Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEBULU tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan mengaku sudah memikirkan untuk pensiun sejak Oktober sebelum dia benar-benar menyampaikan keputusan mengakhiri 20 tahun karier sebagai atlet tepok bulu itu, beberapa hari lalu.
"Cuma setelah turnamen terakhir (Tiongkok Masters) saya pikir-pikir tahun ini hasilnya kurang bagus, cuma satu kali final (di Australia Terbuka), jadi itu salah satu yang membuat saya memutuskan untuk berhenti, selain umur juga sudah segini (40 tahun)," papar Hendra kepada wartawan di GOR UNJ Rawamangun Jakarta, Kamis (5/12).
Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu menyatakan sudah merasa cukup dengan perjalanannya sebagai spesialis ganda putra selama hampir tiga dekade.
"Masih terus (semangat), cuma ya sudahlah, ini juga sudah cukup buat saya," ujar Hendra.
Mengenai pengalaman yang berkesan selama berkarier bulu tangkis, juara dunia empat kali itu mengatakan Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido masih sangat membekas di hatinya.
"Tapi juga dukanya banyak. Saya pun pernah mengalami down, ketika 2012 tidak lolos Olimpiade, terus juga 2016 tidak dapat medali di Rio dan waktu itu karena diunggulkan banget. Jadi itu masa-masa sulit saya," kata Hendra.
"Kalau (gelar) yang belum kesampaian, pertama pasti Piala Sudirman, juga medali Olimpiade sama Ahsan, terakhir di Tokyo itu cuma nomor
empat," lanjutnya
Mengenai rencananya nanti, Hendra mengatakan ingin berlibur dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Selain itu, Hendra juga mempertimbangkan membuat bisnis dan membuka lapangan bulu tangkis bersama sponsor di kemudian hari.
"Kalau memungkinkan ke depannya (bisa buat akademi juga). Nanti juga mungkin kalau jadi ada lagi bangun lapangan sama (Mohammad) Ahsan, sama Waroeng Steak. Mudah-mudahan lancar," pungkas Hendra. (Ant/Z-1)
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terhenti di babak semifinal setelah takluk dari wakil Tiongkok, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi dengan skor 19-21 dan 10-21.
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menyerah dua gim langsung dari pasangan Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi, dengan skor 10-21 dan 20-22 di Orleans Masters.
Di semifinal Orleans Masters, Rachel/Febi akan berhadapan dengan pasangan Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi.
Di babak semifinal Orleans Masters, Leo/Bagas akan berhadapan dengan pasangan asal Tiongkok, Hu Ke Yuan/Li Xiang Yi.
Amri/Nita tampil solid sejak awal laga untuk menyudahi perlawanan Wassink/Jille melalui permainan dua gim langsung dengan skor meyakinkan, 21-13 dan 21-12.
Rachel/Febi yang menempati posisi unggulan kedelapan berhasil menundukkan wakil Taiwan, Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan, dengan skor akhir 14-21, 21-6, dan 21-13.
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terhenti di babak semifinal setelah takluk dari wakil Tiongkok, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi dengan skor 19-21 dan 10-21.
Di babak semifinal Orleans Masters, Leo/Bagas akan berhadapan dengan pasangan asal Tiongkok, Hu Ke Yuan/Li Xiang Yi.
Tampil sebagai unggulan ketiga, Leo/Bagas menyudahi perlawanan Labarthe/Ronget melalui kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-16 di Orleans Masters.
Sebelumnya, masalah kapalan di tangan Nikolaus sempat menjadi kendala serius yang mengganggu performanya dalam beberapa turnamen terakhir.
Leo/Bagas dan Raymond/Joaquin sukses melaju ke babak 16 besar Orleans Masters 2026. Simak rekap hasil ganda putra Indonesia selengkapnya di sini.
Bagi Muhammad Rian Ardianto, BATC 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat kemitraannya dengan Rahmat Hidayat dalam format turnamen beregu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved