Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Menanti Kejutan Marwan/Aisyah dalam Debut Super 1000 di Malaysia Terbuka

Basuki Eka Purnama
06/1/2026 06:13
Menanti Kejutan Marwan/Aisyah dalam Debut Super 1000 di Malaysia Terbuka
Ganda campuran Indonesia Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata bersama pelatih mereka usai menjadi juara Vietnam Terbuka(X @INABadminton)

SEKTOR ganda campuran bulu tangkis Indonesia siap menyongsong babak baru di awal musim 2026. Pasangan muda Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata dijadwalkan menjalani debut mereka di level tertinggi BWF World Tour, Malaysia Terbuka 2026. Turnamen kategori Super 1000 ini akan berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6–11 Januari.

Bagi Marwan/Aisyah, Malaysia Terbuka bukan sekadar turnamen pembuka musim, melainkan panggung elite pertama mereka sejak dipasangkan lebih dari setahun lalu. Sebelumnya, pasangan ini lebih banyak berkutat di turnamen level Super 100 hingga Super 750.

“Perasaannya pasti senang dipercaya turun di turnamen level Super 1000. Saya sangat bersemangat menyambut debut di Malaysia Terbuka,” ujar Marwan melalui keterangan resmi PP PBSI.

Kegembiraan serupa diungkapkan Aisyah. Ia mengaku tidak menyangka kerja keras mereka membuahkan hasil berupa tiket ke turnamen bergengsi tersebut. 

“Tidak terbayangkan akhirnya bisa debut di Super 1000. Kami ingin menampilkan permainan yang baik,” kata Aisyah.

Mentalitas Sebagai Kunci

Menyadari lawan yang akan dihadapi adalah para pemain papan atas dunia, aspek mental menjadi fokus utama persiapan mereka. Marwan menekankan bahwa kepercayaan diri adalah modal utama untuk bisa berbicara banyak di Axiata Arena.

“Secara mental harus percaya pada kemampuan masing-masing. Pelatih percaya kami turun di ajang sebesar ini, jadi kami juga harus yakin kalau kami mampu,” tegasnya. 

Sementara itu, Aisyah menyoroti pentingnya kesiapan teknis sejak awal laga. “Kami harus siap dari gim pertama. Feeling bermain dan penempatan bola harus langsung jalan.”

Titik Balik dari Level Bawah

Keberhasilan menembus peringkat 22 dunia tidak diraih dengan instan. Sepanjang musim 2025, Faza/Aisyah menunjukkan performa menjanjikan dengan mengoleksi empat gelar juara di level Super 100 (Indonesia, Vietnam, Guwahati, dan Odisha) serta mencapai semifinal Super 300 Syed Modi International.

Pencapaian ini menjadi titik balik krusial. Marwan mengungkapkan bahwa mereka sempat kehilangan kepercayaan diri di awal 2025 akibat hasil buruk saat mencoba naik kelas ke level Super 300 dan 500. 

Strategi untuk "turun gunung" ke level Super 100 selama tiga bulan ternyata efektif membangun kembali mentalitas bertanding mereka.

“Kami turun lagi ke Super 100 untuk membangun kepercayaan diri. Alhamdulillah dapat beberapa gelar dan itu sangat berpengaruh positif,” kenang Marwan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya