Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FRANSESCO Bagnaia sukses mempertahankan gelar MotoGP setelah memenangi GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (26/11) malam. Pembalap Ducati itu menikmati hari impiannya dengan kemenangan pada balapan terakhir musim 2023 ini.
Bagnaia menjadi pembalap pertama dalam sejarah tim Ducati yang menjuarai dua gelar MotoGP. Setelah Marc Marquez terakhir pada 2019 bersama Repsol Honda, tahun ini juga muncul lagi pembalap yang sanggup menjadi juara beruntun.
Bagnaia juga menjadi pembalap Italia keempat yang raih lebih dari satu titel dunia kelas premier setelah Giacomo Agostini (8 gelar), Valentino Rossi (7 gelar) serta Umberto Masetti (2 gelar).
Baca juga : Kemenangan Marquez di Podium Sprint GP Valencia Jadi Kado Terakhir
Musim ini juga berturut-turut Bagnaia memastikan gelar pada balapan pamungkas seperti tahun lalu. Selisih poin dengan satu-satunya rival yakni Jorge Martin (Pramac) sempat 14 angka pada hari Sabtu setelah sesi sprint.
Baca juga : Bagnaia Ingin Sejajarkan Dirinya dengan Rossi dan Marquez
Bagnaia bahkan sudah dipastikan meraih gelar meski balapan belum usai. Pasalnya, Martin mengalami kecelakaan di awal balapan.
Bak game over, perjuangan Jorge Martin berakhir tragis setelah dia terlibat insiden dengan Marc Marquez di tikungan 4 pada lap keenam.
Bagnaia memimpin balapan dengan Ducati Desmosedici-nya tanpa menyadari Martin terjatuh. Martin keluar track menuju paddock dengan frustasi. Insiden itu juga nahas bagi Marc Marquez yang menjadi balapan terakhirnya untuk Repsol Honda karena musim depan dia pindah ke Gresini.
Martin kembali ke garasi Pramac dengan rasa kecewa besar dan tak kuasa menahan tangis sedangkan anggota timnya terus memberi semangat.
Martin sebenarnya menjalani start yang sangat baik mampu naik dari posisi keenam hingga ke posisi kedua dan terus memberi tekanan ke Bagnaia. Pada lap kedua Martin sempat memotong Bagnaia dan beruntung keduanya terhindar insiden.
Usai kontak dengan Bagnaia, Martin sempat turun ke posisi kedelapan. Beberapa lap kemudian dia tidak mampu menyelamatkan diri untuk kedua kalinya ketika bersenggolan dengan Marquez.
Sebaliknya, Bagnaia menjalani balapan yang sempurna. Jack Miller sempat memimpin balapan namun nahasnya dia mengalami kecelakaan besar.
Fabio Di Giannantonio (Gresini) juga sempat memberi tekanan kepada Bagnaia namun sang juara tak terbendung hingga finis. (Z-8)
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved