Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis mata lulusan Universitas Indonesia Referano Agustiawan mengatakan olahraga padel bisa berisiko membahayakan mata karena gerakan bola yang cepat.
"Sekarang banyak lagi suka padel, itu kan cepat sekali bolanya. Saya sudah berapa kali dapat kasus mata karena bola padel, itu bisa
kompleks sekali," kata Referano, dikutip Senin (28/4).
Padel merupakan olahraga asal Meksiko yang mirip dengan tenis namun dilakukan di lapangan lebih kecil dan tertutup dinding. Raket padel juga tidak memiliki senar dan dari bahan padat serta bola yang lebih ringan dari bola tenis.
Direktur Utama JEC @Menteng ini mengatakan kecepatan bola padel berbeda dengan tenis atau bulu tangkis yang bisa diamati secara perlahan oleh mata.
Kecepatan bola padel bisa menyebabkan trauma pada mata, selain itu raket padel juga bisa berisiko terkena mata dari rekan bermain.
Ia mengatakan masalah mata yang tidak diatasi dengan segera bisa berisiko bertambah parah dan bisa menyebabkan gangguan mata yang lebih kompleks seperti pada retina atau kornea.
"Sekarang banyak sekali olahraga yang ekstrem-ekstrem dan bisa berisiko menimbulkan gangguan mata yang kompleks, bukan hanya kornea saja, bukan hanya retina saja, bukan hanya glokoma saja, tapi semuanya jadi satu, bisa itu," katanya.
Referano juga mengatakan misinformasi terkait kesehatan mata yang beredar dari mulut ke mulut juga bisa menjadi penyebab masalah kesehatan mata yang tidak tertangani dengan baik secara medis.
Banyak mitos-mitos turun temurun terkait pengobatan mata tanpa rekomendasi medis bisa membahayakan penglihatan bahkan mengancam jiwa.
"Bukan hanya membahayakan penglihatan tapi juga membahayakan jiwanya karena kalau kena jamur bisa infeksi, karena mata organ paling dekat dengan otak jadi infeksi takutnya berisiko menyebar ke otak," jelasnya.
Ia mengatakan kasus mata yang kompleks harus ditangani oleh dokter spesialis dan subspesialis yang menangani sesuai gejala, sehingga bisa sembuh dan tidak menimbulkan komplikasi lain.
Referano juga berharap inovasi kesehatan mata terus berkembang dan Indonesia bisa mengikuti perkembangan teknologi pengobatan mata untuk memberi manfaat lebih kepada pasien. (Ant/Z-1)
AHLI gizi di luar negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Berbeda dari konsep fun run pada umumnya, PacaRUN justru mengajak peserta untuk melambat, membuka diri, dan menikmati setiap momen.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Saat skor sempat imbang 16-16, Jonatan memilih bermain lebih tenang setelah membaca kecenderungan lawan yang mulai meningkatkan serangan.
Sabar/Reza tampil kompetitif pada gim pertama. Didampingi Hendra Setiawan sebagai pelatih, mereka memanfaatkan celah permainan lawan dan menutup interval dengan keunggulan 11-9.
Laser dalam SiLK berenergi ultra rendah sehingga mengurangi potensi inflamasi, jaringan korneapun lebih aman dan menjaga kekuatan strruktur kornea.
Pasien yang datang karena mata kering jumlahnya sangat banyak, sebagian besar pasien mata kering datang ketika kondisinya sudah cukup parah.
Langkah pertama yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengatasi mata kering adalah menggunakan handuk atau lap yang bersih untuk mengompres mata dengan air yang hangat di rumah.
LAYANAN pemeriksaan mata serta pengalaman berbelanja kacamata sekarang dapat langsung di kantor, rumah, dan lokasi pilihan lain.
Seiring meningkatnya aktivitas digital di tempat kerja, banyak profesional usia produktif kini menghabiskan rata-rata lebih dari 8-10 jam per hari menatap layar.
Cermata hadir sebagai solusi ilmiah untuk menjawab tantangan akses skrining mata konvensional yang masih terbatas, terutama di lingkungan sekolah dasar dan anak dengan disabilitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved