Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putri bulu tangkis Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti mengakui mereka belum menemukan konsitensi saat tampil di Prancis Terbuka setelah harus absen lama karena Apri mengalami cedera betis sejak tahun lalu.
"Tidak mudah kembali ke performa terbaik usai absen panjang. Tapi, di sini, kami sudah menemukan irama permainan kami," klaim Fadia dalam keterangan resmi PBSI, Jumat (8/3).
Apri/Fadia tersingkir di babak 16 besar Prancis Terbuka usai kalah dari wakil Tiongkok Li Wen Mei/Liu Xuan Xuan.
Baca juga : Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti Masih Sempurna Kontra Kim/Kong
Ganda putri Indonesia itu menyerah 12-21, 21-15, dan 14-21 dalam tempo 64 menit.
Apri mengungkapkan hal penting yang mereka dapatkan dari laga melawan pasangan Tiongkok itu adalah adanya masalah konsistensi.
Di gim pertama, Apri/Fadia mengaku terbawa pola permainan lawan. Di gim kedua, pasangan peringkat sembilan dunia itu mengubah strategi permainan mereka dan memaksakan laga dilanjutkan ke gim ketiga.
Baca juga : Apri/Fadia Melaju ke Babak Semifinal Prancis Terbuka
"Di gim ketiga, kami kurang konsisten, tidak seperti di gim kedua. Kami kembali seperti di gim pertama. Ini kesalahan kami hari ini," aku Apri.
Meski begitu, Apri mengaku lega bisa berjuang maksimal setelah bermain kembali usai absen panjang.
"Hasil yang kami dapat memang belum yang terbaik namun saya senang karena bisa melepaskan trauma cedera yang saya alami," ujar Apri.
"Saya bersyukur di dua laga di sini, saya kembali menemukan irama permainan dan keberanian," tambah peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu. (Ant/Z-1)
Keputusan ini diambilPBSI lantaran performa kedua pasangan ganda putri tersebut dinilai stagnan dan tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Dua andalan tenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, harus saling berhadapan untuk memperebutkan tiket ke semifinal sektor ganda putri ASB Classic, Rabu (7/1).
Ana/Trias akan memulai perjuangan mereka di putaran pertama Malaysia Terbuka melawan wakil India, Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela.
Dua wakil terbaik Indonesia, Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah, akan saling berhadapan di partai puncak tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025.
Ganda putri bulu tangkis Indonesia Rachel/Febimenyatakan kesiapan mereka untuk menghadapi Pearly Tan/Thinaah Muralitharan di semifinal bulu tangkis beregu putri SEA Games 2025
Ada dua pasangan baru yang sedang diproyeksikan untuk jangka panjang.
Pada babak 32 besar, Fajar/Fikri mengandaskan perlawanan ganda Taiwan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh lewat dua gim langsung 21-16, 21-10.
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Anthony Sinisuka Ginting memastikan langkah ke babak utama Indonesia Masters 2026 usai menaklukkan wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen, dua gim langsung.
Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan perjuangan awal para atlet di Indonesia Masters 2026, tiket dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau.
Jonatan Christie memutuskan absen di Indonesia Masters setelah melewati jadwal kompetisi yang sangat padat dalam dua pekan terakhir, yakni Malaysia Terbuka dan India Terbuka 2025.
INDONESIA Masters 2026 akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 20-25 Januari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved