Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Gagal Pertahankan Gelar Formula 1 Usai Kalah Dua Poin dari Lando Norris, Max Verstappen Tetap Tegar

Basuki Eka Purnama
08/12/2025 11:05
Gagal Pertahankan Gelar Formula 1 Usai Kalah Dua Poin dari Lando Norris, Max Verstappen Tetap Tegar
Pembalap Red Bull Max Verstappen usai menjadi juara di GP Abu Dhabi.(AFP/Giuseppe CACACE)

PEMBALAP Red Bull Max Verstappen menunjukkan sportivitas tinggi usai gagal merebut gelar juara dunia Formula 1 (F1) musim 2025. Meskipun memenangkan seri penutup di GP Abu Dhabi, Verstappen harus mengakui keunggulan pembalap McLaren, Lando Norris, yang keluar sebagai juara dunia dengan selisih poin yang sangat tipis.

Berbicara kepada laman resmi F1, Senin (8/12), Verstappen mengaku bangga dengan perjuangan yang telah ia dan timnya lakukan, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

“Dari sisi kami, setidaknya kami mengoptimalkan akhir pekan dengan sempurna, kami meraih posisi pole, kami memenangkan balapan dengan cara yang menurut saya dominan, jadi tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu,” ungkap Verstappen.

Kemenangan di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, tidak cukup mengamankan gelar bagi pembalap asal Belanda ini. Verstappen finis di posisi pertama, tetapi keberhasilan Norris mengamankan posisi ketiga di seri yang sama sudah cukup untuk mengunci klasemen akhir.

Verstappen mengakhiri musim 2025 dengan perolehan 421 poin, hanya terpaut dua poin di belakang Lando Norris yang mengoleksi 423 poin. Selisih tipis ini menjadi penutup persaingan yang dramatis sepanjang musim.

Kebangkitan Dramatis Red Bull

Verstappen tidak menampik bahwa kegagalan meraih gelar terasa menyakitkan, terutama dengan selisih yang begitu kecil. Namun, ia mengajak untuk melihat gambaran yang lebih besar, khususnya perjuangan timnya dari posisi tertinggal.

“Pada akhirnya, tentu saja, Anda kehilangan gelar juara dengan selisih dua poin (dan itu) terlihat menyakitkan, tetapi di sisi lain, jika Anda melihat dari posisi kami di Zandvoort, tertinggal lebih dari 100 poin, saya pikir itu tidak terlalu buruk,” sambung pembalap berusia 28 tahun tersebut.

Perjalanan Red Bull di paruh kedua musim memang patut mendapat apresiasi. Sempat tertinggal jauh, Verstappen dan tim mampu bangkit secara luar biasa, memperkecil defisit poin, dan memaksakan pertarungan gelar hingga seri terakhir.

Fokus dan Kebanggaan Tim

Bagi Verstappen, kegagalan meraih gelar bukanlah akhir segalanya. Ia memilih untuk tetap tegar dan menghargai kerja keras seluruh anggota tim yang dianggapnya sebagai keluarga.

“Kami tidak memenangkan kejuaraan, oke, itu terjadi, itulah hidup, dan itu bukan sesuatu yang akan terlalu saya sesali. Maksud saya, hidup terus berjalan,” tegasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Verstappen menyatakan rasa bangganya terhadap seluruh kru Red Bull Racing. Ia optimistis menatap tantangan di masa depan.

“Saya sangat bangga dengan orang-orang yang bekerja bersama saya, mereka adalah keluarga kedua saya, dan kami akan menikmati momen ini. Kami akan menikmati paruh kedua musim ini, bangga akan hal itu, dan tahun depan akan menjadi tanda tanya besar bagi semua orang,” tutupnya, memberikan sinyal persaingan F1 akan kembali memanas di musim mendatang. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya