Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bertarung 3 Gim, Febriana/Meilysa Terhenti di Perempat Final Malaysia Terbuka 2026

Dhika Kusuma Winata
09/1/2026 13:19
Bertarung 3 Gim, Febriana/Meilysa Terhenti di Perempat Final Malaysia Terbuka 2026
Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari(Dok: PBSI)

LANGKAH ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari terhenti di perempat final Malaysia Terbuka 2026. Tampil di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (9/1), Febriana/Meilysa harus mengakui keunggulan pasangan unggulan keenam asal Korea Selatan, Lee So Hee/Baek Ha Na, lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 19-21, 13-21.

Hasil di Kuala Lumpur menjadi pijakan awal bagi Febriana/Meilysa untuk memperbaiki konsistensi permainan, terutama dari sisi fokus dan ketahanan bertahan, demi menghadapi rangkaian turnamen berikutnya sepanjang 2026. Meski gagal ke semifinal, Febriana menilai performa mereka sudah maksimal. Ia menyebut seluruh program latihan telah dicoba diterapkan di pertandingan meski konsistensi fokus masih menjadi pekerjaan rumah utama.

“Hari ini kami bermain sudah sangat maksimal, semua tenaga sudah dikeluarkan. Apa yang sudah dilatih juga kami keluarkan. Memang yang harus ditingkatkan adalah fokus karena itu kuncinya. Kalau bisa fokus, pukulan dan gerakan akan lebih akurat,” ujar Febriana.

“Di turnamen pertama 2026 ini kami membuka dengan cukup baik. Ada peningkatan, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki. Kami akan latihan lagi, memperbaiki yang kurang dan meningkatkan hal-hal yang sudah bagus,” tambahnya.

Sementara itu, Meilysa menyoroti perubahan pola permainan lawan yang membuat mereka kesulitan, khususnya di gim kedua dan ketiga. Ia menilai pasangan Korea tampil lebih sabar dan cermat dengan mengajak reli panjang serta meminimalkan bola datar.

“Kami harus lebih tahan di pertahanan dan siap dengan perubahan lawan. Di gim kedua mereka mulai mengajak main reli, banyak membuka permainan dan jarang memberi bola-bola datar. Tidak seperti sebelumnya yang mengadu no-lob dan membuat kami lebih mudah memegang kendali,” ujar Meilysa.

Kendati tersingkir, Meilysa menegaskan target besar tetap dipatok pada musim ini. Dia dan Febriana bertekad mengejar gelar juara dan naik ke podium tertinggi. “Tahun ini kami ingin dapat gelar juara, ingin naik podium satu,” ucap Meilysa.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya