Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKTOR ganda campuran bulu tangkis Indonesia siap menyongsong babak baru di awal musim 2026. Pasangan muda Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata dijadwalkan menjalani debut mereka di level tertinggi BWF World Tour, Malaysia Terbuka 2026. Turnamen kategori Super 1000 ini akan berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6–11 Januari.
Bagi Marwan/Aisyah, Malaysia Terbuka bukan sekadar turnamen pembuka musim, melainkan panggung elite pertama mereka sejak dipasangkan lebih dari setahun lalu. Sebelumnya, pasangan ini lebih banyak berkutat di turnamen level Super 100 hingga Super 750.
“Perasaannya pasti senang dipercaya turun di turnamen level Super 1000. Saya sangat bersemangat menyambut debut di Malaysia Terbuka,” ujar Marwan melalui keterangan resmi PP PBSI.
Kegembiraan serupa diungkapkan Aisyah. Ia mengaku tidak menyangka kerja keras mereka membuahkan hasil berupa tiket ke turnamen bergengsi tersebut.
“Tidak terbayangkan akhirnya bisa debut di Super 1000. Kami ingin menampilkan permainan yang baik,” kata Aisyah.
Menyadari lawan yang akan dihadapi adalah para pemain papan atas dunia, aspek mental menjadi fokus utama persiapan mereka. Marwan menekankan bahwa kepercayaan diri adalah modal utama untuk bisa berbicara banyak di Axiata Arena.
“Secara mental harus percaya pada kemampuan masing-masing. Pelatih percaya kami turun di ajang sebesar ini, jadi kami juga harus yakin kalau kami mampu,” tegasnya.
Sementara itu, Aisyah menyoroti pentingnya kesiapan teknis sejak awal laga. “Kami harus siap dari gim pertama. Feeling bermain dan penempatan bola harus langsung jalan.”
Keberhasilan menembus peringkat 22 dunia tidak diraih dengan instan. Sepanjang musim 2025, Faza/Aisyah menunjukkan performa menjanjikan dengan mengoleksi empat gelar juara di level Super 100 (Indonesia, Vietnam, Guwahati, dan Odisha) serta mencapai semifinal Super 300 Syed Modi International.
Pencapaian ini menjadi titik balik krusial. Marwan mengungkapkan bahwa mereka sempat kehilangan kepercayaan diri di awal 2025 akibat hasil buruk saat mencoba naik kelas ke level Super 300 dan 500.
Strategi untuk "turun gunung" ke level Super 100 selama tiga bulan ternyata efektif membangun kembali mentalitas bertanding mereka.
“Kami turun lagi ke Super 100 untuk membangun kepercayaan diri. Alhamdulillah dapat beberapa gelar dan itu sangat berpengaruh positif,” kenang Marwan. (Ant/Z-1)
OPTIMISME membumbung di kubu PBSI seiring dengan performa menjanjikan para pemain muda dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026.
Putri mengakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki ketika menghadapi pemain elite dunia.
PBSI pastikan tim nasional bulu tangkis Indonesia tetap berangkat ke Swiss Terbuka 2026 via Istanbul guna hindari dampak konflik Iran. Simak jadwal keberangkatannya.
LANGKAH tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, belum terbendung pada ajang All England 2026. Pemain unggulan keenam tersebut sukses mengamankan tiket perempat final.
LANGKAH unggulan keempat tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, masih belum terbendung pada babak pertama All England 2026.
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, berhasil mengamankan tiket perempat final All England 2026 setelah memenangi laga derbi kontra rekan senegara
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Pasangan ganda campuran, Terry Hee Yong Kai/Gloria Emanuelle Widjaja, mengamankan tiket semifinal turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka 2026
Langkah mulus dicatatkan duet ganda campuran beda negara, Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia) dan Hee Yong Kai Terry (Singapura)
Ia mengakui bahwa Bobby/Melati sempat mendominasi di awal laga, namun dirinya dan Adnan berhasil merebut ritme permainan pada saat-saat krusial.
Kondisi tersebut membuat Adnan/Indah kehilangan ritme dan harus merelakan gim pembuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved