Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN integritas tenis internasional (ITIA) mengumumkan petenis nomor satu dunia Jannik Sinner dibebaskan dari segala tuduhan doping kendati pernah dua kali dinyatakan positif menggunakan zat terlarang pada awal musim.
Menurut ITIA, Sinner memberikan sampel dalam kompetisi di Indian Wells Masters, 10 Maret lalu, yang mengandung metabolit clostebol pada tingkat rendah.
Clostebol adalah steroid anabolik yang dilarang penggunaannya oleh Badan Antidoping Dunia (WADA).
Baca juga : Tidak Sengaja Terpapar Doping, Jannik Sinner Dibebaskan dari Sanksi
Sampel selanjutnya, yang dilakukan delapan hari kemudian di luar kompetisi, juga dinyatakan positif memiliki kadar metabolit yang sama yang rendah.
"ITIA, hari ini, mengonfirmasi pengadilan independen yang dibentuk Sport Resolutions telah memutuskan pemain tenis Italia Jannik Sinner tidak menanggung kesalahan atau kelalaian atas dua Pelanggaran Aturan Antidoping di bawah Program Antidoping Tenis (TADP)," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (21/8).
"Petenis tersebut menjelaskan bahwa zat tersebut memasuki sistem mereka sebagai akibat dari kontaminasi dari anggota tim pendukung, yang
telah menggunakan semprotan yang dijual bebas (tersedia di Italia) yang mengandung clostebol pada kulit mereka sendiri untuk mengobati luka kecil," lanjutnya.
Baca juga : Jannik Sinner Juarai Cincinnati Terbuka
ITIA menambahkan anggota tim pendukung tersebut telah menggunakan semprotan tersebut antara 5-13 Maret, ketika mereka juga memberikan pijat harian dan terapi olahraga kepada Sinner, yang mengakibatkan kontaminasi.
Meskipun petenis Italia berusia 23 tahun itu telah dibebaskan dari segala kesalahan, ia akan kehilangan hasil, hadiah uang, dan 400 poin peringkat yang ia kumpulkan di Indian Wells, sesuai dengan aturan antidoping yang berlaku.
"Saya sekarang akan melupakan periode yang penuh tantangan dan sangat disayangkan ini," kata Sinner melalui akun media sosial miliknya.
Baca juga : Jannik Sinner Bersiap di Cincinnati seusai Kekalahan di Montreal
"Saya akan terus melakukan semua yang saya bisa untuk memastikan saya terus mematuhi program antidoping ITIA dan saya memiliki tim di sekitar saya yang sangat teliti dalam kepatuhan mereka," lanjutnya.
Namun, petenis lain dalam tur bereaksi terhadap pengumuman tersebut dengan skeptis dan marah.
"Konyol -- entah itu disengaja atau direncanakan," cicit petenis Australia Nick Kyrgios di X.
Baca juga : Carlos Alcaraz Fokus Kejar Peringkat 1 pada Akhir Musim
"Anda dites dua kali dengan zat terlarang (steroid). Anda harus absen selama 2 tahun. Performa Anda meningkat. Krim pijat. Ya bagus," imbuhnya.
Petenis Kanada Denis Shapovalov juga menuliskan pendapatnya mengenai kabar tersebut di media sosial.
"Tidak dapat membayangkan apa yang dirasakan pemain lain yang dilarang karena zat yang terkontaminasi saat ini," ujar Shapovalov.
Hasil tes positif tersebut awalnya tidak dipublikasikan saat penyelidikan ITIA sedang berlangsung.
Skorsing sementara diterapkan kepada Sinner setelah dua tes tersebut, namun ia berhasil mengajukan banding terhadap keduanya yang berarti bahwa ia dapat terus berkompetisi.
"Setelah penyelidikan tersebut, ITIA menerima penjelasan pemain mengenai sumber clostebol dan bahwa keberadaan zat tersebut tidak
disengaja," ujar CEO ITIA Karen Moorhouse.
ATP, badan tenis profesional putra, mendukung Sinner dan proses penyelidikannya.
"Kami mendukung bahwa tidak ada kesalahan atau kelalaian yang ditemukan di pihak Jannik Sinner," tegas ATP.
"Kami juga ingin mengakui kokohnya proses investigasi dan evaluasi independen terhadap fakta-fakta di bawah Program Anti-Doping Tenis (TADP), yang memungkinkan dia untuk terus berkompetisi."
"Ini merupakan tantangan bagi Jannik dan timnya, dan menggarisbawahi perlunya para pemain dan rombongan untuk sangat berhati-hati dalam menggunakan produk atau perawatan."
"Integritas adalah yang terpenting dalam olahraga kami," tambah ATP. (Ant/Z-1)
Mantan juara dunia kelas bulu dan ringan UFC, Conor McGregor, menerima sanksi larangan bertanding selama 18 bulan akibat pelanggaran aturan antidoping.
Bek Atletico Madrid berusia 30 tahun itu dinyatakan positif mengonsumsi kanrenon setelah kekalahan 3-0 dari Manchester United di semifinal Liga Europa, Mei lalu.
Setelah kontraknya diputus oleh Juventus pada November 2024, Pogba resmi menjadi agen bebas.
Jannik Sinner menang 6-3, 6-4 atas Mariano Navone di Italian Open, menandai comeback emosional usai skorsing doping tiga bulan.
Jannik Sinner akan memainkan turnamen keduanya tahun ini dan yang pertama sejak memenangi Australia Terbuka di Roma.
Petenis Italia berusia 23 tahun yang menjadi juara Australia Terbuka, Januari lalu, Jannik Sinner, tidak bisa bermain tenis mulai 9 Februari hingga 4 Mei mendatang.
Jakub Mensik, yang kini berusia 20 tahun, tampil percaya diri untuk menyudahi perlawanan Jannik Sinner dengan skor 7-6 (3), 2-6, dan 6-3 di perempat final Qatar Terbuka.
Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner melaju ke perempat final Qatar Open 2026. Simak hasil lengkap, statistik kemenangan Sinner, dan kejutan Tsitsipas di Doha.
Kemenangan dalam durasi 85 menit ini memperpanjang catatan impresif Jannik Sinner menjadi 50 kemenangan beruntun melawan petenis di luar peringkat 50 besar dunia.
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Ia akan menghadapi Jannik Sinner atau Novak Djokovic pada Minggu (1/2) untuk memperebutkan trofi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved