Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TAYLOR Fritz bangkit dari ketertinggalan dua set untuk memupuskan harapan Alexander Zverev di Wimbledon, sekaligus melaju ke perempat final turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut.
Unggulan keempat Zverev, awalnya, tampil dominan untuk membuka peluang melaju ke perempat final pertamanya di All England Club sebelum Fritz membalikkan keadaan dan menang 4-6, 6-7 (4/7), 6-4, 7-6 (7/3), dan 6-3.
Break yang dipatahkan petenis unggulan ke-13 asal Amerika Serikat (AS) itu di set ketiga menandai pertama kalinya servis Zverev dipatahkan pada ajang tersebut.
Baca juga : Atasi Cedera, Nadal Kalahkan Frtiz di Perempat Final Wimbledon
Fritz kemudian memenangi tie-break set keempat untuk menyamakan kedudukan sebelum kembali melakukan break di awal set penentu.
"Sungguh luar biasa bisa melakukan hal itu di Centre Court, dua set di hadapan penonton ini. Itu sebuah mimpi," kata Fritz, dikutip Selasa (9/7).
"Masalahnya adalah saya masih merasa bermain sangat baik karena tertinggal dua set. Saya hanya berpikir sangat disayangkan bermain sebaik ini dan kalah straight set."
Baca juga : Fritz Singkirkan Zverev di Indian Wells Masters
"Jadi, mari kita ambil set yang ketiga, saya mengambilnya satu per satu. Saya memiliki keyakinan itu. Itu hanya beberapa poin di sana-sini," lanjut petenis berusia 26 tahun itu.
Fritz, yang mencetak total 69 winner dengan 23 kesalahan sendiri, akan menghadapi unggulan ke-25 dari Italia Lorenzo Musetti di perempat final Wimbledon.
Zverev mengatakan dia mengalami kesulitan fisik akibat cedera lutut yang dia alami saat menang melawan Cameron Norrie.
Baca juga : Zverev Melaju ke Putaran Kedua Wimbledon
"Saya menggunakan satu kaki hari ini," kata Zverev yang bermain dengan pelindung pada lutut kirinya.
"Saya tidak memerlukan operasi apa pun. Tidak ada yang tidak sembuh dengan sendirinya. Hanya butuh waktu."
"Saya tahu bahwa saya juga mempunyai peluang besar di sini di Wimbledon. Saya tidak ingin mundur. Kemarin saya tidak bisa berlatih sama sekali. Kemarin saya bahkan tidak bisa berjalan," imbuh petenis Jerman itu.
Baca juga : Elina Svitolina Ungkap Derita Bermain Saat Negaranya Diserang Rusia
"Hari ini saya merasa jauh lebih baik. Itu sebabnya saya mencoba untuk bermain. Saya juga tahu bahwa saya memiliki peluang besar tahun ini di Wimbledon. Ini mungkin yang terbaik yang pernah saya rasakan di lapangan Wimbledon."
Petenis berusia 27 tahun, yang menjadi runner-up Prancis Terbuka bulan lalu, itu tetap optimistis untuk dapat tampil dan mempertahankan gelar di Olimpiade Paris 2024.
"Saya punya waktu tiga minggu," kata Zverev.
"Dari apa yang saya pahami, semuanya akan baik-baik saja dalam waktu yang lebih singkat," pungkasnya. (Ant/Z-1)
PETENIS putri Indonesia, Janice Tjen, memilih menatap ajang Indian Wells 2026 dengan pendekatan realistis. Ia tidak memasang target khusus, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas.
Carlos Alcaraz mengincar gelar ketiga di Indian Wells 2026 dengan modal 12 kemenangan beruntun. Simak pengakuan sang petenis nomor 1 dunia tentang ambisi mengejar rekor Novak Djokovic
Daniil Medvedev, bintang tenis dunia terjebak di Dubai akibat penutupan ruang udara Timur Tengah. Terancam absen di ATP Masters 1000 Indian Wells.
Duet Janice/Piter berhasil menghentikan langkah pasangan Marie Bouzkova (Rep Ceko) dan Ann Li (Amerika Serikat) melalui kemenangan straight set 7-6 (3) dan 6-3.
Daniil Medvedev menang dengan skor meyakinkan 6-4 dan 6-2 atas Felix Auger-Aliassime di laga semifinal Dubai Duty Free Tennis Championships.
Masuk ke lapangan dengan catatan buruk 0-11 melawan petenis peringkat lima dunia, Miomir Kecmanovic akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan tersebut dengan mengalahkan Alexander Zverev.
Di laga final Dallas Terbuka, Ben Shelton sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya bangkit dan menutup pertandingan melawan Taylor Fritz dengan skor ketat 3-6, 6-3, dan 7-5.
Kondisi lutut yang belum prima menjadi penghambat utama yang harus Taylor Fritz selesaikan sebelum bisa memikirkan gelar juara.
Alex de Minaur mempertahankan asa lolos ke semifinal ATP Finals dan kemudian mengakhiri mimpi Taylor Fritz di Turin, saat ia meraih kemenangan 7-6 (3) dan 6-3 di ATP Finals.
Taylor Fritz tampil percaya diri, membawa momentum hampir sepanjang 90 menit pertama melawan Carlos Alcaraz, sebelum kalah 6-7 (2), 7-5, dan 6-3.
Carlos Alcaraz mengalahkan Taylor Fritz di laga ATP Finals dengan skor 6-7 (2), 7-5, dan 6-3.
Taylor Fritz mendikte permainan dari baseline untuk memastikan kemenangan 6-3 dan 6-4 atas Lorenzo Musetti di laga ATP Finals.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved