Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Alexander Zverev menyatakan mempertahankan medali emas Olimpiade adalah prioritas pada tahun 2004. Tetapi petenis peringkat tujuh dunia itu mengatakan ia juga siap untuk bersaing di Grand Slam.
Petenis Jerman itu menyingkirkan Karen Khachanov untuk merebut gelar tunggal putra di Olimpiade Tokyo 2020 dengan skor 6-3, 6-1, setelah mengalahkan Novak Djokovic di semifinal.
Itu adalah momen yang masih dikenangnya dan petenis berusia 26 tahun itu ingin merasakan pengalaman Olimpiade lagi di Paris tahun depan.
"Ini jelas merupakan sesuatu yang sangat saya nantikan, sebagai juara bertahan," kata Zvere.
Baca juga: Djokovic Incar Gelar Australia Terbuka yang Ke-11 Kalinya
Jerman, yang timnya juga diperkuat oleh pemenang Grand Slam tiga kali Angelique Kerber yang baru saja kembali dari cuti melahirkan, akan menghadapi Italia pada pertandingan pertama hari Sabtu.
"Saya pikir Olimpiade selalu sangat, sangat istimewa. Ini mungkin acara terbesar tahun ini, menurut pendapat saya, di mata saya, karena Olimpiade diadakan empat tahun sekali. Ini sangat spesial dalam hal itu," sebutnya.
Baca juga: Come Back, Nadal Hanya Ingin Berikan yang Terbaik
"Saya sangat menantikan untuk berada di Olympic Village lagi, berada di apartemen kecil di mana Anda semua bersama-sama, hanya menikmati waktu. Itulah yang saya lakukan di Tokyo. Itu berjalan dengan sangat baik," tambahnya.
Setahun yang lalu, Zverev masih dalam masa pemulihan dari cedera pergelangan kaki serius yang dideritanya di Prancis Terbuka 2022 dan ia tampil kurang meyakinkan saat comeback di United Cup.
Namun, ia perlahan-lahan membaik seiring berjalannya musim hingga mencapai semifinal Prancis Terbuka dan meraih gelar ATP di Hamburg dan Chengdu.
"Saya sudah melewati itu sekarang. Saya adalah petenis nomor tujuh dunia. Saya memenangkan beberapa gelar tahun lalu di mana saya juga mengalahkan beberapa pemain hebat. Saya bisa berharap untuk menjadi penantang lagi. Itulah yang saya inginkan," pungkasnya.
(AFP/Z-9)
Duet Aldila/Ingrid menyudahi perlawanan Baptista/Stearns melalui drama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, dan 10-6 di Miami Terbuka.
Jannik Sinner, tampil dominan saat menyingkirkan wakil Bosnia dan Herzegovina, Damir Dzumhur. Sinner menutup laga dengan skor identik 6-3 dan 6-3 dalam waktu 70 menit.
Kompetisi Grup I Zona Asia/Oseania Piala Billie Jean King (BJK Cup) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April mendatang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 di Orleans Masters.
Aldila Sutjiadi akan berduet dengan petenis asal Estonia, Ingrid Neel, yang kebetulan juga tengah mencari rekan duet untuk turnamen level WTA 1000 ini.
Janice Tjen takluk dari wakil Kazakhstan, Yulia Putintseva, melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 6-3, 3-6, dan 4-6 di putaran pertama Miami Terbuka.
Jannik Sinner tercatat sebagai petenis tunggal putra Italia pertama dalam sejarah yang mampu menembus final Indian Wells.
Alexander Zverev resmi mengukir sejarah sebagai petenis kelima yang mampu mencapai babak semifinal di seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000.
Menghadapi wakil tuan rumah, Brandon Nakashima, Alexander Zverev dipaksa bermain tiga set sebelum akhirnya menang dengan skor ketat 7-6 (7-2), 5-7, dan 6-4, Minggu (8/3) waktu setempat.
Alexander Zverev melaju ke babak ketiga BNP Paribas Open 2026 usai mengalahkan Matteo Berrettini. Simak statistik kemenangan dominan Zverev di Indian Wells di sini.
Masuk ke lapangan dengan catatan buruk 0-11 melawan petenis peringkat lima dunia, Miomir Kecmanovic akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan tersebut dengan mengalahkan Alexander Zverev.
Pertandingan putaran pertama Meksiko Terbuka ini merupakan laga pertama Alexander Zverev setelah tersingkir di semifinal Australia Terbuka 2026 oleh Carlos Alcaraz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved