Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Indonesia Aldila Sutjiadi, yang berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos, menjadi runner up turnamen WTA 500 Guadalajara di Meksiko setelah tidak mampu menghadang unggulan teratas Nicole Melichar Martinez/ Irina Khromacheva di babak final, Senin (15/9)WIB.
Aldila/Olmos, yang merupakan unggulan kedua dalam turnamen tersebut, menyerah dari Martinez/Khromacheva dengan skor 3-6 dan 4-6.
Dalam pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 16 menit itu, Martinez/Khromacheva lebih unggul dengan mencatatkan tiga ace dan memiliki lebih banyak peluang break point untuk dikonversi.
Meski begitu, Aldila/Olmos tampil dengan servis kuat menempatkan 70,7% servis pertama mereka.
Sebelumnya, Aldila mengungkapkan bahwa Guadalajara, yang berlokasi di dataran tinggi, menjadi tantangan tersendiri saat bertanding mengingat kondisinya sangat berbeda dari Amerika Serikat (AS) Terbuka di New York, lokasi tanding sebelumnya. Namun, petenis yang saat ini berada di peringkat 50 ganda WTA itu berhasil mengatasi tantangan tersebut.
Di Guadalajara, Aldila/Olmos dijadwalkan memulai turnamen pada Selasa (9/9) namun faktor cuaca hujan memaksa pertandingan tertunda dua kali hingga Kamis (11/9) waktu setempat.
Aldila kembali berpasangan dengan Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters bulan lalu.
Sebelum WTA 1000 Cincinnati, Aldila/Olmos juga berpasangan saat mengikuti WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington D.C, akhir Juli.
Petenis berusia 30 tahun itu tiba di Meksiko setelah kandas di putaran pertama AS Terbuka 2025 ketika ia berpasangan dengan petenis Ukraina Nadiia Kichenok.
Aldila/Nadiia tidak mampu menghalau unggulan teratas pasangan petenis Rep Ceko Katerina Siniakova dan petenis AS Taylor Townsend. (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved