendatang baru di Formula 1, Cadillac, secara resmi mengumumkan penunjukan pebalap asal Tiongkok, Zhou Guanyu, sebagai pembalap cadangan (reserve driver) untuk musim debut mereka pada 2026 mendatang.
Kehadiran Zhou melengkapi struktur tim yang kini mulai menunjukkan keseriusannya untuk bersaing di level tertinggi balap jet darat.
Pembalap berusia 26 tahun tersebut bergabung dengan Cadillac setelah menghabiskan tahun 2025 sebagai pembalap cadangan di Ferrari.
Sebelumnya, Zhou mencatatkan sejarah sebagai pembalap utama di tim Sauber (yang saat itu menggunakan nama Alfa Romeo) selama tiga musim, terhitung sejak 2022 hingga 2024.
Di tim yang bermarkas di bawah naungan raksasa otomotif General Motors ini, Zhou akan bertugas sebagai penyokong utama bagi dua pembalap inti, Valtteri Bottas dan Sergio Perez.
Menariknya, Bottas dan Perez sendiri baru akan kembali ke lintasan balap pada 2026 setelah setahun absen dari kompetisi.
Bagi Zhou, bergabungnya ia dengan Cadillac juga menjadi ajang reuni dengan Bottas, yang merupakan rekan setimnya saat membela Alfa Romeo.
Kedekatan emosional menjadi salah satu alasan Zhou mantap memilih proyek ini. Selain kembali bekerja sama dengan Bottas, Zhou juga memiliki hubungan profesional yang erat dengan Prinsipal Tim Cadillac, Graeme Lowdon, yang juga bertindak sebagai manajernya.
"Ini adalah salah satu proyek baru paling besar dan paling menarik yang pernah ada di olahraga ini," ujar Zhou menyambut pengumuman tersebut.
"Saya telah bekerja dengan Graeme dan Valtteri selama bertahun-tahun dalam berbagai kapasitas, jadi bergabung dengan tim ini terasa seperti kembali ke tengah keluarga sendiri," lanjutnya.
Graeme Lowdon menegaskan bahwa pemilihan Zhou bukanlah tanpa alasan. Pengalaman Zhou mengendarai mobil Formula 1 generasi terbaru menjadi aset berharga bagi pengembangan tim baru.
"Kami menginginkan kandidat yang memiliki pengalaman berkendara F1 baru-baru ini, siap bekerja keras sebagai bagian dari tim, dan memahami tantangan dalam mengembangkan mobil sepanjang musim. Zhou memenuhi kriteria tersebut dengan sempurna. Ia akan menjadi aset besar bagi kami saat kami mulai membalap pada 2026," tutur Lowdon.
Selain ketiga nama tersebut, Cadillac juga memiliki pembalap asal Amerika Serikat, Colton Herta, dalam jajaran radar mereka.
Mantan bintang IndyCar tersebut saat ini tengah berkompetisi di ajang Formula 2 demi mengumpulkan poin lisensi yang cukup agar bisa memenuhi syarat mendapatkan *Super Licence* FIA, dengan target membalap untuk Cadillac di masa depan.
Dalam operasional teknisnya nanti, Cadillac akan menggunakan mesin pasokan dari Ferrari hingga mesin Formula 1 buatan mereka sendiri siap digunakan.
Mesin mandiri tersebut saat ini tengah dirancang di fasilitas internal mereka di Charlotte, North Carolina. General Motors telah berkomitmen penuh bahwa mesin asli Cadillac tersebut akan memulai debutnya pada musim 2029. (bbc/Z-1)
Saat ini, Cadillac, yang dimodali General Motors dan dipimpin oleh mantan Direktur Olahraga Marussia Graeme Lowdon, tengah dalam persiapan untuk menatap musim perdana mereka di Formula 1.
Pembalap Valtteri Bottas mengaku bahwa tim Cadillac mempunyai proyek jangka panjang yang ambisius sehingga membuatnya tertarik untuk bergabung.
Sergio Perez, yang sebelumnya memutuskan untuk fokus menghabiskan waktu bersama keluarga, merupakan mantan pembalap Red Bull hingga musim 2024.
Bergabungnya Sergio Perez dan Valtteri Bottas menandai langkah mengejutkan bagi Cadillac, yang memboyong dua pembalap veteran yang pada musim ini kehilangan kursi utama mereka di Formula 1.
Valterri Bottas, sebelumnya, menyatakan ketertarikan dengan proyek yang akan dikembangkan Cadillac dengan operasi tim yang didukung TWG Motorsports and General Motors.
Zhou Guanyu akan bergabung dengan Antonio Giovinazzi sebagai pembalap cadangan untuk Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di Ferrari.
Mengenai rencananya pada 2025, Zhou Guanyu mengatakan masih ingin terlibat di Formula 1.
Tidak hanya menjadi pertama kalinya Zhou membalap di kandangnya, ini juga menegaskan ia masih menjadi pembalap Tiongkok pertama dan satu-satunya di kelas balap Formula 1.
Zhou Guanyu mengaku termotivasi untuk mendapatkan poin selama balapan debutnya di Tiongkok, melalui format Sprint Race.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved