Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Gresini Racing Marc Marquez menegaskan tidak akan melupakan balapan MotoGP 2024 di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Minggu (7/7), setelah ia naik podium bersama adiknya Alex Marquez di posisi dua dan tiga.
Marc Marquez, yang start dari posisi 13, kembali mempertontonkan aksi memukau, seperti di Le Mans dan Catalunya, untuk finis podium.
Sementara Alex, pria yang tiga tahun lebih muda dari kakaknya itu menjalani balapan akhir pekan yang memuaskan setelah finis podium ketiga dari start posisi kelima.
Baca juga : Marc Marquez tidak Sabar Uji Coba Mesin Gresini, Januari 2024
"Saya merasa seperti saya memenangkan perlombaan. Maksudku, inilah perasaan sebenarnya. Saya sangat senang dan berbagi podium dengan adik saya. Kami akan sangat menikmatinya. Ini adalah hari yang tidak akan pernah saya lupakan karena akan sulit terulang di kemudian hari," kata Marc Marquez dalam wawancara bersama MotoGP, dikutip Senin (8/7).
Marc Marquez mengaku tidak akan pernah melupakan momen mendapatkan podium bersama Alex di Sachsenring karena menurutnya capaian itu sangat sulit didapatkan.
Ia bahkan mengatakan itu 'agak tidak nyata' saat melihat dirinya dan adiknya berada di podium yang sama di Sachsenring.
Baca juga : Simak Daftar Pembalap MotoGP 2024, Marquez Bersaudara Reuni
"Sejujurnya, musim ini, menurut saya, tidak mungkin. Mengapa? Karena bagi saya, sulit untuk bisa naik podium. Baginya juga, sulit untuk bisa naik podium. Jadi menemukan keduanya di podium pada hari Minggu yang sama adalah sesuatu yang agak tidak nyata," kata pembalap berusia 31 tahun itu.
"Namun dalam balapan kering, dalam balapan yang sangat cepat, Anda tahu, dia adalah pembalap yang sangat bertalenta. Dan hari ini dia menunjukkannya. Saya pikir fakta bahwa dia sudah dua tahun lebih bersama Gresini, saya merasa lebih santai padanya,"; tambahnya.
Sementara itu, hal yang sama juga dikatakan Alex yang merasa mendapatkan podium bersama kakaknya, yang juga merupakan rekan satu timnya, di Sachsenring 'sangat spesial' dan merupakan 'sesuatu yang sangat hebat'.
"Dan ya, sungguh, yang sangat spesial. Saya akan mengubah semua podium saya di Kejuaraan Dunia untuk yang satu ini karena ini sangat istimewa dan itu adalah sesuatu yang, sejujurnya, Anda tahu, sesuatu yang sangat sulit untuk diulangi, sulit untuk dicapai dan itu adalah sesuatu yang sangat hebat," pungkas Alex Marquez. (Ant/Z-1)
Marc Marquez baru saja mengamankan kemenangan GP Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Minggu (13/7).
Alex Marquez mengamankan podium kedua setelah finis di belakang sang kakak yakni pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez di GP Jerman yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Minggu (13/7).
Memulai balapan dari posisi terdepan, Marquez langsung melesat dan menjaga jarak aman dari para rivalnya sepanjang lomba.
Di tengah cuaca hujan dan trek yang licin, Marc Márquez masih mampu menunjukkan dominasi di Moto GP Jerman, di Sirkuit Sachsenring.
Francesco Bagnaia mengakui performanya belum maksimal pada hari pertama Moto GP Jerman 2025 di Sirkuit Sachsenring, Jumat (11/7).
Gelaran Moto GP Jerman 2025 telah dimulai pada Jumat (11/7). Fabio Digiantonnio menjadi yang tercepat pada ajang free practice. Hari ini, Sabtu (12/7), Sprint Race akan digelar.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved