Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

SEA Plus Jadi Momen Perluas Cakupan dan Daya Saing SEA Games

Khoerun Nadif Rahmat
24/12/2025 21:38
SEA Plus Jadi Momen Perluas Cakupan dan Daya Saing SEA Games
Raja Sapta Oktohari (tengah).(MI/KHOERUN NADIF RAHMAT)

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) terus mendorong transformasi ajang olahraga regional agar lebih kompetitif dan berorientasi dunia. 

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengungkapkan Indonesia menjadi bagian yang menginisiasi perluasan kepesertaan pesta olahraga Asia Tenggara tersebut melalui ajang baru bernama "SEA Plus".

Inisiatif itu bertujuan membuka pintu bagi negara-negara di luar 11 anggota Asia Tenggara, termasuk negara dari kawasan Asia Tengah hingga Oseania seperti Bhutan, Fiji, hingga Australia dan Selandia Baru. 

Langkah perdana "SEA Plus" itu, rencananya dijadwalkan bakal mulai diujicobakan pada gelaran di Filipina pada 2028 mendatang.

"Kita sudah ikut dalam kaukus baru bernama SEA Plus. Jadi bukan hanya 11 negara, tapi ditambah negara dari Asia Tengah dan Oseania. Ini akan menjadi ajang ukuran baru agar regional games kita lebih berkualitas dan kompetitif," ujar Okto pada Rabu (24/12).

Selain memperluas jangkauan peserta, Okto menegaskan pentingnya meninjau ulang cabang olahraga yang dipertandingkan. Selama ini, SEA Games kerap terjebak pada ambisi tuan rumah untuk menjadi juara umum dengan memasukkan cabang yang tidak dipertandingkan di Olimpiade.

Ke depan, Indonesia mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number. Hal itu krusial agar anggaran besar yang dikeluarkan pemerintah berbanding lurus dengan lahirnya atlet-atlet yang mampu menembus kualifikasi Olimpiade maupun mendominasi di level Asian Games.

"Potensi cabang olahraga lokal harus dihitung ulang. Prioritas harus pada nomor-nomor Olimpiade agar mendorong lahirnya atlet yang qualified ke level dunia," tegasnya.

Keberhasilan diplomasi internasional juga mulai membuahkan hasil manis. Salah satu pencapaian signifikan adalah keberhasilan KOI melobi Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) untuk memecah kelas tanding di Olimpiade 2028.

Dampaknya langsung terasa pada SEA Games tahun ini. Dua andalan Indonesia, Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah, sukses meraih emas di kelas berbeda (79 kg dan 88 kg) bahkan hingga memecahkan rekor dunia.

"Ini menjadi semangat kita menuju Olimpiade 2028. Ukuran ini akan kita pastikan lagi nanti pada Asian Games 2026," tambah Okto. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya