Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Baik Emma Raducanu (Inggris) maupun Sofia Kenin (Amerika Serikat) sama-sama memiliki satu gelar Grand Slam. Mereka adalah mantan pemain Top 10 yang masing-masing turun ke peringkat 72 dan 54 dunia, sebagian karena cedera. Mengingat kondisi yang serupa, mereka belum pernah saling berhadapan.
Tapi, Selasa atau Rabu (28/8) WIB, keduanya harus berhadapan di turnamen AS Terbuka. Setelah tiga set yang sulit, Kenin akhirnya yang menang dengan skor 6-1, 3-6, 6-4.
Meskipun kedua pemain memiliki karier yang menarik, Raducanu lah yang lebih terkenal. Ia memenangkan gelar tunggal putri AS Terbuka 2021 saat remaja. Uniknya itu ia capai sebagai petenis yang harus melalui babak kualifikasi.
Baca juga : Raducanu Bersemangat Sambut 2024
“Saya suka turnamen ini dan saya punya kenangan yang luar biasa di sini,” kata Raducanu seperti dikutip dari situs resmi turnamen. “Senang rasanya bisa kembali dan melihat nama saya terukir di trofi,” imbuhnya.
Namun, Kenin yang berusia 25 tahun, yang meraih gelar tunggal putri Australia Terbuka 2020, lebih teruji. Ia pernah menduduki peringkat tertinggi No. 4 dunia, baik pada 2020 maupun 2021.(M-3)
Raducanu menjalani laga kompetitif pertamanya di United Cup, Selasa (6/1).
Petenis Inggris Emma Raducanu memutuskan mengakhiri musim 2025 lebih awal setelah mundur dari dua turnamen WTA di Tokyo dan Hong Kong karena sakit.
Raducanu mengakui kualitas Tjen yang sebelumnya mencuri perhatian dunia.
Janice Tjen tidak mampu menghentikan tren positif yang sedang dibawa Raducanu ketika kandas dengan skor akhir 2-6 dan 1-6 di putaran kedua AS Terbuka.
Kesuksesan Emma Raducanu menjadi juara AS Terbuka 2021 melalui babak kualifikasi memotivasi Janice Tjen untuk dapat melakukan hal serupa.
Sabalenka akan menghadapi petenis nonunggulan dari Rusia, Polina Kudermetova.
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Namun, performanya sempat terganggu oleh cedera siku yang memaksanya menjalani operasi setelah tersingkir di babak pertama Wimbledon pada Juli.
Sebelum ke Melbourne, Williams akan mengawali perjalanannya di Auckland Classic pekan depan.
Jannik Sinner kembali menjuarai turnamen akhir musim tanpa kehilangan satu set pun dan memperkecil jarak rivalitasnya dengan Carlos Alcaraz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved