Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putra bulu tangkis Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menang saat berjumpa wakil Jepang, Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi, di Tiongkok Masters 2023.
Fajar/Rian mengatasi Keiichiro/Yoshinori dua gim langsung dengan skor 22-20 dan 21-19, Rabu (22/11).
"Bersyukur bisa memenangi pertandingan hari ini. Tadi itu juga pertandingan yang tidak mudah. Terbukti sampai terjadi setting di gim pertama dan poinnya juga ketat di gim kedua," kata Fajar dalam keterangan resmi, (22/11).
Baca juga: Pasangan Ganda Putri Ana/Tiwi Mundur dari Tiongkok Master 2023
Fajar mengaku kemenangan atas wakil Jepang itu diraih dengan cukup sulit. Apalagi, ia dan Rian mengaku masih sering melakukan kesalahan sendiri, sedangkan musuh bermain begitu gigih.
"Semoga di pertandingan berikutnya, kami bisa lebih baik lagi, dan bisa bermain lebih in. Kami juga berharap tidak gampang mati sendiri," sebutnya.
Di sisi lain, Rian mengatakan bahwa pihaknya masih beradaptasi dengan bola yang dipakai dalam turnamen tersebut.
Baca juga: Dua Ganda Campuran Maju ke Babak 16 Besar Tiongkok Masters
"Dalam pertandingan ini kami masih mencari feel dengan shuttlecock. Karakternya sedikit berat cuma lajunya sering tidak beraturan. Kadang cepat, kadang lambat. Jadi kami belum dapat touch yang pas dengan shuttlecock-nya," kata Rian.
Dalam pertandingan tadi, lanjut Rian, timnya dinilai masih terlalu terburu-buru dalam permainan. Alhasil, lawan pun dapat memanfaatkan kondisi itu untuk memangkas poin.
"Tadi kami bermain terburu-buru. Saat unggul kami malah banyak melakukan kesalahan sendiri. Di gim kedua, kondisinya hampir sama. Tadi kami sudah unggul 14-11, lawan malah bisa mengejar dan skornya jadi mepet-mepet terus," sebutnya.
Lebih lanjut, Rian pun mewaspadai lawan dari Tiongkok pada pertandingan selanjutnya. Karena, lawan tersebut merupakan pasangan baru dan belum sempat berjumpa.
"Untuk menghadapi pertandingan besok melawan Tiongkok, kami malah belum pernah bertemu. Mereka merupakan pasangan baru. Meski begitu, kami harus siap dan waspada," pungkasnya. (Z-1)
Langkah ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di Indonesia Masters 2026 tidak dimulai dengan jalan mulus
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Keunggulan tersebut berhasil dijaga hingga Sabar/Reza menutup gim pertama dengan skor 21-13.
Febriana menyebut seluruh program latihan telah dicoba diterapkan di pertandingan meski konsistensi fokus masih menjadi pekerjaan rumah utama.
FINAL Australia Terbuka 2025 di nomor ganda putra saling mempertemukan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Quaycenter Sydney, Minggu (23/11).
GANDA putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terus menyempurnakan pola permainan terbaik mereka setelah menembus babak 16 besar Hylo Open 2025.
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Di partai ketiga fase grup BWF World Tour Finals, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan Liang Weikeng/Wang Chang.
FAJAR Alfian menatap peluang meraih hasil lebih baik pada BWF World Tour Finals 2025 dengan pasangan barunya, Muhammad Shohibul Fikri.
Fajar/Fikri menyebut performa Raymond/Joaquin sebagai harapan baru bagi keberlanjutan tradisi kuat sektor ganda putra bulu tangkis Indonesia di level dunia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus absen dalam BWF World Tour Super 500 Kumamoto Masters karena terkendala visa.
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus puas keluar sebagai runner up pada ajang Prancis Terbuka 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved