Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
IGA Swiatek kembali ke perempat final Flushing Meadows setelah kemenangan mulus melawan Ekaterina Alexandrova 6-3 dan 6-1 di babak keempat Amerika Serikat (AS) Terbuka, Selasa (2/9) WIB.
Tidak seperti dua pertandingan sebelumnya, Swiatek nyaris tanpa kesalahan saat menumbangkan Alexandrova dengan 21 winner, termasuk tujuh ace, dan hanya 13 kesalahan sendiri. Ia mengaku puas dengan intensitas dan fokus yang berhasil ia pertahankan.
"Saya merasa benar-benar berada di zona nyaman saya," ujar Swiatek usai pertandingan, seperti disiarkan WTA.
"Terkadang saya membuat keputusan berisiko, dan saya rasa saya memaksa bola masuk," lanjutnya.
Pukulan backhand Swiatek, yang diarahkan ke garis menjadi sorotan, dan ia hanya kehilangan servis sekali -- di gim kedua pertandingan, akibat dua kesalahan ganda.
Di sisi lain, Alexandrova tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya, yang telah membuat dirinya meraih 38 kemenangan pertandingan tahun ini.
Meskipun mampu bertahan di enam gim pertama, menghadapi break point pada kedudukan 3-3 di set pertama, forehand Aexandrova membentur net.
Dua gim kemudian, ia kehilangan set pertama dengan dua kesalahan beruntun dan satu drop shot yang mengenai net. Ia hanya memenangi satu gim lagi dalam pertandingan tersebut, kembali melakukan kesalahan ganda dan kalah 5-1 di set kedua.
Di gim terakhir, Swiatek berhasil menahan beberapa pengembalian bola dari Alexandrova untuk menyelamatkan tiga break point dan mengonversi match point pertamanya dengan backhand winner lainnya di garis.
Tidak lama setelah memastikan kemenangan atas Alexandrova hanya dalam 64 menit, Swiatek langsung menelepon seseorang untuk mendapatkan waktu bermain lebih banyak.
"Saya meminta pelatih saya untuk memesan waktu latihan selama 10 menit, jika memungkinkan," kata unggulan kedua Swiatek.
Swiatek sedang menikmati kebangkitan di musim panas, meraih gelar Wimbledon dan Cincinnati tahun ini -- ia kini telah memenangi 18 dari 19 pertandingan terakhirnya -- tetapi pekan pertama di New York tidaklah mulus bagi petenis Polandia tersebut.
Di babak kedua, ia dipaksa bermain tiga set oleh Suzan Lamens, dan di babak ketiga ia harus membalikkan defisit 5-1 di set pertama untuk mengalahkan unggulan ke-29, Anna Kalinskaya.
Secara keseluruhan, Swiatek kini telah mencapai 13 perempat final Grand Slam. Di antara para pemain aktif, hanya Venus Williams (39), Victoria Azarenka (18), dan Aryna Sabalenka (14) yang mencapai lebih banyak.
Swiatek telah menyamai total pencapaian Elina Svitolina dan Petra Kvitova yang baru saja pensiun. Selanjutnya, ia akan menghadapi unggulan kedelapan Amanda Anisimova dalam pertandingan yang akan menjadi ulangan final Wimbledon, atau unggulan ke-18 Beatriz Haddad Maia. (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved