Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ALEXANDER Zverev mengakui penampilannya buruk ketika dikalahkan Matteo Berrettini di babak pembuka Monte Carlo Masters, Rabu (9/4) WIB.
Kekalahan itu membuat petenis Jerman itu gagal melewati babak perempat final di enam ajang yang diikutinya setelah Australia Terbuka.
"Ini adalah periode terburuk sejak saya cedera, beberapa bulan terakhir," kata Zverev dalam konferensi pers pascapertandingan, Rabu (9/4).
Zverev memenangi set pembuka tapi tidak mampu menutup pertandingan dengan kemenangan dan kalah 7-5 pada set penentuan.
Peringkat dua dunia itu tidak senang dengan level permainannya dalam head to head ketujuhnya dengan Berrettini.
"Saya pikir level saya buruk, tetapi itu hanya pendapat saya, kata Zverev.
Zverev melaju ke babak perebutan gelar di Melbourne, Januari lalu, tetapi sejak itu mencatatkan menang kalah 6-5. Petenis berusia 27 tahun itu kecewa terhadap turunnya performa bermainnya.
"Saya kalah tiga set di Buenos Aires, saya kalah tiga set di Rio, saya kalah tiga set di Indian Wells, saya kalah tiga set di Miami, saya kalah tiga set di sini, dan saya tidak memenangi satu pun. Itulah masalahnya," kata Zverev.
Zverev selanjutnya bermain dalam ajang ATP 500 di kandang sendiri di Muenchen, pekan depan.
Bagi Berrettini, ini adalah kemenangan terbesar dalam kariernya menurut peringkat ATP, dengan skor 2-6, 6-3, dan 7-5.
Berrettini menunjukkan salah satu penampilan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir untuk mencapai babak ketiga di The Principality untuk kedua kalinya dan meningkatkan catatannya menjadi 3-4 dalam head to head melawan Zverev.
"Rencana permainannya sama tetapi saya mengubah sikap dan cara saya percaya pada pukulan saya," kata Berrettini, yang memenangi 14 dari 15 poin servis pertama di set kedua, menurut statistik ATP.
Selanjutnya, ia akan melawan Jiri Lehecka atau rekan senegaranya Lorenzo Musetti, yang merupakan petenis Italia terakhir yang mengalahkan petenis dua besar dunia di lapangan tanah liat sebelum Berrettini (mengalahkan Novak Djokovic pada Monte Carlo Masters 2023). (Ant/Z-1)
UNGGULAN kelima Elena Rybakina mengirimkan sinyal bahaya bagi para rivalnya di Australian Open 2026. Petenis asal Kazakhstan itu memastikan diri melaju ke babak kedua
Janice Tjen cetak sejarah di Australian Open 2026 usai tumbangkan Leylah Fernandez. Dukungan diaspora Indonesia di ANZ Arena jadi pemicu mental.
Analisis taktik Janice Tjen yang sukses menumbangkan pemain unggulan. Variasi pukulan dan kecerdasan lapangan jadi kunci utama.
Ranking WTA Janice Tjen terbaru 2026 mengalami lonjakan signifikan. Simak posisi terkini, prestasi, dan peluang petenis Indonesia ini ke 50 besar dunia.
Profil lengkap Leylah Fernandez, petenis unggulan Kanada yang dikalahkan wakil Indonesia Janice Tjen di putaran pertama Australian Open 2026.
JANICE Tjen kembali mengukir sejarah bagi tenis Indonesia di panggung dunia. Tampil sebagai debutan di Australia Terbuka, petenis asal Jakarta ini sukses melaju ke babak kedua.
Petenis Kanada Felix Auger-Aliassime melaju ke semifinal ATP Finals melawan petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz setelah mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev.
Sinner mencatat 12 ace dan memenangi pertemuan kelima secara beruntun melawan Zverev.
Jannik Sinner melaju ke babak sistem gugur ATP Finals usai mengalahkan Alexander Zverev 6-4 dan 6-3.
Carlos Alcaraz dan Alexander Zverev sama-sama memetik kemenangan pada laga pembuka fase grup ATP Finals 2025 yang digelar di Inalpi Arena, Turin, Minggu (9/11).
Cameron Norrie gagal melanjutkan performa gemilangnya di Paris Masters setelah kalah dari Valentin Vacherot dua set langsung.
Sinner berpeluang kembali jadi petenis terbaik dunia jika juara di Paris Masters.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved