Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati, Marc Marquez, tampil luar biasa di sprint race MotoGP Belanda 2025, meskipun mengaku tidak percaya diri dengan peluang kemenangannya setelah mengalami dua kecelakaan berat pada sesi latihan hari Jumat.
Marquez memulai hari Sabtu (28/6) di Sirkuit Assen dalam kondisi memar dan kelelahan. Dia berhasil lolos dari kualifikasi dengan menempati posisi keempat, lalu langsung melesat ke posisi dua saat balapan dimulai dan akhirnya memimpin hingga garis finis.
Dia meraih kemenangan dengan keunggulan tipis 0,351 detik atas adiknya, Alex Marquez (Gresini), sekaligus memperlebar jarak di klasemen menjadi 43 poin.
"Hari ini saya tidak bertaruh pada diri sendiri," kata Marquez kepada situs resmi MotoGP, Minggu (29/6).
"Saya tidak menyangka kemenangan itu, terutama karena begitu saya bangun pagi ini, hari itu adalah 'Sabtu yang malas'. Hari itu adalah hari yang tepat untuk duduk di sofa dan menonton balapan MotoGP dari sofa!"
Meski merasa bukan yang tercepat, Marquez menyatakan bahwa ia berhasil memaksimalkan kondisi sulit.
“Hari ini kami bukan yang tercepat di luar sana karena Alex dan Pecco (Francesco Bagnaia) sedikit lebih cepat dari saya. Tetapi, kami mengelola situasi dengan cara terbaik yang memungkinkan dan kami meraih 12 poin tersebut," sebutnya.
Marquez nyaris jatuh di tikungan pertama setelah bersaing dengan polesitter Fabio Quartararo. Ia mengakui bahwa insiden tersebut menjadi momen paling menentukan dalam balapan.
"Startnya luar biasa. Pertama, saya sangat berkonsentrasi di sana untuk memegang kopling dengan sangat presisi dan saya berhasil. Jadi, di tikungan pertama saya ragu tentang jalur mana yang terbaik," jelasnya.
"Tetapi, kemudian saya melihat Fabio banyak menghentikan motornya dan saya memutuskan untuk berada di luar. Saya melompat keluar dan hampir jatuh. Tetapi itu adalah titik krusial, titik terpenting dari balapan," lanjutnya.
Alex Marquez menunjukkan kecepatan yang lebih tinggi di awal balapan, tetapi gagal menyalip sang kakak. Marc mengakui bahwa slipstream dan jalur yang tepat membuatnya bisa bertahan di depan.
"Saya tahu Alex sangat kuat dengan ban belakang baru itu. Namun, saat Anda melompat di depan, pembalap lain akan lebih cepat karena semua tikungan tiga, empat, dengan slipstream lebih mudah karena pengemudiannya jauh lebih baik," sebutnya.
"Terpenting adalah dia sangat cepat di tikungan 11, 12 tetapi saya tahu bahwa di sana jika saya berada di jalur yang benar, akan sangat sulit untuk menyalip," paparnya
Menghadapi balapan utama hari Minggu, Marquez menyatakan fokus utamanya adalah mempertahankan keunggulan poin.
"Tujuan saya sama seperti hari ini: tidak kehilangan banyak poin. Hari ini kami telah meraih 12 poin, jadi kami memiliki keunggulan. Besok adalah saatnya untuk menyelesaikan balapan dan tidak kehilangan banyak poin," ujarnya.
Dia juga menyebutkan bahwa beberapa bagian dari lintasan, terutama tikungan ketiga, masih menjadi titik lemah yang perlu diperbaiki.
"Alex adalah penunggang Ducati yang paling baik dalam menangani tikungan ketiga, terutama tikungan 11-12 dan saya adalah yang paling buruk. Dan titik terkuat saya adalah titik lemahnya," pungkas Marquez. (Fer/I-1)
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Hingga kini, Jorge Martin masih dalam masa pemulihan pascaoperasi bahu akibat insiden di Motegi, Jepang.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved