Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Zhou Guanyu Resmi Bergabung dengan Tim Cadillac sebagai Pembalap Cadangan di 2026

Basuki Eka Purnama
06/1/2026 10:12
Zhou Guanyu Resmi Bergabung dengan Tim Cadillac sebagai Pembalap Cadangan di 2026
Pembalap Tiongkok Zhou Guanyu yang musim depan akan menjadi pembalap cadangan Cadillac.(AFP/JIM WATSON )

TIM pendatang baru di Formula 1, Cadillac, secara resmi mengumumkan penunjukan pebalap asal Tiongkok, Zhou Guanyu, sebagai pembalap cadangan (reserve driver) untuk musim debut mereka pada 2026 mendatang. 

Kehadiran Zhou melengkapi struktur tim yang kini mulai menunjukkan keseriusannya untuk bersaing di level tertinggi balap jet darat.

Pembalap berusia 26 tahun tersebut bergabung dengan Cadillac setelah menghabiskan tahun 2025 sebagai pembalap cadangan di Ferrari. 

Sebelumnya, Zhou mencatatkan sejarah sebagai pembalap utama di tim Sauber (yang saat itu menggunakan nama Alfa Romeo) selama tiga musim, terhitung sejak 2022 hingga 2024.

Di tim yang bermarkas di bawah naungan raksasa otomotif General Motors ini, Zhou akan bertugas sebagai penyokong utama bagi dua pembalap inti, Valtteri Bottas dan Sergio Perez. 

Menariknya, Bottas dan Perez sendiri baru akan kembali ke lintasan balap pada 2026 setelah setahun absen dari kompetisi. 

Bagi Zhou, bergabungnya ia dengan Cadillac juga menjadi ajang reuni dengan Bottas, yang merupakan rekan setimnya saat membela Alfa Romeo.

Kedekatan emosional menjadi salah satu alasan Zhou mantap memilih proyek ini. Selain kembali bekerja sama dengan Bottas, Zhou juga memiliki hubungan profesional yang erat dengan Prinsipal Tim Cadillac, Graeme Lowdon, yang juga bertindak sebagai manajernya.

"Ini adalah salah satu proyek baru paling besar dan paling menarik yang pernah ada di olahraga ini," ujar Zhou menyambut pengumuman tersebut. 

"Saya telah bekerja dengan Graeme dan Valtteri selama bertahun-tahun dalam berbagai kapasitas, jadi bergabung dengan tim ini terasa seperti kembali ke tengah keluarga sendiri," lanjutnya.

Graeme Lowdon menegaskan bahwa pemilihan Zhou bukanlah tanpa alasan. Pengalaman Zhou mengendarai mobil Formula 1 generasi terbaru menjadi aset berharga bagi pengembangan tim baru.

"Kami menginginkan kandidat yang memiliki pengalaman berkendara F1 baru-baru ini, siap bekerja keras sebagai bagian dari tim, dan memahami tantangan dalam mengembangkan mobil sepanjang musim. Zhou memenuhi kriteria tersebut dengan sempurna. Ia akan menjadi aset besar bagi kami saat kami mulai membalap pada 2026," tutur Lowdon.

Selain ketiga nama tersebut, Cadillac juga memiliki pembalap asal Amerika Serikat, Colton Herta, dalam jajaran radar mereka. 

Mantan bintang IndyCar tersebut saat ini tengah berkompetisi di ajang Formula 2 demi mengumpulkan poin lisensi yang cukup agar bisa memenuhi syarat mendapatkan *Super Licence* FIA, dengan target membalap untuk Cadillac di masa depan.

Dalam operasional teknisnya nanti, Cadillac akan menggunakan mesin pasokan dari Ferrari hingga mesin Formula 1 buatan mereka sendiri siap digunakan. 

Mesin mandiri tersebut saat ini tengah dirancang di fasilitas internal mereka di Charlotte, North Carolina. General Motors telah berkomitmen penuh bahwa mesin asli Cadillac tersebut akan memulai debutnya pada musim 2029. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya