Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Tundukkan Taylor Fritz di Final Dallas Terbuka, Ben Shelton Amankan Gelar Perdana Musim 2026

Basuki Eka Purnama
16/2/2026 11:09
Tundukkan Taylor Fritz di Final Dallas Terbuka, Ben Shelton Amankan Gelar Perdana Musim 2026
Petenis AS Ben Shelton usai menjadi juara Dallas Terbuka(AFP/Sam Hodde / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

BEN Shelton membuktikan dirinya sebagai pemain spesialis momen krusial. Petenis muda berbakat ini berhasil menyabet gelar juara Dallas Terbuka 2026 setelah menumbangkan unggulan utama sekaligus rekan senegaranya, Taylor Fritz, dalam partai final yang dramatis pada Minggu (15/2) waktu setempat.

Dalam laga yang berlangsung selama 1 jam 51 menit tersebut, Shelton sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya bangkit dan menutup pertandingan dengan skor ketat 3-6, 6-3, dan 7-5. 

Kemenangan ini menandai trofi ATP 500 kedua bagi Shelton, sekaligus gelar ATP Tour keempat sepanjang kariernya.

Mental Baja di Set Penentu

Pertandingan antara dua petenis terbaik Amerika Serikat (AS) ini menyuguhkan tensi tinggi sejak awal. Fritz mendominasi set pertama dengan permainan yang solid, namun Shelton perlahan menemukan ritmenya di set kedua. 

Drama memuncak pada set penentu, saat Shelton sempat kehilangan keunggulan break dan berada di ambang kekalahan.

Momen paling menegangkan terjadi di gim ke-10 set ketiga. Shelton dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan tiga poin krusial yang bisa saja mengakhiri asanya. Namun, ketenangan di bawah tekanan membawanya keluar dari situasi sulit tersebut hingga akhirnya membalikkan keadaan.

"Rasanya luar biasa. Saya bersyukur kepada Tuhan, karena saya membutuhkan sesuatu yang luar biasa untuk akhirnya memenangi turnamen ini dengan semua kesulitan yang saya alami," ujar Shelton usai laga, seperti dikutip dari laman ATP. "Energinya luar biasa. Saya harus berjuang sampai menit terakhir."

Dominasi Statistik Set Ketiga

Kemenangan ini mempertegas reputasi Shelton sebagai pemain yang sulit dikalahkan dalam durasi panjang. Sejak awal 2025, petenis berusia 23 tahun ini memiliki catatan impresif 11-4 dalam pertandingan set penentu. Luar biasanya, sembilan dari kemenangan tersebut diraih setelah ia kehilangan set pertama.

Shelton mengakui bahwa faktor kebugaran menjadi kunci utama keberhasilannya melewati jadwal padat di Dallas, saat ia harus melewati empat laga yang berakhir dengan set penentu. 

"Begitu saya mampu menemukan ritme permainan, saya mulai rileks dan menemukan level permainan saya. Saya pikir saya juga dalam kondisi prima, tingkat kebugaran saya bagus, dan itu mungkin berperan penting," tambahnya.

Apresiasi dari Taylor Fritz

Meski harus menelan kekalahan pahit, Taylor Fritz menunjukkan sportivitas tinggi. Bagi Fritz, ini merupakan final ke-20 dalam karier profesionalnya di level tur. Ia pun mengakui keunggulan lawannya yang mampu tampil lebih tajam di titik-titik kritis.

"Itu pertandingan yang gila, pertandingan yang menyenangkan untuk diikuti sampai akhir," kata Fritz saat penyerahan trofi. "Selamat kepada Ben dan timnya. Dia bermain hebat dan pada akhirnya, dia memainkan poin-poin penting dan momen-momen krusial dengan sangat baik."

Setelah laga ini, Fritz akan langsung mengalihkan fokusnya ke turnamen ATP 250 di Delray Beach sebagai unggulan teratas, sementara Shelton merayakan kemenangan yang kini memperbaiki rekor pertemuan mereka menjadi 2-1 untuk keunggulan Shelton. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik