Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Marc Marquez mengatakan hasil kemenangan di MotoGP Thailand, Sirkuit Buriram pada Minggu (2/3) seperti sebuah mimpi.
Hasil di Buriram, menjadi catatan sempurna baginya. Ia memulai balapan dari posisi terdepan, kemudian jadi yang tercepat di balapan Sprint, dan menjuarai balapan utama.
"Ini adalah sebuah mimpi. Saya tidak bisa meminta lebih. Kami memulai perjalanan baru ini dengan meraih posisi terdepan, kemenangan ganda di sprint dan balapan utama," kata Marquez dikutip Crash.
"Saya ingin berterima kasih kepada tim karena bagi saya penting untuk merasa nyaman di atas motor, tetapi terlebih lagi di dalam kotak, dengan Marco Rigamonti dan semua mekanik, saya merasa sangat baik - bahkan manajer tim.
Hasil tersebut menandai kemenangan pembukaan musim pertamanya sejak 2014, sementara keunggulan delapan poin di kejuaraan membuatnya memuncaki klasemen untuk pertama kalinya sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 2019.
Marquez melaju dengan cepat di awal-awal balapan, namun ia kehilangan posisi terdepan saat melambat di Tikungan 3 pada lap ketujuh.
Marquez berada di belakang saudaranya, Alex Marquez, hingga akhir lap ke-23, saat ia melewatinya di Tikungan 12 dan melesat ke garis finish dengan selisih waktu 1,7 detik.
"Saya berkendara dengan cara yang sangat baik. Berbagi akhir pekan itu dengan saudara laki-laki saya adalah sesuatu yang tidak nyata bagi keluarga saya. Saya tak bisa membayangkan perasaan ayah, ibu, dan seluruh keluarga," ujar Marquez.
"Tapi saya tidak bisa meminta lebih. Jika Anda bertanya pada kakak saya, ia akan berkata 'oke, tapi lain kali sebaliknya'. Tapi percayalah bahwa ia akan memenangkan balapan tahun ini, ia mengendarai motor dengan sangat baik," lanjutnya. (Crash/P-4)
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved