Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Red Bull Max Verstappen menunjukkan sportivitas tinggi usai gagal merebut gelar juara dunia Formula 1 (F1) musim 2025. Meskipun memenangkan seri penutup di GP Abu Dhabi, Verstappen harus mengakui keunggulan pembalap McLaren, Lando Norris, yang keluar sebagai juara dunia dengan selisih poin yang sangat tipis.
Berbicara kepada laman resmi F1, Senin (8/12), Verstappen mengaku bangga dengan perjuangan yang telah ia dan timnya lakukan, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
“Dari sisi kami, setidaknya kami mengoptimalkan akhir pekan dengan sempurna, kami meraih posisi pole, kami memenangkan balapan dengan cara yang menurut saya dominan, jadi tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu,” ungkap Verstappen.
Kemenangan di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, tidak cukup mengamankan gelar bagi pembalap asal Belanda ini. Verstappen finis di posisi pertama, tetapi keberhasilan Norris mengamankan posisi ketiga di seri yang sama sudah cukup untuk mengunci klasemen akhir.
Verstappen mengakhiri musim 2025 dengan perolehan 421 poin, hanya terpaut dua poin di belakang Lando Norris yang mengoleksi 423 poin. Selisih tipis ini menjadi penutup persaingan yang dramatis sepanjang musim.
Verstappen tidak menampik bahwa kegagalan meraih gelar terasa menyakitkan, terutama dengan selisih yang begitu kecil. Namun, ia mengajak untuk melihat gambaran yang lebih besar, khususnya perjuangan timnya dari posisi tertinggal.
“Pada akhirnya, tentu saja, Anda kehilangan gelar juara dengan selisih dua poin (dan itu) terlihat menyakitkan, tetapi di sisi lain, jika Anda melihat dari posisi kami di Zandvoort, tertinggal lebih dari 100 poin, saya pikir itu tidak terlalu buruk,” sambung pembalap berusia 28 tahun tersebut.
Perjalanan Red Bull di paruh kedua musim memang patut mendapat apresiasi. Sempat tertinggal jauh, Verstappen dan tim mampu bangkit secara luar biasa, memperkecil defisit poin, dan memaksakan pertarungan gelar hingga seri terakhir.
Bagi Verstappen, kegagalan meraih gelar bukanlah akhir segalanya. Ia memilih untuk tetap tegar dan menghargai kerja keras seluruh anggota tim yang dianggapnya sebagai keluarga.
“Kami tidak memenangkan kejuaraan, oke, itu terjadi, itulah hidup, dan itu bukan sesuatu yang akan terlalu saya sesali. Maksud saya, hidup terus berjalan,” tegasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Verstappen menyatakan rasa bangganya terhadap seluruh kru Red Bull Racing. Ia optimistis menatap tantangan di masa depan.
“Saya sangat bangga dengan orang-orang yang bekerja bersama saya, mereka adalah keluarga kedua saya, dan kami akan menikmati momen ini. Kami akan menikmati paruh kedua musim ini, bangga akan hal itu, dan tahun depan akan menjadi tanda tanya besar bagi semua orang,” tutupnya, memberikan sinyal persaingan F1 akan kembali memanas di musim mendatang. (Ant/Z-1)
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Max Verstappen menekankan bagaimana peran Christian Horner yang selalu pasang badan untuknya di masa-masa sulit.
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
Helmut Marko, yang juga dikenal sebagai tangan kanan mendiang salah satu pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, telah menjadi arsitek di balik program pembalap junior tim Formula 1 itu.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Max Verstappen menekankan bagaimana peran Christian Horner yang selalu pasang badan untuknya di masa-masa sulit.
Menurut pembalap asal Belanda ini, kebijakan McLaren yang memberikan perlakuan setara kepada Norris dan Piastri justru menjadi bumerang bagi tim asal Inggris tersebut.
Sebelumnya, Verstappen sempat dikabarkan akan kembali memakai nomor 33 yang identik dengannya sebelum meraih gelar juara dunia pada 2021.
Max Verstappen menutup musim F1 2025 dengan kemenangan dominan di GP Abu Dhabi. Namun gagal merebut gelar hanya dua poin dari Lando Norris.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved