Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM bulu tangkis putri Indonesia berhasil mengamankan satu tempat di final SEA Games 2025 Thailand setelah melalui laga semifinal yang sengit melawan Malaysia, yang berakhir dengan skor tipis 3-2.
Namun, di balik kemenangan itu, muncul catatan penting dari Pelatih Kepala Tunggal Putri Indonesia, Imam Tohari, mengenai performa salah satu pemain andalan, Gregoria Mariska Tunjung.
Gregoria, yang turun di partai ketiga sebagai tunggal putri kedua, harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Wong Ling Ching.
Pertandingan berjalan dalam tiga gim yang ketat, berakhir dengan skor 20-22, 21-15, dan 16-21, membuat Indonesia sempat tertinggal 1-2.
Imam Tohari segera menyoroti kurangnya konsistensi Gregoria. Menurutnya, meskipun pemain berpengalaman ini memulai pertandingan dengan baik, ia berulang kali kehilangan fokus pada momen-momen krusial, yang membuat laga berlangsung lebih sulit dari yang seharusnya.
“Gregoria sudah mencoba menerapkan pola yang kami siapkan, tetapi ritmenya naik-turun. Untuk final, kami butuh level permainan yang lebih stabil,” kata Imam di Bangkok, Senin (8/12).
Pelatih berusia 49 tahun itu menekankan bahwa kapasitas dan pengalaman Gregoria di level atas sudah menjadi modal penting. Namun, hal itu harus diimbangi dengan ketenangan dan pengambilan keputusan yang lebih tajam saat berada di lapangan.
“Dia punya kapasitas besar, tinggal bagaimana konsentrasi dijaga. Final tidak akan mudah,” tambahnya.
Imam juga menambahkan bahwa kekalahan tersebut disebabkan oleh kesalahan-kesalahan yang dilakukan Gregoria sendiri.
“Dia melakukan beberapa kesalahan sendiri dan itu yang akan menjadi bahan evaluasi kami,” tegas Imam. (Ant/Z-1)
Kekuatan Indonesia terlihat pada skema pressing tinggi dan set-piece, yang menjadi kunci gol-gol penting di laga sebelumnya.
Hanya Indonesia wakil Asia Tenggara di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Vietnam yang pernah menembus semifinal edisi 2016 gugur di tangan Indonesia.
Tim para panahan Indonesia berhasil menciptakan kejutan di ajang ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Thailand.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
TNI akan terus mendukung prajurit yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui jalur olahraga.
Presiden Prabowo mengumumkan kenaikan pangkat Rizki Juniansyah menjadi Kapten TNI AL. Simak perjalanan kariernya dari emas Olimpiade Paris 2024 hingga rekor dunia SEA Games 2025
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terhenti di babak semifinal setelah takluk dari wakil Tiongkok, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi dengan skor 19-21 dan 10-21.
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menyerah dua gim langsung dari pasangan Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi, dengan skor 10-21 dan 20-22 di Orleans Masters.
Di semifinal Orleans Masters, Rachel/Febi akan berhadapan dengan pasangan Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi.
Di babak semifinal Orleans Masters, Leo/Bagas akan berhadapan dengan pasangan asal Tiongkok, Hu Ke Yuan/Li Xiang Yi.
Amri/Nita tampil solid sejak awal laga untuk menyudahi perlawanan Wassink/Jille melalui permainan dua gim langsung dengan skor meyakinkan, 21-13 dan 21-12.
Rachel/Febi yang menempati posisi unggulan kedelapan berhasil menundukkan wakil Taiwan, Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan, dengan skor akhir 14-21, 21-6, dan 21-13.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved