Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner dibebaskan dari segala tuduhan setelah dua kali dinyatakan positif menggunakan zat terlarang pada Maret lalu.
Petenis Italia itu dinyatakan positif memiliki kadar rendah metabolit clostebol - zat steroid yang dapat digunakan untuk membangun massa otot - selama turnamen Indian Wells.
Sampel lebih lanjut yang diambil delapan hari kemudian juga dinyatakan positif memiliki kadar rendah metabolit yang sama.
Baca juga : Kalahkan Sonego, Sinner Berada dalam Jalur untuk Rematch dengan Alcaraz di AS Terbuka
Skorsing sementara diterapkan secara otomatis, tetapi, karena Sinner membantahnya, ia dapat terus bermain.
Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA) menemukan bahwa Sinner secara tidak sengaja terkontaminasi zat tersebut karena ulah Giacomo Naldi, fisioterapisnya.
Naldi telah mengoleskan semprotan yang dijual bebas di Italia ke luka di tangannya sendiri dan kemudian melakukan perawatan pada Sinner.
Baca juga : Adu Kuat 2 Petenis Muda di Perempat Final AS Terbuka 2022
ITIA menerima penjelasan tersebut dan menyatakan bahwa pelanggaran tersebut tidak disengaja.
Sinner dibebaskan dari kesalahan atau kelalaian oleh pengadilan independen pekan lalu, tetapi ia akan kehilangan poin peringkat dan hadiah uang dari penampilannya di semifinal di Indian Wells.
"Saya sekarang akan melupakan masa yang penuh cobaan dan sangat disayangkan ini," kata Sinner dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir BBC, Rabu (21/8).
Baca juga : Sinner Melaju ke Perempat Final Grand Slam Ketiga pada Tahun Ini
"Saya akan terus melakukan apa pun yang saya bisa untuk memastikan saya terus mematuhi program antidoping ITIA.
"Saya memiliki tim di sekitar saya yang sangat teliti dalam kepatuhan mereka sendiri."
Clostebol, yang sering ditemukan dalam produk untuk mengobati pembengkakan dan iritasi, ada dalam daftar zat terlarang Badan Antidoping Dunia.
Sinner menjadi unggulan teratas di turnamen Grand Slam AS Terbuka, yang dimulai pada Senin (19/8) hingga 9 September mendatang. (M-3)
Mantan juara dunia kelas bulu dan ringan UFC, Conor McGregor, menerima sanksi larangan bertanding selama 18 bulan akibat pelanggaran aturan antidoping.
Bek Atletico Madrid berusia 30 tahun itu dinyatakan positif mengonsumsi kanrenon setelah kekalahan 3-0 dari Manchester United di semifinal Liga Europa, Mei lalu.
Setelah kontraknya diputus oleh Juventus pada November 2024, Pogba resmi menjadi agen bebas.
Jannik Sinner menang 6-3, 6-4 atas Mariano Navone di Italian Open, menandai comeback emosional usai skorsing doping tiga bulan.
Jannik Sinner akan memainkan turnamen keduanya tahun ini dan yang pertama sejak memenangi Australia Terbuka di Roma.
Petenis Italia berusia 23 tahun yang menjadi juara Australia Terbuka, Januari lalu, Jannik Sinner, tidak bisa bermain tenis mulai 9 Februari hingga 4 Mei mendatang.
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Flavio Cobolli menjadi penentu gelar setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Jaume Munar.
Meski tampil tanpa dua petenis utama, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti, tuan rumah tetap menunjukkan dominasi.
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
Jannik Sinner kembali menjuarai turnamen akhir musim tanpa kehilangan satu set pun dan memperkecil jarak rivalitasnya dengan Carlos Alcaraz.
Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner melaju ke final ATP Finals 2025 usai menang meyakinkan di semifinal Turin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved